SOLO, JurnalPost.com — Sebanyak 10 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) terpilih di Kota Solo mendapatkan pelatihan intensif dalam membangun identitas merek dan strategi branding dalam Workshop Desain Branding dan Touchpoints yang digagas oleh Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta bekerja sama dengan INAMikro.
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 30 Juni hingga 1 Juli 2025, di Garena Gaming & Community Hub Solo Technopark ini mengusung pendekatan desain partisipatif yang melibatkan mahasiswa Desain Komunikasi Visual (DKV) ISI Surakarta sebagai fasilitator bagi para pelaku UMKM.
“Branding bukan hanya soal logo atau tampilan, tapi menyangkut harapan dan visi jangka panjang dari pelaku usaha itu sendiri,” ujar Taufik Murtono, fasilitator utama sekaligus dosen DKV ISI Surakarta saat membuka workshop.
Hari pertama workshop difokuskan pada penguatan pemahaman dasar tentang branding, termasuk elemen visual seperti logo, warna, dan tipografi oleh Taufik Murtono. Direktur Operasional INAMikro, Yudha Mei Lukmana, turut hadir memberikan pemaparan mengenai pentingnya perangkat usaha seperti NIB, PIRT, pemodalan, branding dan promosi, serta jejaring yang dapat mendongkrak daya saing UMKM.
Para peserta kemudian dipasangkan dengan mahasiswa DKV untuk mulai menggarap konsep identitas visual usaha mereka. Lewat sesi eksplorasi dan diskusi intensif, para UMKM diajak menggali nilai, misi, serta karakter unik dari produk mereka yang akan diterjemahkan ke dalam rancangan logo dan elemen grafis lainnya.
Peserta workshop desain branding oleh ISI Surakarta dan INAMikro
Hari kedua workshop mengupas strategi pengelolaan touchpoints—segala bentuk titik interaksi dengan konsumen—baik secara digital maupun non-digital. Dalam sesi ini, peserta belajar mengidentifikasi touchpoint prioritas seperti kemasan, media sosial, hingga desain kartu nama, serta dilatih menggunakan teknologi AI untuk touch up foto produk.
“Banyak UMKM tidak punya akses atau keahlian dalam membuat materi promosi yang layak. Dengan pelatihan ini, kami berharap mereka bisa lebih percaya diri,” tambah Yudha.
Program ini tidak berhenti di sesi tatap muka. Selama satu bulan ke depan, mahasiswa DKV akan terus mendampingi mitra UMKM mereka secara daring untuk menyempurnakan desain identitas merek hingga siap produksi. Hasil akhir berupa sketsa logo, palet warna, dan konsep touchpoint ini juga akan didaftarkan sebagai desain industri.
Melalui kolaborasi ini, ISI Surakarta dan INAMikro berharap dapat memperkuat daya saing UMKM lokal Solo lewat pendekatan branding yang strategis dan partisipatif. Kolaborasi lintas sektor antara akademisi, mahasiswa, dan pelaku usaha ini dinilai menjadi model penguatan kapasitas UMKM yang berkelanjutan.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda