Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Kolom Opini
  3. Bahaya Kencanduan Game Pada Anak

Bahaya Kencanduan Game Pada Anak

Foto profil Hasbi
Editor: Hasbi
03 Juni 2022, 12.58 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
4 menit baca
Bahaya Kencanduan Game Pada Anak

JurnalPost.com - Pada saat ini perkembangan teknologi sangat pesat, sekarang melalui gawai kita bisa mengakses semua hal termasuk game atau video game. Game merupakan salah satu hiburan yang banyak digemari oleh banyak orang sekarang ini, khususnya game online. Menurut (Aji, 2012), dalam (Halawa, 2018) game online merupakan suatu bentuk permainan yang dihubungkan melalui jaringan internet dan tidak terbatas pada perangkat yang digunakan.

Pada saat ini mulai dari anak-anak hingga orang dewasa semua tertarik untuk bermain game online. Apalagi setelah masa pandemi ini hampir semua anak-anak sudah memliki handphone. Dilansir dari esport.id jumlah pemain esports di Indonesia mencapai 52 juta orang ditahun 2021. Dengan jumlah sebanyak itu tentunya sudah menjadi bukti bahwa game online sedang populer di Indonesia.

IKLAN

Pada dasarnya game memberikan dampak positif maupun negatif. Namun sering kali orang tua lalai untuk mengawasi anaknya dan lupa memikirkan dampaknya. Bermain game online yang tidak dibatasi waktu akan menimbulkan dampak bagi perkembangan anak. Risiko paling sering terjadi adalah berdampak pada perilaku dan juga kesehatan fisik pada anak.

Late Night Health Search Anxiety
Baca Juga

Pernah Mencari “Sakit Kepala Sebelah” di Google, Lalu Takut Umur Tinggal Setahun?

Ghuman & Griffiths (2012) menjelaskan bahwa ada masalah yang muncul dari aktivitas bermain game online yang berlebihan, di antaranya kehilangan kontrol atas waktu, kurang peduli terhadap kegiatan sosial, menurunnya prestasi akademik, relasi sosial, finansial, kesehatan, dan fungsi kehidupan lain yang penting.

Selain itu , kencanduan game juga dapat berdampak ke psikologis yang membuat anak menjadi emosi, stres serta anak juga dapat meniru adegan adegan yang ada didalam game tersebut. Dengan melihat dampak-dampak yang ditimbulkan dikhawatirkan hal ini akan mempengaruhi tumbuh kembang anak saat ini.

IKLAN

Lalu bagaimana cara supaya anak tidak kecanduan game online ?

Disini peran orang tua sangat penting karena orang tua harus bisa mengontrol dan mengawasi anak supaya anak tidak kecanduan bermain game. Beberapa hal yang bisa dilakukan orang tua yaitu membuat peraturan atau membatasi waktu bermain game dua jam sehari di waktu istirahat atau sesudah belajar. Apabila anak mealnggar maka ada hukuman yang diberikan, sehingga anak akan berfikir lagi bila mau melakukan kecurangan. Dengan begitu anak tidak akan merasa tertekan dan memiliki waktu untuk istirahat setelah belajar.

Nasya Fahma Aulia
Baca Juga

Kepemimpinan Bukan Sekadar Janji Besar, Rakyat Menunggu Hasil Nyata dari Pemerintah

Selanjutnya orang tua bisa mengarahkan anak untuk ikut ekstrakulikuler di sekolahnya sesuai minat sang anak seperti sepak bola, bela diri, menyanyi, voly dan sebagainya. Mengikutkan anak dalam kegiatan TPA setiap sore. Dengan begitu anak lebih banyak bersosialisasi dengan lingkunmgan dari pada bermain game dirumah.

Selain itu orang tua juga bisa melakukan diskusi atau memberikan pemahaman tentang apa saja dampak-dampak yang akan timbul bila kecanduan game saat makan malam atau family time. Orang tua juga bisa membatasi akses internet dirumah dengan membatasi kuota internet setiap bulanya sehingga anak akan lebih berhemat dalam penggunaanya. Orang tua juga bisa mengajak anak untuk melakukan kegiatan positif seperti berkebun, memasak bersama, membuat karya, atau olahraga dirumah. Selain untuk mencegah anak kecanduan game aktivitas tersebut juga dapat menambah kecerdasan anak, meningkatkan kreativitas, membuat tubuh sehat dll.

Oleh karena itu peran orang tua sangan dibutuhkan disini untuk mengawasi anak-anaknya. Jangan sampai orang tua lalai sehingga anak akan terjerumus atau kecanduan bermain game yang dapat mempengaruhi tumbuh kembang sang buah hati.

Oleh: Maulana Prabandaru Mahasiswa Kurikulum dan Teknologi Pendidikan Universitas Negeri Semarang

Asap Negara
Baca Juga

Ketika Negara Gagal Menjaga Napas Warganya

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/bahaya-kencanduan-game-pada-anak/33863/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 04 November 2026, 04.28 WITA

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Dari Instruksi ke Implementasi: Menguji Respons Kepemimpinan Presiden Prabowo dalam Penanganan Karhutla 2026

Ketika Utang Menjadi Alat Tekanan: Saat Perjanjian Lahir dari Ketakutan dan Ketidakberdayaan

Jangan Terus Menyalahkan Guru atas Rusaknya Karakter Anak, Ada Paradoks Mutu Pendidikan yang Sering Diabaikan

Capek Kok Dibanggakan? Membaca Hustle Culture dalam Kacamata Sartre dan Han

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

DP3AKB Sidoarjo Gelar FGD Evaluasi Peta Jalan Pembangunan Kependudukan 2025–2029, Perkuat Koordinasi Antar-OPD

Penelitian di Cilacap Ungkap 93,94 Persen Pasien Gangguan Jiwa Patuh Minum Obat, Dukungan Keluarga Jadi Perhatian

Qatar Hubungi Turki, Yordania, Mesir dan Lebanon, Perkuat Diplomasi untuk Redam Ketegangan Timur Tengah

Mini Bank SMK Plus An-Naba Jadi Sarana Praktik Nyata Siswa MPLB, Inspirasi bagi SMK di Indonesia

Pilihan Editor

  1. 1 Qatar Hubungi Turki, Yordania, Mesir dan Lebanon, Perkuat Diplomasi untuk Redam Ketegangan Timur Tengah
  2. 2

    UPN Veteran Jawa Timur Dampingi Pemerintah Desa Segorotambak Sidoarjo Perkuat Tertib Administrasi dan Pelayanan Publik

  3. 3

    Mendukung Sustainable Development Goals, Dosen UM Ungkap Faktor Risiko Kehamilan yang Perlu Diwaspadai

  4. 4

    Mahasiswa UPN Veteran Jatim Ikuti Rapat DPRD Tuban, Pelajari Perdebatan Anggaran dan Prioritas R-APBD 2027

  5. 5

    HUT ke-58 Semen Tonasa, Transformasi Bisnis dan Efisiensi Jadi Fokus

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.