Oleh: Zielda Okkya L, Mahasiswa prodi TI, Politeknik harapan bersama Tegal
JurnalPost.com - Kenakalan remaja di Indonesia masih sangatlah tinggi karena itu perlu adanya pengawasan yang lebih dari orang tua. Anak remaja yang melakukan tindakan kriminalitas bisa di anggap sebagai anak maladaptif atau anak yang tidak dapat melakukan perilaku yang sesuai dengan nilai dan norma sosial.
Biasanya kenakalan remaja dimulai pada umur 12 - 18 tahun (Undang Undang no. 12 tahun 2012) , merupakan rentang usia yang dalam wawasan psikologi tergolong pada masa remaja yang memiliki karakteristik perkembangan yang mungkin membuat anak sulit menyesuaikan sekitar. Dari data UNICEF tahun 2016 kenakalan remaja di Indonesia mencapai sekitar 50%. Angka kriminalitas di Indonesia semakin melonjak dari tahun ke tahun contohnya pada tahun 2022, yang pada saat itu angka kriminalitas naik menjadi 7,13% dari tahun lalu. Ada 31,6 kejahatan setiap jamnya, jika kita lihat pada tahun 2021 menurut Kapolri Listyo sigit Prabowo tingkat kejahatan pada saat itu meningkat 18,764 kasus menjadi 276,507 perkara dari sebelumnya 257,743 kasus pada 2021. Tingkat kriminalitas paling tinggi ada di Papua barat sebesar 289 per 100.000 penduduk diikuti oleh Jakarta dengan tingkat kriminalitas sebesar 277 per 100.000 penduduk. Sedangkan tingkat kriminalitas paling kecil ada di Jawa barat yakni 15 per 100.000 penduduk. Salah satu faktor yang dapat menyebabkan tindakan kriminal ataupun kejahatan, namun perlu di sadari, faktor kemiskinanlah yang menjadi modal awal terjadinya tuntunan kebutuhan hidup Baik dari segi kebutuhan sandang (pakaian), pangan (makanan), papan (tempat tinggal), juga pendidikan dan kesehatan. Selain tidak mampu mencapai kesejahteraan, orang yang dalam kondisi miskin sulit mendapat akses pendidikan. Padahal pendidikan adalah salah satu modal sosial seseorang dalam pencapaian kesejahteraan, dengan pendidikan syarat pekerjaan dapat terpenuhi. Dengan demikian seseorang yang mempunyai penghasilan dapat memenuhi kebutuhan hidupnya dari segi ekonomis. Rendahnya tingkat pendidikan menyebabkan sesorang sulit mendapatkan pekerjaan maka menjadi pendorong keterlibatan Anak dalam tindak kriminalitas. Adapun beberapa faktor yang mempengaruhi mengapa anak remaja melakukan tindak kriminal salah satunya faktor Internal dan Eksternal. Faktor internal, biasanya kepribadian, konsep diri, penyesuaian sosial, tugas perkembangan dan kemampuan penyelesaian masalah yang rendah. Sedangkan Eksternal adalah lingkungan keluarga seperti pola asuh, lingkungan sekolah, dan lingkungan teman. Ada banyak bentuk-bentuk perilaku menyimpang yang dilakukan oleh remaja diantaranya adalah: Menggunakan narkoba, alkohol, atau obat-obatan secara terlarang secara berlebihan dan tanpa pengawasan, yang dapat menyebabkan kesehatan fisik dan mental. Oleh karena itu, jenis obat obat an dan alkohol berdampak sangat besar pada tingkat kriminalitas saat ini. Ditambah hukum dinegara ini bisa dibilang kurang tegas, dan juga banyaknya pengangguran yang berakibat banyak orang yang berfikiran negatif untuk memperoleh uang maupun lainnnya. Melakukan tindakan pencurian, perampokan, atau kejahatan lainnya untuk memperoleh barang atau keuntungan tanpa izin. Terlibat dalam pertentangan antara kelompok atau geng dengan menggunakan kekerasan fisik. Melakukan tindakan bullying, ancaman atau penghinaan secara berulang terhadap orang lain, baik secara fisik maupun lisan. Melibatkan diri dalam perilaku seksual yang tidak pantas atau melanggar hukum, termasuk pelecehan seksual, atau ponografi. Lalu, apa yang harus kita lakukan untuk mengatasi kriminalitas di kalangan remaja? Pertama, mendekatkan komunikasi antara orang tua dan remaja. Salah satu faktor penting dalam mencegah dan mengatasi kenakalan remaja adalah komunikasi yang baik antara orang tua dan remaja, Orang tua perlu mendengarkan dan memahami perasaan dan kebutuhan anak mereka. Dengan terbuka berkomunikasi, remaja akan merasa lebih nyaman untuk berbagi masalah dan konflik yang mereka hadapi, sehingga dapat mencari solusi bersama. Kedua, pendidikan karakter. Mendidik remaja tentang nilai- nilai karakter yang kuat dapat membantu mereka mengembangkan pemahaman yang baik tentang kejujuran, empati, tanggung jawab dan etika. Jadi, kesimpulan yang bisa saya pahami bahwa angka kriminalitas di negara Indonesia terutama itu masih sangat tinggi. Perlunya pengawasan Sejak dini dan perlunya penerapan norma dan agama yang lebih untuk anak-anak remaja. Daftar pustaka Chusniyah tuti. Penyebab kenakalan dan kriminalitas anak.16 September2014. https://fpsi.um.ac.id/penyebab-kenakalan-dan-kriminalitas-anak Su’ud sudarmi. Remaja dan perilaku menyimpang. 16 Desember 2011. https://media.neliti.com/media/publications/221401-remaja-dan-perilaku-menyimpang-studi-kas.pdf
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda