LEBAK, JURNALPOST - Sebanyak 18 jembatan hanyut dan rusak dalam musibah banjir bandang dan tanah longsor di Kabupaten Lebak awal tahun, Rabu (1/1/2020).
Ke-18 jembatan ini tersebar di 6 kecamatan yakni Sajira 4 jembatan, Cipanas 7 jembatan, Lebakgedong 2 jembatan, Maja 1 jembatan dan Cimarga 4 jembatan.
"Diantara jembatan itu, ada yang hanyut, ada juga yang rusak parah. Seperti di Kecamatan Maja dan Cimarga mengalami kerusakan cukup parah," ujar Kabid Humas Polda Banten, Kombes Pol Edy Sumardi SIK., M.H, Sabtu (4/1/2020).
Selain itu, sejumlah tempat ibadah juga mengalami kerusakan. Jumlahnya mencapai 16 masjid dan mushola yang tersebar di 6 kecamatan.
Kombes Edy Sumardi merincikan, data sementara yang didapat, jumlah kerusakan yang terjadi di 6 kecamatan, rumah rusak berat sebanyak 635 unit, rumah rusak ringan 1.431, jembatan rusak 18 buah, masjid dan mushola 16 bangunan, sepeda motor 55 unit, dan mobil 9 unit.
"Saat ini, ada dua ribuan lebih warga yang sudah dievakuasi dan ditampung dalam lima tempat pengungsian," tutur Kabid Humas.
Lima posko pengungsian itu tersebar di lima kecamatan yakni; Kecamatan Lebak Gedong posko Gedung Serba Guna Desa Banjar Irigasi, Kecamatan Sajira, 3 posko yakni Gedung PGRI, posko Kp. Nangela Desa Calung Bungur dan Posko Desa Bungur Mekar.
Selanjutnya di Kecamatan Cipanas posko berada di kantor Kecamatan Cipanas, Kcamatan Curug Bitung posko di desa Mayak dan terakhir posko di kecamatan Cimarga berada di Kp. Kadu Luhur.
"Alhamdulillah, kondisi warga di pengungsian saat ini, sudah ditangani oleh pemerintah setempat, kesehatan juga terlayani, makan untuk para pengungsi melalui mobil dapur umum Sat Brimob Polda Banten, dan bantuan logistik lain juga sudah disalurkan," ujarnya. (Ananta)
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda