JAKARTA, JurnalPost.com — Universitas Indonesia (UI) memperkuat upaya hilirisasi hasil riset melalui penandatanganan sejumlah perjanjian kerja sama lisensi dengan mitra industri dalam rangkaian UI Innovation Festival 2026 di Gandaria City, Jakarta Selatan, Sabtu (3/10/2026).
Memasuki hari kedua penyelenggaraan, UI Innovation Festival 2026 diikuti sebanyak 278 peserta. Beragam agenda digelar mulai dari kompetisi robotik, diskusi mengenai ekosistem inovasi, workshop pengembangan karier berbasis kecerdasan buatan, penandatanganan lisensi teknologi, hingga pemberian penghargaan kepada peneliti dan inovator.
Direktur Inovasi dan Riset Berdampak Tinggi Universitas Indonesia, Chairul Hudaya, S.T., M.Eng., Ph.D., mengatakan UI Innovation Festival menjadi bagian dari komitmen universitas dalam memperkuat riset, inovasi, hilirisasi, dan komersialisasi teknologi.
“UI Innovation Festival ini merupakan komitmen kami dari UI dalam memperkuat riset dan inovasi serta hilirisasi dan juga komersialisasi teknologi untuk menjadi tempat penguatan kelembagaan Sains Techno Park Universitas Indonesia melalui program project yang namanya PRIME STeP,” kata Chairul.
Rangkaian kegiatan hari kedua dibuka dengan lomba robotik yang diselenggarakan bersama Inventing dan diikuti peserta kategori siswa TK hingga SD.
Kegiatan dilanjutkan dengan talkshow bertajuk “Inovasi Menjawab Masalah Bangsa: Membangun Ekosistem Inovasi dari Kampus menuju Dampak Nyata.”
Diskusi tersebut menghadirkan Prasandhya Astagiri Yusuf, S.Si., M.T., Ph.D., Kasubdit Inovasi dan Riset Berdampak Tinggi DIRBT UI; Gogor Ariyo Wisnu Pradono, S.Si., M.B.A., Kepala Divisi Inkubator Bisnis dan Venture Building DIRBT UI; Nathan Tirtana, Direktur Utama PT Etana Biotechnologies Indonesia; serta H. Arif M. Fazar, S.T., M.M., Kepala Bidang Pembangunan Sumber Daya Industri Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat.
Diskusi membahas pentingnya membangun sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan dunia industri agar hasil riset tidak berhenti pada tahap penelitian.
Sejumlah strategi turut menjadi pembahasan, mulai dari dukungan pendanaan, pengembangan inkubasi bisnis, hingga kolaborasi lintas sektor untuk mempercepat transformasi inovasi menjadi produk maupun solusi yang dapat digunakan masyarakat.
Melalui ekosistem tersebut, hasil inovasi dari perguruan tinggi diharapkan dapat memberikan dampak lebih luas sekaligus mendukung peningkatan daya saing dan kemandirian nasional.

Workshop AI untuk Pengembangan Karier
Selain diskusi mengenai ekosistem inovasi, UI Innovation Festival 2026 juga menghadirkan workshop bersama Apple Developer Academy bertajuk “Future-Proof Your Career: Leveraging AI for Job Readiness.”
Workshop menghadirkan William Sjahrial, Professional Growth Mentor di Apple Developer Academy at BINUS, Tangerang.
Materi workshop berfokus pada pemanfaatan teknologi, termasuk kecerdasan buatan, secara kreatif dan tepat untuk mendukung kesiapan mahasiswa memasuki dunia kerja serta mengembangkan karier.
Antusiasme mahasiswa terhadap kegiatan tersebut cukup tinggi. Seluruh kuota peserta workshop yang disediakan untuk mahasiswa UI tercatat terpenuhi.
UI Teken Tiga Kerja Sama Lisensi
Salah satu agenda utama UI Innovation Festival 2026 adalah penandatanganan perjanjian kerja sama lisensi antara Universitas Indonesia dengan sejumlah mitra industri.
Dari pihak UI, penandatanganan diwakili oleh Kepala Divisi Transfer Teknologi DIRBT Universitas Indonesia, Suminto, didampingi Wisnu Sardjono Soenarso.
Terdapat tiga inovasi yang masuk dalam kerja sama lisensi tersebut, yakni Ukmindonesia.id, Digital Vacuum Porosity Tester–Smart (DVPT-Smart), dan Autoclaim.
Perjanjian lisensi Ukmindonesia.id dilakukan antara Universitas Indonesia dengan PT Indonesia Tumbuh Inklusif. Inovasi tersebut dikembangkan oleh Dewi Meisari Haryanti, S.E., M.Sc.
Sementara lisensi Digital Vacuum Porosity Tester–Smart (DVPT-Smart) dilakukan antara UI dengan PT Inovasi Material Metalurgi, dengan Prof. Dr. Ir. Donanta Dhaneswara, M.Si. sebagai inventor.
Kerja sama lainnya dilakukan untuk inovasi Autoclaim antara Universitas Indonesia dengan PT Seleris Meditekno Internasional. Teknologi tersebut dikembangkan oleh Prof. Dr. Alhadi Bustamam, S.Si., M.Kom., Ph.D.
Penandatanganan kerja sama menjadi salah satu langkah untuk mendorong teknologi hasil penelitian agar dapat memasuki tahap implementasi dan dimanfaatkan secara lebih luas melalui kolaborasi dengan sektor industri.
14 Sertifikat Paten Diberikan
Selepas penandatanganan lisensi, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan penghargaan berupa sertifikat paten yang memperoleh status granted pada 2026.
Sebanyak 14 sertifikat diberikan dalam empat kloter, terdiri atas 13 paten berkode IDS dan satu paten sederhana berkode IDP.
Pelaksana Tugas Direktur Hilirisasi dan Kemitraan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Dr. Adhi Indra Hermanu, S.T., M.T., M.M., menyoroti cepatnya perkembangan teknologi yang turut mengubah pola kerja dan produksi masyarakat.
“Perubahan teknologi berlangsung sangat cepat. Kecerdasan buatan berkembang sangat cepat. Teknologi digital mengubah cara kita bekerja dan berproduksi,” ujar Adhi.
Menurutnya, perkembangan teknologi juga membuka peluang baru dalam berbagai sektor.
Kemajuan bioteknologi, misalnya, dapat menghadirkan inovasi di bidang kesehatan dan pangan. Sementara teknologi energi terus berkembang menuju sistem yang lebih bersih dan efisien.
Karena itu, kemampuan Indonesia dalam mengembangkan sekaligus mempercepat penerapan teknologi dinilai menjadi salah satu aspek penting dalam mendorong kemajuan nasional.
Adhi turut menekankan pentingnya perlindungan kekayaan intelektual dan paten agar inovasi yang dihasilkan peneliti Indonesia memiliki landasan perlindungan dan dapat dikembangkan lebih lanjut.
Penghargaan bagi Startup dan Peserta Pameran
UI Innovation Festival 2026 juga memberikan penghargaan kepada sejumlah startup dan peserta yang terlibat dalam pameran inovasi.

Pada kategori Startup Rising Star, penghargaan diberikan kepada Kibi Parenting dan Vertage.
Penghargaan diserahkan oleh Kepala Divisi Inkubator Bisnis dan Venture Building Direktorat Inovasi dan Riset Berdampak Tinggi Universitas Indonesia, Gogor Ariyo Wisnu Pradono.
Sementara dalam kategori UI Innovation Exhibition Award, penghargaan booth dengan jumlah pengunjung terbanyak diberikan kepada Lembaga Pengembangan Agromaritim dan Akselerasi Innopreneurship (LPA2I) IPB.
Adapun penghargaan untuk booth paling interaktif diberikan kepada UGM Science Techno Park dan Rohto.
Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan pengumuman para pemenang INNOCREATOR FEST 2026.
Penyelenggaraan UI Innovation Festival 2026 menjadi salah satu wadah untuk mempertemukan peneliti, akademisi, pemerintah, startup, dan mitra industri.
Melalui kerja sama lisensi, perlindungan kekayaan intelektual, pengembangan startup, hingga apresiasi kepada para inovator, hasil penelitian diharapkan tidak hanya berhenti sebagai temuan akademik, tetapi dapat dikembangkan menjadi teknologi dan solusi yang memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda