JURNALPOST.COM - Kementerian Sosial (Kemensos) RI, pada tahun 2016 ini akan menambah 2,5 juta penerima Program Keluarga Harapan (PKH). Hal ini diungkapkan oleh Menteri Sosial RI, Khofifah Indar Parawansa, Jum'at (4/3).
"Tahun ini kita menambah 2,5 juta penerima PKH. Pada bulan Juni nanti, pencairan untuk penerima baru ini sudah bisa dilakukan," kata Khofifah.
Menurutnya, penambahan jumlah penerima PKH ini dilakukan karena berdasarkan survei yang dilakukan oleh Bank Dunia, program ini merupakan satu-satunya program yang memiliki indeks efisiensi dan penurunan derajat kemiskinan yang signifikan.
"Intervensi PKH kecil, tetapi efektifitasnya tinggi sekali," ujarnya.
PKH merupakan program perlindungan sosial melalui pemberian uang tunai kepada Keluarga Sangat Miskin (KSM), selama keluarga tersebut memenuhi kewajibannya terkait pendidikan dan kesehatan.
Pencairan dana PKH ini dilakukan secara bertahap setiap tiga bulan sekali, atau empat kali dalam satu tahun.
Hingga saat ini, Khofifah menyebut, masih terdapat beberapa Kabupaten yang belum tercover program PKH.
"Di Papua ada 26 Kabupaten, di Papua Barat ada 6 kabupaten, dan 10 Kabupaten di luar Papua," paparnya.
Kofifah berharap, penyaluran PKH di kabupaten-kabupaten tersebut bisa segera dilakukan.
Sementara itu, Dirjen Perlindungan dan Jaminan Sosial Kemensos RI, Harikmat, menambahkan, Kabupaten yang belum tercover melalui program PKH, khususnya yang ada di Papua, pada umumnya memiliki tingkat kemiskinan yang tinggi.
"Tingkat kemiskinan di kabupaten-kabupaten tersebut di atas 30 persen dan berada pada wilayah terpencil," ungkapnya.
Harikmat mengatakan, pihaknya akan berusaha semaksimal mungkin agar program PKH ini akan bisa mengcover seluruh wilayah yang ada di Indonesia. (fo)
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda