JURNALPOST - Pandemi virus Corona yang sedang terjadi di Indonesia dan juga Negara-negara lain berdampak besar terhadap perekonomian dari berbagai sektor, terutama di sektor usaha makanan dan minuman. Kegiatan usaha pun harus beradaptasi dengan perilaku baru masyarakat yang menerapkan work form house serta social distancing. Hal ini membuat pelaku usaha mengubah strategi pemasaran yang relevan dengan situasi saat ini.
penurunan daya beli masyarakat dipicu perlambatan ekonomi global dan nasional akibat pandemi virus corona akan menjadi tantangan bagi perseroan tahun ini. Meski demikian, perseroan diprediksi tetap bertumbuh, karena produk yang dipasarkan merupakan makanan dan minuman.
produk Mayora kemungkinan relatif stabil selama kebijakan pembatasan sosial (social distancing) akibat pandemi virus corona atau Covid-19. Program pemerintah tersebut akan mendorong masyarakat untuk mencadangkan kebutuhan pokok, seperti biskuit, wafer, dan sereal.
Tantangan penjualan produk Mayora sepanjang tahun ini lebih banyak dipengaruhi oleh penurunan daya beli masyarakat dibandingkan persaingan usaha segmen makanan dan minuman. Penurunan aktivitas ekonomi yang berujung terhadap penambahan jumlah pengangguran dan penurunan pendapatan bisa memicu penurunan daya beli masyarakat. Meski menghadapi tantangan akibat perlambatan ekonomi, Mayora cenderung defensif akibat ketidakpastian wabah corona. Ketidakpastian akan membuat penundaan peluncuran produk baru makanan dan minuman yang bisa menurunkan tingkat kompetisi. Sementara, perseroan diuntungkan oleh kuatnya brand Mayora di tengah masyarakat.
Adapun pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS juga bisa berimbas positif terhadap perseroan, karena sebesar 46% penjualan perseroan untuk pasar ekspor. “Kami memperkirakan Mayora akan menjadi perusahaan yang paling diuntungkan oleh pelemahan nilai tukar tersebut. Perseroan bisa meraup keuntungan kurs senilai Rp 115 miliar dari pelemahan rupiah tahun ini,” jelas Paulina.
Mayora juga akan mendapatkan sentimen positif dari berlanjutnya penurunan harga material tahun ini, seiring dengan pelemahan perekonomian dunia. Begitu juga dengan biaya iklan dan promosi diperkirakan tetap stabil, seiring dengan rasionalisasi beban biaya.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda