JurnalPost.com - “It was really a productive and very enriching experience for me, and I hope that this is also an enriching experience for all the participants,” ujar Jessie Barrot, Vice President for Research and Development National University, Filipina sebagai pemateri, menutup rangkaian kegiatan Visiting Top Professor (VTP) yang berlangsung pada 13–17 April 2026.
Bertempat di Auditorium T14 FBS Unesa Kampus Lidah Wetan dimulai pukul 08.00 WIB hingga selesai, kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian agenda akademik yang menghadirkan atmosfer pembelajaran yang dinamis, reflektif, dan kolaboratif. Tidak hanya menjadi forum transfer ilmu, kegiatan ini juga membuka ruang dialog lintas jenjang akademik, mulai dari mahasiswa S1, S2, S3, serta para dosen di FBS.
JurnalPost.com - Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan resmi oleh Dekan FBS Unesa, Bapak Syafi’ul Anam, Ph.D.. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen FBS Unesa sebagai institusi pendidikan besar dalam memperkuat jejaring global, sejalan dengan agenda Sustainable Development Goals poin 17, yaitu Partnership for the Goals. Tanggapan sepakat juga disampaikan oleh Wakil Dekan Bidang I FBS Unesa, Prof. Dr. Anas Ahmadi, M.Pd., yang menegaskan pentingnya menghadirkan akademisi bereputasi tinggi sebagai upaya terus membakar semangat pembelajar sepanjang hayat di kalangan sivitas akademika.
Pada hari pertama tersebut, kegiatan tidak hanya diisi dengan seremoni, tetapi juga penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dan Letter of Willingness (LoW), serta penyerahan cinderamata sebagai simbol terjalinnya kerja sama akademik yang berkelanjutan. Seusai pembukaan, Prof. Jessie Barrot langsung menyampaikan materi bertajuk Academic Mastery Program (from AI-Enhanced Learning to High Impact Research Writing) yang menjadi benang merah seluruh rangkaian kegiatan.

Menariknya, pada hari yang sama juga dilaksanakan sesi review kurikulum bersama Prodi S1 Pendidikan Bahasa Inggris dan Prodi S1 Sastra Inggris. Pembahasan difokuskan pada struktur mata kuliah, sebaran kurikulum, serta penguatan relevansi terhadap kebutuhan global, integrasi teknologi, dan tuntutan akademik internasional.
Hari demi hari, suasana belajar terus berkembang dengan karakteristik peserta yang berbeda. Mahasiswa S1 dari kelas International Undergraduate Program (IUP) menjadi peserta yang mengikuti sesi pada hari pertama, disusul mahasiswa S2 pada hari kedua, selanjutnya dosen dari berbagai program studi di lingkungan FBS berkesempatan pada hari ketiga. Pada sesi dosen, diskusi berlangsung lebih intens, terutama saat para peserta membawa draft artikel yang direncanakan untuk disubmit ke jurnal terindeks Scopus. Mereka saling berbagi gagasan, strategi penulisan, serta refleksi atas kualitas penelitian masing-masing.

Memasuki hari kelima yang menjadi rangkaian kegiatan tatap muka, giliran mahasiswa S3 yang mendapatkan ruang diskusi. Mereka memaparkan dan mendiskusikan draft disertasi secara langsung bersama narasumber. Interaksi berlangsung aktif, dengan pertanyaan dan tanggapan yang terus mengalir sepanjang sesi.
“Prof. Jessie Barrot memberikan presentasi yang jelas tentang bagaimana memperkuat hasil analisis dengan tetap mempertahankan perspektif Asia,” tegas Ika Anggun Camelia, mahasiswa S3 Prodi Pendidikan Seni FBS Unesa yang turut aktif menjadi peserta.
Setiap materi yang disampaikan telah disesuaikan dengan kebutuhan dan level akademik peserta. Pendekatan ini membuat setiap sesi terasa relevan dan aplikatif, baik bagi mahasiswa yang baru mulai menulis akademik maupun dosen yang tengah mengejar publikasi bereputasi internasional.
“Banyak detail yang selama ini ada kalanya terlewat justru dipaparkan dengan mendalam oleh Prof. Jessie Barrot. Hal ini membuat proses penelitian menjadi lebih komprehensif,” ungkap Abdul Aziz Khoiri, dosen Prodi S1 Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FBS Unesa yang juga berperan sebagai ketua panitia dan peserta kegiatan.
Sepanjang kegiatan, suasana diskusi berlangsung hidup. Pertanyaan demi pertanyaan muncul dari berbagai sudut pandang, memperlihatkan tingginya minat dan keterlibatan peserta. Tidak sedikit peserta yang memanfaatkan kesempatan ini untuk mengonsultasikan langsung ide penelitian maupun kendala yang mereka hadapi dalam proses penulisan ilmiah.

Menjelang akhir rangkaian kegiatan, kesan mendalam tidak hanya dirasakan oleh peserta, tetapi juga oleh narasumber. Prof. Jessie Barrot menyampaikan apresiasinya terhadap semangat belajar yang ditunjukkan oleh seluruh audiens. Baginya, interaksi yang terbangun selama lima hari ini menjadi bukti bahwa ruang akademik yang terbuka dan kolaboratif mampu mendorong lahirnya gagasan-gagasan berkualitas.
Kegiatan Visiting Top Professor ini pun tidak sekadar menjadi agenda seremonial, melainkan langkah nyata dalam membangun ekosistem akademik yang lebih kuat, adaptif, dan berorientasi global. Dengan menggabungkan kolaborasi internasional, penguatan kapasitas riset, serta semangat belajar lintas generasi, FBS Unesa menunjukkan komitmennya dalam menciptakan ruang pembelajaran yang terus tumbuh.
Di tengah padatnya diskusi, tumpukan draft penelitian, dan pertukaran ide yang tak henti, ruang auditorium hari-hari itu terasa lebih dari sekadar tempat belajar, yaitu menjadi titik temu semangat, pengetahuan, dan harapan yang bergerak bersama menuju kualitas akademik yang lebih tinggi.
Penulis: Yogi Bagus Adhimas, S.Pd., M.Pd. Dosen FBS Unesa sekaligus Panitia Kegiatan Visiting Top Professor FBS Unesa 2026
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda