BOJONEGORO, JurnalPost.com – Keberadaan Agen BRILink di lingkungan permukiman kini tidak hanya membantu transaksi keuangan warga, tetapi juga menjadi solusi saat kebutuhan mendesak muncul di luar jam operasional perbankan. Salah satunya ketika token listrik PLN habis secara tiba-tiba pada malam hari.
Di sejumlah wilayah Bojonegoro, layanan tersebut dapat ditemui di toko kelontong maupun Toko Madura yang buka hingga larut malam. Warga memanfaatkan layanan BRILink untuk membeli token listrik tanpa harus mencari loket pembayaran yang jauh dari rumah.
Pemilik salah satu Agen BRILink di Toko Madura, Ahmad (38), mengaku pembelian token listrik menjadi salah satu transaksi yang paling sering dilakukan warga, terutama pada malam hari. Tidak jarang pelanggan datang ketika listrik di rumah mereka sudah padam akibat kehabisan token.
"Sering ada warga datang malam-malam karena token listrik habis. Ada yang baru pulang kerja, ada juga yang baru sadar setelah listrik mati. Mereka langsung beli token di sini karena lebih dekat dan praktis,” ujarnya.
Menurut Ahmad, kebutuhan listrik yang tidak bisa ditunda membuat layanan pembelian token menjadi sangat penting bagi masyarakat. Apalagi, tokonya buka lebih lama dibandingkan sejumlah layanan pembayaran lainnya.
Ia menuturkan nominal pembelian token yang dilakukan warga cukup beragam, mulai Rp20 ribu hingga Rp200 ribu, menyesuaikan kebutuhan rumah tangga masing-masing.
“Kalau malam biasanya yang penting listrik menyala dulu. Ada yang beli Rp20 ribu atau Rp50 ribu. Yang penting aktivitas di rumah bisa berjalan kembali,” katanya.
Keberadaan Agen BRILink di toko-toko lingkungan juga dinilai memudahkan masyarakat desa dalam mengakses berbagai layanan keuangan. Selain membeli token listrik, warga dapat melakukan transfer uang, tarik tunai, setor tunai, hingga pembayaran berbagai tagihan dalam satu tempat.
Bagi Ahmad, layanan tersebut bukan sekadar transaksi, melainkan membantu kebutuhan sehari-hari warga sekitar. “Kalau ada yang datang karena listrik mati, kami berusaha melayani secepat mungkin. Senang rasanya kalau setelah itu mereka bisa pulang dan listrik di rumahnya menyala lagi,” pungkasnya.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda