Tegal, Jurnalpost - Untuk mengantisipasi gerakan radikalisme, Staf Khusus Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Dr. H. Abdul Wahid Maktub mengajak kepada insan mahasiswa untuk berfikir ilmiah dan kritis dan mengatasi bersama kemungkinan ancaman gerakan radikalisme muncul di kampus.
Staf Khusus Menristekdikti Dr. H. Abdul Wahid Maktub menjadi pembiacara dalam seminar pendidikan di UPS Tegal
"Kita harus bersama-sama berupaya menanggulangi kemungkinan gerakan radikal di kampus, berbagai langkah kita tempuh yaitu penguatan Indonesia melalui berbagai kegiatan dan program pendidikan cinta tanah air" ungkapnya ketika ditemui dalam acara seminar pendidikan dalam rangka Dies Natalis ke 37 FKIP di Universitas Pancasakti hari Senin (15/5/17).
Lebih lanjut langkah staf khusus menristekdikti mengatakan selain program pendidikan cinta tanah air, Dikti sudah mendesain kurikulum bela negara dan wawasan kebangsaan.
"Kita sudah mendesain kurikulum Bela Negara dan Wawasan Kebangsaan kepada mahasiswa tingkat awal dan sudah diperkenalkan istilahnya general education yaitu konsep kebangsaan supaya mereka peka dan peduli terhadap masalah bangsa Indonesia" jelasnya.
Selain itu dirinya akan selalu monitoring setiap penerimaan mahasiswa baru di universitas bila ada gerakan yang mengancam Pancasila yang tidak dikenal masuk ke dalam kampus.
"Kita lakukan monitoring sejak awal terhadap penerimaan mahasiswa baru bila ada intervensi dari kelompok yang tidak dikenal memberikan pengaruh, sekarang mahasiswa harus tetap belajar dan berfikir ilmiah objektif , kita akan pantau ancaman masuknya radikalisme di kampus" ujarnya.
Ia juga berharap kepada mahasiswa bahwa jangan terpengaruh dengan gerakan radikalisme dan selalu perkuat dengan budaya Indonesia. (ydt)
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda