Salatiga, Jurnalpost - IAIN Salatiga pada tahun ini melaksanakan Pengenalan Budaya Akademik dan Kampus (PBAK) secara online pada 22 sampai 25 September 2020 lalu. Hal ini dilakukan untuk mengurangi penyebaran virus corona yang tengah melanda dunia.
Namun dalam pelaksanaan tersebut, dimana saat narasumber ketiga, Anjas Pramono memaparkan materinya, terdapat beghround salah satu organisasi eksternal kampus digunakan. Tentunya hal tersebut mendapat banyak sorotan dari banyak mahasiswa. Salah satunya Laelatun Fajri mahasiswa jurusan Psikologi Islam, mengatakan bahwa hal itu sah saja karena setiap organisasi pasti ingin dikenal dengan banyak orang dan memiliki banyak anggota.
“Seperti hal nya yang dilakukan kak Anjas, dia mempromosikan organisasi yang membawa namanya lebih besar dari sebelumnya melewati materi PBAK daring di IAIN Salatiga. Organisasi atau UKM lainnyapun pastinya lebih bisa ekspose karena dunia maya saat ini lingkupnya sangat luas, sangat banyak cara yang dapat dilakukan untuk memperkenalkan apa yang kita banggakan.” Ugkap Fajri.
Lain dengan Fajri, Nurma Aulia Firdaus mahasiswa jurusan Psikologi Islam mengatakan bahwa hal tersebut termasuk tidak adil, karena seperti tidak menghargai perbedaan.
“Menurutku itu tidak adi, karena seperti tidak menghargai perbedaan. Apalagi beghround dengan tema materi tidak ada kaitannya dan terlalu membangga-banggakan kelompoknya. Padahal tema PBAK ini adalah modernisasi Beragama, namun beliau seperti tidak mencerminkan kemoderatan dalam beragama.” Ujar Nurma
Namun begitu, diakhir ungkapannya tersebut Nurma mengatakan bahwa beliau sangat mengispirasi sekali.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda