JurnalPost.com - Pohon merupakan tanaman yang penting bagi semua makhluk hidup. Belakangan tahun ini ramai dan pesatnya pembangunan membuat maraknya penebangan pohon. Ditebangnya satu pohon sama dengan menebang sumber oksigen. Penebangan pohon menghasilkan dampak yang sangat banyak bagi kehidupan antara lain: jumlah oksigen berkurang, tingkat polusi udara yang meningkat, tanah yang tandus sehingga akan memicu kekeringan air dan lain sebagainya.
Bagian-bagian pohon meliputi akar, yang memiliki fungsi sebagai penopang agar pohon kokoh dan tidak roboh dan membantu mendapatkan zat hara ataupun air serta membanttu respirasi dan pernafasan. Selanjutnya batang, yaitu tempat melekatnya bagian pohon lainnya. Kemudian daun sebagai tempat berlangsung fotosintesis. Selanjutnya buah, yang dapat dimakan oleh makhluk lain. Terakhir bunga sebagian menjadi reproduksi yang utama. Jenis-jenis pohon sangatlah beragam, keanekaragamannya bisa dijadikan sebagai indikator sesuai dengan organisasi biologi yang dimiliki pohon tersebut. Sanking pentingnya pohon bagi kehidupan pada tanggal 10 Januari diperingati Hari Gerakan Menanam Pohon Sedunia, hal ini menandakan bahwa peranan pohon sangatlah di perlukan untuk makkhluk hidup.
Pohon menghasilkan oksigen (O2) dan mengurangi karbondioksida (CO2). Oksigen (O2) adalah gas yang amat diperlukan manusia dan makhluk lainnya untuk melangsungkan hidupnya. Sementara pohon membutuhkan karbondioksida untuk melangsungkan fotosintesis. Gas karbon dioksida (CO2) merupakan suatu gas yang beracun jika jumlahnya berlebihan. Jika kandungan gas karbon dioksida berlebihan maka akan memicu efek rumah kaca. Pohon memeberikan sumbangsi oksigen terbesar dibumi. Proses fotosintesis yang dilakukan oleh pohon adalah daur ulang udara, dimana gas karbondioksida yang diserap dari udara dan pohon melakukan fotosintesis yang menghasilkan oksigen yang dilepaskan ke udara yang digunakan oleh manusia dan makhluk lain untuk bernafas.
Peranan pohon sangatlah penting, pohon dapat menahan laju air dan erosi. Akar pada pohon mampu menahan erosi dan meningkatkan cadangan air pada tanah. Apabila lingkungan ditumbuhi dengan pepohonan maka lingkungan tersebut akan terasa nyaman dan sejuk. Hal ini karena evapotranspirasi tanaman yang menyebabkan kadar kelembaban meningkat dan suhu di sekelilingnya menjadi rendah. Bahkan pentingnya pohon dapat mengurangi zat pencemaran udara, baik itu dari asap pabrik, asap kendaraan, dan aktivitas lainnya. Fungsi pohon dapat berpengaruh terhadap keanekragaman makhluk hidup, sebuah pohon mampu menjadi rumah ataupun sarang bagi ratusan jenis serangga atau hewan-hewan kecil, lumut, dan tumbuhan lainya. Makhluk-makhluk yang hidup di hutan tanpa pohon tidak akan mempunyai tempat tinggal.
Berdasarkan informasi ataupun data Northwest Territories Forest Management, Kanada menyatakan bahwa pepohon dengan tinggi mencapai 33 meter dan diameter sebesar 18 meter akan menghasilkan atau melepaskan oksigen ke lingkungan sebesar 3000 lbs atau sama dengan 1500 kg. Adapun data lainnya yang diumumkan oleh Environment Canada, Canada's national environmental agency menyatakan satu pohon yang dewasa atau tua akan menghasilkan 260 lbs oksigen atau setara dengan 120-130 kg setiap tahunnya.
Banyak cara yang dapat kita lakukan agar dapat melindungi dan melestarikan pohon seperti melakukan reboisasi yaitu penghijauan kembali hutan yang sudah gundul agar dapat berfungsi sebagaimana mestinya. Dapat pula dilakukannya sistem tebang dan tanam, sistem ini adalah cara yang simpel yaitu dengan cara menanam kembali pohon yang baru ketika pohon yang lain ditebang. Dengan cara ini pohon akan tetap terjaga kelestariannya di alam.
Dari hal ini dapat dilihat bahwa manusia, hewan dan pohon merupakan makhluk hidup yang saling membutuhkan dan berkaitan untuk keberlangsungan hidupnya. Kerjasama dan kesadaran diri sangatlah diperlukan untuk menjaga dan melestarikan pohon. Oleh karena itu marilah kita menanam, menjaga dan merawat pohon untuk menyelamatkan bumi. Karena tanam pohon hari ini, akan bantu bernafas besok.
Oleh: Najma Kamelia Harahap Pendidikan Biologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda