BOGOR, JurnalPost.com – Pengurus Pusat Ukhuwah Al-Fatah Rescue (UAR) siap menggelar Pelatihan Urban Search and Rescue (USAR) di Kantor Basarnas Banten, Serang, pada Jumat hingga Ahad, 19–21 Juni 2026.
Kegiatan ini menjadi bagian dari program peningkatan kapasitas sumber daya manusia UAR di seluruh Indonesia. Pelatihan tersebut akan menghadirkan pembekalan teori dan praktik langsung dari instruktur Basarnas.
Sebanyak 25 anggota UAR dari berbagai Koordinator Wilayah (Korwil) dijadwalkan mengikuti pelatihan ini. Mereka berasal dari Jabodetabek dan Banten, Markas I Cileungsi, Jawa Barat, Banyumas Raya, Jawa Tengah bagian Selatan, Jawa Tengah bagian Utara, Jawa Timur, Lampung, Sumatera Selatan, dan Jambi.
Sekretaris Umum UAR, Muqarrobin Al-Ayubi, mengingatkan korwil yang belum mengirimkan utusan agar segera menyampaikan data calon peserta kepada panitia sesuai instruksi Pengurus Pusat.
“Kami mengharapkan korwil-korwil yang belum mengirimkan utusannya mohon segera menindaklanjuti instruksi Pengurus Pusat dengan mengonfirmasi data personel utusannya kepada Muhammad Tri Habibie, sehingga persiapan kegiatan dapat dilakukan dengan baik,” ujar Muqarrobin, Selasa (9/6/2026).
Menurut Muqarrobin, pelatihan bertema “Meningkatkan Kapasitas Relawan yang Tangguh, Sigap, dan Profesional dalam Penanganan Kedaruratan dan Kebencanaan” ini menjadi momentum penting untuk menyiapkan relawan UAR yang memiliki kemampuan dasar pencarian dan pertolongan di wilayah perkotaan.
Ia mengatakan, kemampuan tersebut penting agar relawan dapat bekerja secara profesional saat menghadapi situasi kedaruratan maupun kebencanaan.
“UAR harus terus meningkatkan kualitas personelnya. Tantangan penanganan bencana dan kedaruratan semakin kompleks sehingga dibutuhkan relawan yang terlatih, disiplin, dan memahami prosedur keselamatan dalam setiap operasi kemanusiaan,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Umum UAR, H. Endang Sudrajat, S.T., M.T., menegaskan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari komitmen organisasi dalam membangun relawan yang tangguh dan siap diterjunkan kapan saja saat masyarakat membutuhkan bantuan.
“Kami ingin setiap wilayah memiliki personel yang memahami dasar-dasar Urban Search and Rescue. Mereka nantinya diharapkan menjadi motor penggerak peningkatan kapasitas relawan di daerah masing-masing serta siap berkolaborasi dalam berbagai misi kemanusiaan,” katanya.
Selama tiga hari pelaksanaan, peserta akan mendapatkan sejumlah materi, mulai dari pengenalan Urban SAR dan sistem INSARAG, pertolongan pertama, pemindahan darurat korban, penggunaan peralatan SAR, praktik Tools, Equipment and Accessories (TEA), teknik cutting, breaking and breaching, hingga praktik horizontal approach.
Seluruh materi tersebut akan dipandu langsung oleh instruktur Basarnas.
Selain peningkatan kemampuan teknis, kegiatan ini juga diarahkan untuk memperkuat koordinasi, komunikasi, kerja sama tim, serta membangun karakter relawan yang memiliki integritas dan semangat pengabdian kepada masyarakat.
Melalui pelatihan ini, UAR menargetkan lahirnya relawan-relawan yang sigap, tangguh, dan profesional sehingga mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dalam berbagai misi kemanusiaan dan penanggulangan bencana di seluruh Indonesia. [AM]
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda