JurnalPost.com - Mahasiswa Ilmu Komunikasi dari Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Surabaya mendapatkan kesempatan mengikuti kegiatan belajar angklung bersama anak-anak dengan Down Syndrome di POTADS (Persatuan Orang Tua Dengan Anak Down Syndrome) Surabaya. Kegiatan ini merupakan program magang yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman mahasiswa terhadap komunikasi inklusif dan interaksi sosial. Dalam kegiatan ini, selain mahasiswa dan anak-anak, turut hadir pula orang tua, relawan, serta pengajar seni musik, anak-anak dapat melatih koordinasi motorik, konsentrasi, dan kepercayaan diri mereka. Proses belajar dilakukan dengan metode yang menyenangkan, penuh semangat, dan menggunakan pendekatan personal, menciptakan suasana hangat dan penuh tawa yang membuktikan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk berkarya dan belajar bersama.
Sebagai mahasiswa Ilmu Komunikasi di Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya yang sedang menjalani program magang, menjadi mengerti bahwa komunikasi bukan hanya soal berbicara atau menyampaikan pesan secara verbal, melainkan juga tentang memahami dan membangun koneksi dari hati ke hati. Kegiatan belajar angklung memberikan makna tersendiri dan mengajarkan hal yang tidak saya temukan di bangku kuliah.
Setiap hari senin dan rabu sore, aula yang berada di BK3S ini disulap menjadi ruang penuh harmoni dan kebahagiaan. anak-anak dan remaja dengan Down Syndrome berkumpul bersama orang tua, relawan, dan pengajar untuk belajar angklung. Suara alat musik tradisional itu mengeluarkan harmoni yang menenangkan, bukan hanya tentang kesempurnaan, tetapi tentang ketulusan di balik setiap nadanya.
(Foto: Dokumentasi pribadi, 9 april 2025)
Belajar angklung bukanlah hal yang mudah bagi siapapun, terlebih lagi bagi mereka yang memiliki kondisi khusus dalam motorik. Namun, dengan adanya komunitas POTADS Surabaya kesabaran dan semangat yang luar biasa membuktikan bahwa keterbatasan tidak menjadi halangan untuk berkarya dan bersenang-senang.
Kini jadi bisa dipahami bahwa komunikasi dapat hadir dalam bentuk tatapan mata, senyuman, dan bahkan dalam irama yang dimainkan bersama. Dalam hubungan yang begitu tulus menjadi salah satu kunci komunikasi dengan teman-teman Down Syndrome. Disini tidak hanya berbagi melodi, tetapi juga penerimaan dan keberanian.
kegiatan ini juga memberikan pengalaman berharga. Seni musik menjadi media yang efektif untuk berkomunikasi dengan anak-anak dengan Down Syndrome, sekaligus memperkuat relasi sosial antara mereka dengan masyarakat luas.
Terasa begitu beruntung bisa menjadi bagian dalam komunitas POTADS Surabaya ini. Tidak hanya belajar teori komunikasi, tapi juga mempraktekkan secara nyata yaitu menyampaikan pesan lewat kepekaan dan memahami perbedaan dengan penuh kebahagiaan.
komunitas POTADS Surabaya bukan hanya tempat belajar bagi anak-anak istimewa, tetapi juga tempat bagi siapapun yang ingin belajar arti sejati mengenai keberagaman, kesetaraan, dan cinta kasih. Dan dalam suara angklung yang bergema di tengah tawa bahagia mereka, saya mendapatkan satu pesan jelas “setiap manusia berharga dan pantas diterima”.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda