Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Berita
  3. Bekerja di Kantor Akuntan Publik Apakah Passion, atau hanya sekedar Batu Loncatan?

Bekerja di Kantor Akuntan Publik Apakah Passion, atau hanya sekedar Batu Loncatan?

Foto profil Hasbi
Editor: Hasbi
31 Mei 2023, 19.29 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
7 menit baca
Bekerja di Kantor Akuntan Publik Apakah Passion, atau hanya sekedar Batu Loncatan?

Penulis: Muhammad Alriansyah Ramadhan Akuntansi”20 UPN ‘VETERAN’ JATIM

JurnalPost.com - Penulisan ini tentang sebuah pilihan yang mungkin akan ditempuh oleh sebagian atau mungkin semua lulusan akutansi terutama yang berstatus fresh graduate, bahkan bisa jadi lulusan akuntansi yang sudah bekerja saja masih bisa memindahkan hati nya ke tempat lain entah itu dari KAP ke KAP lain, KAP ke korporat/perusahaan.

IKLAN

Dari hal yang baru penulis sebutkan tadi bisa diartikan bahwasannya, mereka yang bekerja di KAP hanya menjadikan KAP sebagai batu loncatan. Hal ini terjadi karena bekerja di KAP memiliki beban yang bisa dibilang berat atau mungkin sangat berat. Dituntut untuk teliti, cepat, tanggap, memiliki pengetahuan yang luas dan yang pasti adalah tahan banting, karena kerja di KAP sendiri sering lembur terutama saat masa “peak season”.

Kehamilan
Baca Juga

Mendukung Sustainable Development Goals, Dosen UM Ungkap Faktor Risiko Kehamilan yang Perlu Diwaspadai

Kerja di KAP memiliki sebuah kebanggaan tersendiri dan juga penderitaan yang tersendiri pula. Kebanggaannya bisa berupa memahami dan mempelajari akan kerja dari banyaknya perusahaan melalui laporan keuangan dan profil perusahaannya, yang jelas auditor tidak boleh memberikan info terkait laporan keuangan perusahaan kepada publik atau orang lain. Berbeda dengan lulusan akuntansi yang tidak bekerja di KAP yang hanya memahami laporan keuangan dan cara kerja perusahaannya masing masing

Kebanggaan yang lain adalah di KAP sendiri, bisa dibilang tempat bagi lulusan akuntansi yang ingin memperdalam ilmu terutama tentang accounting, finance, audit & assurance, tax, dan lain sebagainya. Karena di KAP lah semuanya tentang laporan keuangan perusahaan mengenai masuk dan keluarnya uang perusahaan yang tentu saja beragam dan tidak hanya berdasarkan dari penjualan dan pembelian. Bisa jadi mengenai pajak, saham, surat surat berharga, piutang dan lain sebagainya yang membuat akun akun yang diaudit bisa menjadi sebuah pelajaran sekaligus tantangan bagi lulusan akuntansi yang ingin atau sudah bekerja di KAP. Gampangnya adalah jika bekerja di KAP bisa lebih tau banyak atau mungkin semuanya dibandingkan mereka yang tidak bekerja di KAP atau kasarnya tidak hanya menjadi orang yang bisa menjurnal saja.

Keuntungan bekerja di KAP juga bisa jalan jalan atau field work dari salah satu prosedur audit yaitu stock opname, yang kemungkinan besar tidak dirasakan oleh mereka yang tidak bekerja di KAP. Atau bekerja di kantor klien yang mungkin membawa suasana baru bila merasa jenuh di kantor yang orangnya itu itu saja dan bisa bertemu orang lain (klien) sekalian bisa menambah kenalan atau relasi.

Selain dari banyaknya kebanggaan dan keuntungan yang dirasakan bila bekerja di KAP banyak juga kekurangan yang akan dirasakan bagi mereka yang bekerja di KAP, yaitu:

Foto Besama TIM
Baca Juga

Dari Teori ke Praktik, Mahasiswa Hukum UNTAG Surabaya Dalami Dunia Legal Perusahaan Melalui Magang

1. Akan sering lembur bila memasuki masa “peak season”. Biasanya jam kerja auditor itu “nine to five” yang bisa diartikan bekerja dimulai jam 9 dan selesai jam 5. Namun hal itu bisa jadi berubah jika lembur di masa “peak season” yang bisa pulangnya jam 12 malam, subuh di keesokan hari, ataupun bisa keesokan siang atau tidak pulang sama sekali guna mengejar target “final report” ataupun rilis laporan keuangan. Dan juga ada beberapa auditor yang sudah lembur pulang subuh saja masih harus ke kantor di jam 9 paginya.

2. Banyak tekanan Hal yang dimaksud tekanan adalah mengejar target rilis laporan keuangan yang sudah disepakati, klien yang terkadang memberikan data atau file yang belum lengkap, dan juga memegang banyak klien dalam waktu yang bersamaan.

3. Dituntut untuk berpikir luas, cepat dan tepat Bekerja menjadi auditor adalah hal yang memerlukan hal-hal tersebut dikarenakan, auditor harus memeriksa laporan keuangan yang beragam akun akunnya, apalagi bila klien tengah di masa konsolidasi atau terkena kasus atau skandal yang menyeret ke meja hijau.

IKLAN

Akan tiba bila auditor menemukan sebuah temuan yang tidak sesuai ataupun menimbulkan skeptis dan auditor harus teliti dan tidak boleh kecolongan akan hal itu. Dan juga auditor dituntut mengerti tentang bagaimana cara membaca laporan keuangan perusahaan yang sudah pasti tiap perusahaan berbeda cara pelaporan dan penyusunannya yang membuat auditor harus berpikir tepat.

Suasana kegiatan di Pasar Turi
Baca Juga

Pasar Turi Baru Surabaya Hadirkan Beragam Kegiatan, Tak Sekadar Menjadi Pusat Perdagangan

4. Menjadi auditor bisa dibilang melelahkan Dengan banyaknya tuntutan dan jam lembur yang bisa dibilang “luar biasa”, tidak sedikit yang auditor yang tiba tiba tipes, drop, dan juga mengorbankan waktunya lebih banyak di kantor ketimbang dirumah atau bermain.

Semua kelebihan dan kekurangan itu kemungkinan besar akan dirasakan auditor bila bekerja di KAP. Tidak sedikit banyak pekerja di KAP yang akan resign di jangka waktu 3-5 tahunan di KAP. Dan banyak dari mereka yang akan pindah ke korporat untuk mencari “work life balance” dan hanya menjadikan kerja di KAP sebagai batu loncatan mereka. Ada beberapa alasan kenapa banyak yang rela kerja di KAP sebagai batu loncatan, yaitu:

1. Bekerja di KAP untuk menimba pengetahuan yang lebih luas sebagai bekal untuk bekerja di korporat. 2. Untuk menambah kenalan melalui klien terdahulu yang mereka audit 3. KAP memiliki “turn over” yang tinggi. Sehingga bisa naik tingkat lebih cepat ketimbang bekerja di korporat di awal tahun lulus. 4. Banyak perusahaan menilai lulusan auditor yang dahulunya pernah bekerja di KAP memiliki pengetahuan dan pengalaman yang lebih banyak, sehingga perusahaan akan kemungkinan memilih pekerja yang dahulunya bekerja di KAP terutama KAP ternama. 5. Tidak kuat bekerja di KAP dan ingin mencari pekerjaan di korporat yang notabene “tidak seberat” di KAP 6. Mengincar jabatan dan gaji yang diinginkan di korporat yang dinilai lebih “worth it” ketimbang tetap bekerja di KAP

Meskipun dibayar dengan gaji yang bisa dibilang besar terutama bagi lulusan baru yang diterima di KAP ternama seperti big 4 (PwC, KPMG, Deloitte, EY) ataupun big 10, jelas banyak yang masih memilih untuk resign dan pindah ke korporat. Namun, ada beberapa orang yang memang “passion” di KAP. Sangking passionnya bisa naik tingkat dalam waktu yang singkat di KAP dengan didukung dengan kemampuan yang sesuai untuk bekerja di KAP dan “turn over” yang tinggi juga.

Dan adapula yang bisa setingkat Partner atau unsur pimpinan dari KAP. Dan setingkat Partner yang sudah CPA bisa memberikan opininnya terkait laporan keuangan yang diaudit dan itu sebagai sebuah pencapaian yang bergengsi, karena tidak semua sanggup dan mau. Menjadi seorang Partner mempunyai tanggung jawab besar dan bisa mempertanggungjawabkan opini dan hasil auditnya ke publik dan hukum. Mempunyai tanggung jawab sebesar itu bisa menjadi sebuah kebanggaan dan juga menjadi tekanan bagi mereka yang tidak memiliki passion dalam karir di KAP.

LALU PILIHAN MANA YANG SEHARUSNYA DITUJU?

Bagi penulis, pilihan yang harus dituju adalah pilihan yang dipikirkan matang matang bagi mereka yang ingin memiliki dan menjalan rencananya. Menjadikan KAP sebagai batu loncatan karir tidak sepenuhnya buruk dan tetap dan menjalankan karir di KAP tidak sepenuhnya selalu berada di tekanan ataupun membuat kita tidak memiliki “work life balance”.

Semuanya memiliki kelebihan dan kekurangannya masing masing, tinggal individu itu lah yang harus memikirkan kedepannya untuk menjalani karir mana yang akan kita tuju. Semua ada kelebihan dan kekurangan dari semua pilihan yang tersedia didalam hidup, tinggal bagaimana individu tersebut bisa bertanggung jawab pada dirinya sendiri. Bukankah hidup ini adalah pilihan?

Sekian dan sukses selalu bagi semua pejuang kerja di dunia ini.

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/bekerja-di-kantor-akuntan-publik-apakah-passion-atau-hanya-sekedar-batu-loncatan/51166/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 03 November 2026, 21.26 WITA

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Ibu Rumah Tangga di Bojonegoro Buka Usaha BRILink, Tambah Penghasilan

Mahasiswa UPN Veteran Jatim Ikuti Rapat DPRD Tuban, Pelajari Perdebatan Anggaran dan Prioritas R-APBD 2027

Kejuaraan Tunas Juara Nasional 2026 Digelar di Tangerang, Jadi Ajang Pembinaan Atlet Pencak Silat Berprestasi

Putusan MA 19 P/HUM/2026, Sekjen MDP-WATCH Desak Menkes Evaluasi dan Rombak Keanggotaan MDP

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Dari Daun Kelor Menjadi Snackbar Bergizi, FK UPN “Veteran” Jakarta Ajak Masyarakat Kelurahan Pangkalan Jati Baru Perkuat Upaya Pencegahan Stunting

Mahasiswa Edukasi Gizi 102 Anak di Palembang, Hasil Tes Meningkat

Parkir Liar di Pinggir Jalan: Menjadi Kebiasaan atau Justru Sudah Menjadi Pola Hidup Masyarakat?

Makan Bergizi Gratis: Jangan Sampai Niat Menyehatkan Anak Justru Membahayakan Mereka

Pilihan Editor

  1. 1 Dukung SDG 4 dan SDG 12, Laboratorium FTS UPN Veteran Jawa Timur Kini Terapkan SOP Pengelolaan Limbah B3
  2. 2

    Edukasi Video HIMA-CARE Tingkatkan Perilaku Higiene Menstruasi Mahasiswi Baru di Kota Malang

  3. 3

    DP3AKB Sidoarjo Gelar FGD Evaluasi Peta Jalan Pembangunan Kependudukan 2025–2029, Perkuat Koordinasi Antar-OPD

  4. 4

    Ketika Karhutla Mengancam Masa Kecil: Pentingnya Edukasi Lingkungan bagi Anak Sekolah Dasar

  5. 5

    Berawal dari Jualan Mango Sago, Rini Astuti Kembangkan Usaha Kuliner Berkat Dukungan KUR BRI Bojonegoro

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.