26.9 C
Jakarta
Kamis, April 22, 2021

Transformasi PMKRI Dalam Membentuk Kader Intelektual Populis

Oleh: Yohanes A. Loni

JURNALPOST – PMKRI adalah wadah pembinaan dan pembentukan kader-kader intelektual populis. Ia konsisten dengan komitmennya untuk membentuk kader-kader bangsa dan gereja menjadi kader yang memiliki wawasan kompehensif-integratif yaitu ahli dan katolik serta pancasialis. Dengan kemampuan yang dimilikinya itu kader-kader PMKRI dapat berkiprah di tengah masyarakat terutama karena kader memiliki kredibilitas dan kecakapan serta kewibawaan untuk mengatasi masalah kehidupan bermasyarakat dan bernegara serta menggereja secara kreatif. Untuk mencapai sasaran ini, PMKRI berusaha menata dan memperbaruhi diri sehingga mampu menjawab kebutuhan negara dan gereja.

Kader adalah proses pematangan seorang manusia muda. Pematangan seorang manusia muda diwarnai oleh kondisi dan situasi. Proses pematangan adalah proses mencapai keseimbangan. Keseimbanagan antara watak dan otak. Antra ilmu dan agama. Antara emosional dan mental. Keseimbangan kepribadian: matang dan dewasa! Totalitas dan integral . Namun perkataan “kader” sesungguhnya selalu mengandung pengertian yang bersifat politis. W.J.S. Poerwdarnita menguraikan pengertian kader sebagai orang yang diharapkan akan memegang pekerjaan penting dalam pemerintahan juga partai politik, dan sebagainya.

Dalam konteks ini kader adalah orang yang bertindak dan bekerja demi kepentingan bersama. Untuk mewujudkan tujuan ini maka perlu dibuat suatu pendidikan kader yang sistematis baik secara teoritis maupun praktis. Dari pendidikan itu akan lahir kader-kader bangsa yang bertugas menjadi kepentingan umum (bonum comune) supaya senantiasa berada dalam konteks cita-cita yang menjadi tujuan bersama yakni menciptakan masyarakat adil dan sejahtera.

Bertolak dari pengertian kader tersebut di atas maka PMKRI sebagai sebuah organisasi dengan sendirinya menjadi organisasi kader. Sebagai organisasi kemasyarakatan pemuda yang bertanggungjawab atas kelanjutan kehidupan perhimpunan, kaderisasi PMKRI penting sehingga proses regenerasi bangsa terjamin dan berlangsung dengan baik. Kaderisasi itu sendiri pada hakikatnya menekankan planning kepemimpinan dan regenerasi.

Untuk menyikapi kader bangsa, ada banyak kesempatan kaderisasi, khusus di PMKRI menyiapkan kader Katolik Indonesia yang lahir dari buah pernikahan Anggaran Dasar Perhimpunan dan harapan umat: sarjana yang matang dan dewasa, yaitu keseimbangan kepribadian. Seorang kader dalam PMKRI adalah seorang yang menguasai dan kondisi di masyarakat. Dengan asas, ilmu yang dikuasai oleh seorang kader harus mampu secara nyata menunjukan aspek Kekatolikan berasarkan ajaran Yesus Kristus.

Kader PMKRI merupakan kader yang oleh pembinaan dan perjuangan turut serta dengan penuh tanggungjawab untuk menebus amanat penderitaan rakyat. Kader PMKRI yang integral akan membuka diri untuk membina diri menjadi pribadi yang berkualitas. Ia juga menjadi priadi yang independen namun terbuka pada elemen lain dan dalam kerja sama menggumuli persoalan-persoalan yang dihadapi masyarakat sehingga atas cara yang bijak mereka dapat melakukan perubahan dan transformasi sosial. Menjadi kader intelektual berarti menjadi seseorang yang mau mengangkat kehidupan masyarakat yang adil dan makmur berdasarkan pancasila. Cara-cara yang ditempuh adalah pertama, mengembangkan kerohanian dan pengetahuan serta kejasmaniaan demi terciptanya sarjana ahli yang pancasialis. Kedua, turut serta menyelesaikan dan memperjuangkan kepentingan mahasiswa umumnya dan anggota khususnya, ketiga, turut serta menyempurnakan kehidupan masyarakat Indonesia demi terwujudnya masyarakat yang adil dan makmur berlandaskan pancasila.

Tujuan kaderisasi

• Membina mentalitas iman sang kader agar sanggup melihat situasi hidup masyarakat dan hidup pribadi, dengan kaca mata Sang Putra Allah, yang rela melibatkan diri demi kesejahteraan umum dan peningkatan kesejahteraan umum.
• Menumbuhkan dan mengembangkan sikap batin tertentu, terjadi secara berkesinambungan, di dalam seluruh watak dan kepribadian.
• Memiliki kemampuan untuk berpikir sistematis, realistis, dialektis, logis-rasional, juga memiliki pengetahuan yang kokoh terhadap watak organisasi dan masa depan organisasi. Seorang kader adalah yang berilmu tinggi, memiliki kesadaran sosial-kemasyarakatan, yang jelih melihat dan menanggapi kebutuhan masyarakat, bangsa dan negara. Seorang kader harus berwawasan kebangsaan, meletakan kepentingan masyarakat, bangsa dan negara di atas segala kepentingan pribadi dan organisasi.
• Memiliki motivasi yang tinggi dan spiritualitas yang benar melihat yang Ilahi dalam masalah duniawi secara konsekuen dalam mengikuti Yesus Sang pembebas bagi tegaknya Kerajaan Allah untuk mewujudkan tujuan penciptaan.

Dalam suatu kaderisasi, sang kader harus dimatangkan, sampai ia bisa mematangkan dirinya sendiri, yaitu mengintrisikan motivasi perjuangan, mengedepankan motivasi itu ke dalam kematangan jiwa-raganya. Untuk itu, mutlak dibutuhkan seorang pembina, seorang motivator. Yang hadir melibatkan diri sepenuhnya, dalam alur hidup para kader. Kehadiran dan keterlibatannya menjadi penggerak (motivator) dan penjiwa (animator).

Orientasi Peran Kaderisasi

Kaderisasi memang merupakan warna dominan pada kegiatan-kegiatan pemuda dan mahasiswa di Indonesia. Seluruh proses kegiatan suatu organisasi kaum muda pada dasarnya merupakan pengaderan bagi anggotanya. Semakin banyak kegiatan organisasi, lebih-lebih yang dirancang secara khusus untuk program pengaderan maka makin baik pengaderanya pada peningkatan kualitas kader-kader itu sendiri.

Pola kaderisasi yang dikembangkan selalu disesuaikan dengan tuntutan zaman. Maka tidak dapat disangkal bahwa dewasa ini arus umum kaderisasi diarahkan pada bidang politik. Orientasi kaderisasi dihampir semua ormas pemuda termasuk PMKRI adalah pembinaan dan pengembangan bentuk kepemimpinan politik. Kepemimpinan politik yang dimaksudkan di sini adalah kepemimpinan pada posisi politik baik di lembaga kenegaraan maupun kemasyarakatan .

Oleh karen itu maka orientasi pengaderan sendiri mempunyai tujuan jangka pendek dan jangka panjang. Kepentingan jangka pendek program kaderisasi dalam setiap ormas pemuda termasuk PMKRI untuk memperbanyak jumlah kader yang dapat memelihara keseimbangan dalam organisasi. Sedangkan pembinaan kader dalam jangka panjang seperti pembinaan calon-calon pemimpin bangsa di masa yang akan datang. Dan untuk mendapatkan kader pembinaan yang tangguh maka orientasi pengaderan terarah kepada kader yang memiliki wawasan kebangsaan dan wawasan keimanan.
Sebagai organisasi mahasiswa yang dijiwai nilai-nilai kekatolikan, PMKRI konsisten untuk terlibat dalam membela kepentingan rakyat. Bersama dengan seluruh elemen bangsa, kader PMKRI mesti menyikapi situasi dan kondisi bangsa demi mewujudkan keadilan sosial dan kemanusiaan serta peesaudaraan sejati. Kader PMKRI adalah sarjana yang ahli (aspek kemahasiswaan) dan sarjana yang katolik serta sarjana yang pancasialis. Sarjana dengan kualitas seperti ini adalah putra-putri bangsa yang mampu memenuhi tuntutan Anggaran Dasar PMKRI dan adalah harapan umat Katolik Indonesia.
Kader Yang Berkebangsaan

Kader-kader PMKRI harus menampilkan diri sebagai bagian dari masyarakat. Paradigma organisasi yang elastis harus diubah ke paradigma populis. Dengan itu kader-kader PMKRI bukan saja merupakan bagian dari organisasi formal secara legastis tetapi adalah anggota yang betul-betul mencerminkan organisasi yang bertanggung jawab untuk kelangsungan hidup negara Republik Indonesia dan terus berjuang untuk menebus amanat penderitaan rakyat. Sikap mental kebangsaan harus menjadi cita-cita dan keterlibatan serta kesetiaan yang jelas pada perjuangan bangsa Idonesia. Pancasila yang adalah ideologi bangsa itu sudah merupakan asas perhimpunan. Dengan demikian pancasila juga menjadi ideologi kader PKRI. Sila pertama bukan sekeder suatu pengakuan ……?next
Kepemimpinan Kaderisasi

Dalam sejarah yang panjang, peran pemuda dalam perpolitikan Indonesia telah mengalami dialektika dengan berbagai konteks sosial-kultural yang dihadapinya, jauh sebelum Indonesia merdeka, pemuda telah memperlihatkan partisipasi politik yang tinggi sebagai manifestasi dari keinginan untuk membebaskan dari belenggu kolonialisme dan imperalisme Barat. Peran pemuda dalam politik di Indonesia abad ke-20 merupakan fenomena khas kaum muda. Meluasnya kesempatan penduduk untuk memperoleh pendidikan, industralisasi dalam batas-batas tertentu, urbanisasi disentegrasi masyarakat primitif, teknologi perkembangan dengan cepat telah menunjukan dengan baik bahwa perubahan-perubahan pada rana struktur sosial-kultural telah membentuk kurang lebih apa yang disebut dengan nilai-nilai “rasional”, inilah yang menjadi dasar bagi gerakan politik kaum muda .

Partisipasi politik kaum muda dalam pentas perpolitukan Indonesia sangat sangat penting bagi upaya mencari jalan sebagai upaya memahami eksistensi politik kaum muda. Kini wacana pemimpin muda mencuat kembali dalam politik Indonesia, mesti sebenarnya eksistensi politik kaum muda semakin menunjukan grafik meningkat seiring dengan iklim politik yang semakin demokratis.

Perhimpunaan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia adalah arah langkah perjuangannya memaknai kepemimpinan sebagai sebuah asa menuju perubahan ke arah bangsa menjadi lebih martabat. Menjawabi misi perhimpunan melalui kaderisasi pembinaan dan perjuangan, kader PMKRI mampu mnjawabi tantangan dan situasi dengan melatih dan membina diri dalam bingkai pendidikan formal berjenjang lanjutan ditingkat cabang yaitu latihan kepemimpinan dan kaderisasi (LKK).

Latihan kemimpinan dan kaderisasi mampu menjadi jawaban krusial akan kebutuhan sumber daya kaum muda berkaitan dengan nilai-nilai serta penguatan kapasitas kader Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia yang berintegritas dan inovatif dibingaki dalam keutuhan spiritual Kristus sebagai teladan gerakan kader.

PMKRI sebagai organisasi kader harus mampu menjadi sebuah organisasi yang eksis. Untuk menjadi organisasi yang matang dan mapan dituntut tiga hal yaitu pertama, konstitusi sebagai langkah gerak organisasi dalam menghadapi berbagai tantangan, kedua, sistem operasional guna menunjang sistem yang dibangun dalam organisasi. Dan ketiga, infrastruktur untuk menunjang sistem yang dibangun dalam organisasi.

Transformasi organisasi juga menandakan gerak baru dalam organisasi yakni kemandirian dalam pembinaan dan sikap politik dan finansial. Tranformasi juga mendorong dibangunnya jaringan sebagai kekuatan bagi kader-kader untuk melaksanakan perubahan sosial dalam masyarakat. Keterlibatan itu menentukan ciri kontekstualitas PMKRI, yaitu bahwa sebagai organisasi ia berupaya berjalan searah dengan gerak jaman dan senantiasa menjawab kebutuhan dan tuntutan sosial kemasyaratan dan kegerejaan.

Transformasi organisasi PMKRI merupakan saran untuk menjadikan PMKRI mampu berjalan di tengah zaman. Hal itu menuntut komiten yang konsisten setiap kader PMKRI sehingga kemandirian, kebiasaan dan kontekstualan PMKRI dapat menjawab visi dan misi organisasi yaitu “Terwujudnya keadilan sosial, kemanusiaan dan persaudaraan sejati.”Berjuang dengan terlibat dan berpihak kepada kaum tertindas melalui kaderisasi intelektual populis yang dijiwai nilai-nilai kekatolikan untuk mewujudkan keadilan sosial, kemanusiaan dan persaudaraan sejati.
******
Penulis : Mahasiswa STFK Ledalero
Semester : VIII
Anggota PMKRI Cab. Maumere
Ketua Ikatan Mahasiswa Asal Manggarai-Maumere (IMAMM)

Berita terbaru

Berita Menarik Lainnya

- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Masuk

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Masuk

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.