Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Artikel
  3. Tak Punya Partner Speaking? AI Bisa Jadi Teman Latihan Bahasa Inggris

Tak Punya Partner Speaking? AI Bisa Jadi Teman Latihan Bahasa Inggris

Foto profil Hasbi
Editor: Hasbi
15 Agustus 2026, 22.42 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
4 menit baca
Partner Speaking
Sumber: www.magnific.com

Oleh : Atef Fahrudin

JurnalPost.com - Kemampuan berbicara dalam bahasa Inggris kini semakin penting, baik untuk kebutuhan akademik, pekerjaan, maupun komunikasi lintas negara. Namun, salah satu kendala yang sering dialami pembelajar bahasa Inggris adalah sulitnya menemukan teman untuk berlatih berbicara secara rutin. Banyak orang sebenarnya memahami kosakata dan tata bahasa, tetapi tetap merasa gugup ketika harus berbicara secara langsung. Di sinilah perkembangan Artificial Intelligence atau AI mulai menawarkan alternatif baru: menjadi partner latihan speaking.

IKLAN

Kehadiran AI mengubah cara seseorang belajar bahasa. Jika sebelumnya latihan speaking membutuhkan guru, teman, atau komunitas tertentu, sekarang seseorang dapat berlatih kapan saja melalui aplikasi atau chatbot berbasis AI. Pengguna dapat memulai percakapan sederhana, melakukan simulasi wawancara, berlatih presentasi, bahkan mendiskusikan topik tertentu dalam bahasa Inggris.

Dosen Universitas Bhayangkara
Baca Juga

Dosen Universitas Bhayangkara Jakarta Raya Latih Guru SDN Srijaya 04 Tingkatkan Kemampuan Public Speaking

Keunggulan utama AI adalah ketersediaannya. AI tidak memiliki jadwal sibuk, tidak merasa lelah, dan tidak keberatan ketika pengguna melakukan kesalahan berulang kali. Hal ini sangat membantu bagi orang yang merasa malu ketika berlatih dengan manusia. Rasa takut dianggap salah, ditertawakan, atau memiliki pengucapan yang belum sempurna sering kali menjadi penghambat utama dalam speaking.

Dalam konteks komunikasi, kondisi tersebut menarik. Kemampuan berbicara tidak hanya berkaitan dengan pengetahuan bahasa, tetapi juga kepercayaan diri dalam menyampaikan pesan. Seseorang mungkin memahami grammar dengan baik, tetapi tetap kesulitan berbicara jika terlalu takut melakukan kesalahan. AI dapat menjadi ruang latihan dengan tekanan sosial yang lebih rendah.

Pengguna dapat meminta AI berperan sebagai lawan bicara dalam berbagai situasi. Misalnya, AI dapat menjadi petugas imigrasi ketika pengguna ingin berlatih percakapan di bandara, menjadi pewawancara untuk simulasi wawancara kerja, atau menjadi teman yang sedang mendiskusikan film. Latihan semacam ini membuat proses belajar terasa lebih kontekstual dibanding sekadar menghafal kosakata.

AI juga dapat memberikan umpan balik. Pengguna dapat meminta koreksi terhadap susunan kalimat, pilihan kata, atau cara menyampaikan suatu gagasan agar terdengar lebih alami. Dalam beberapa platform yang mendukung percakapan suara, pengguna bahkan dapat melatih kemampuan listening dan speaking secara bersamaan.

Dosen Ilmu Komunikasi UPN
Baca Juga

Dosen Ilmu Komunikasi UPN Veteran Jatim Dorong Kemampuan Public Speaking dan Bahasa Inggris Siswa

IKLAN

Meski demikian, AI bukanlah pengganti sepenuhnya bagi komunikasi dengan manusia. Percakapan nyata memiliki unsur yang jauh lebih kompleks, seperti ekspresi wajah, bahasa tubuh, perubahan emosi, humor, budaya, dan respons spontan yang tidak selalu dapat direplikasi secara sempurna oleh teknologi.

Selain itu, pengguna tetap perlu berhati-hati terhadap koreksi yang diberikan AI. Sistem AI dapat memberikan jawaban yang terdengar meyakinkan tetapi belum tentu selalu tepat. Oleh karena itu, AI sebaiknya digunakan sebagai alat pendamping, bukan satu-satunya sumber pembelajaran.

Strategi yang paling efektif adalah menggabungkan latihan menggunakan AI dengan interaksi nyata. AI dapat digunakan untuk membangun kebiasaan berbicara terlebih dahulu. Setelah rasa percaya diri meningkat, pengguna dapat mulai berlatih dengan teman, bergabung dalam komunitas bahasa Inggris, atau berkomunikasi langsung dengan penutur lain.

Misalnya, seseorang dapat menyediakan waktu 15 hingga 20 menit setiap hari untuk berbicara dengan AI dalam bahasa Inggris. Hari pertama membahas aktivitas sehari-hari, hari berikutnya melakukan simulasi wawancara, kemudian berlatih menyampaikan pendapat mengenai isu tertentu. Setelah selesai, pengguna dapat meminta AI menunjukkan beberapa kesalahan utama dan memberikan alternatif kalimat yang lebih natural.

STIE Tri Bhakti
Baca Juga

STIE Tri Bhakti Bekasi Tingkatkan Keterampilan Bahasa Inggris bagi Masyarakat dan UMKM Rawalumbu

Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa AI sebenarnya tidak harus dipandang sebagai teknologi yang menggantikan proses belajar manusia. AI justru dapat menjadi jembatan yang membuat seseorang lebih berani memulai.

Pada akhirnya, tantangan terbesar dalam belajar speaking sering kali bukan kekurangan materi, melainkan kurangnya kesempatan untuk berbicara. Buku dapat mengajarkan grammar dan aplikasi dapat membantu menghafal kosakata, tetapi kemampuan komunikasi berkembang ketika seseorang benar-benar menggunakan bahasa tersebut.

Jika selama ini alasan untuk tidak berlatih adalah “tidak punya teman speaking”, perkembangan AI membuat alasan tersebut semakin sulit dipertahankan. AI memang tidak dapat sepenuhnya menggantikan manusia sebagai lawan bicara. Namun, sebagai teman latihan yang tersedia kapan saja, sabar menghadapi kesalahan, dan mampu menyediakan berbagai skenario percakapan, AI dapat menjadi salah satu partner belajar bahasa Inggris yang sangat praktis di era digital.

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/tak-punya-partner-speaking-ai-bisa-jadi-teman-latihan-bahasa-inggris/97140/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 03 November 2026, 20.17 WITA

  • #Bahasa Inggris

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Pembangunan Ekonomi dan Ancaman Kerusakan Lingkungan, Sejauh Mana Hukum Indonesia Melindungi Alam?

Main Ponsel Saat Lampu Merah, Apakah Termasuk Pelanggaran Lalu Lintas? Ini Tinjauan Hukumnya

Kemandirian Pesantren: Dari Pusat Pendidikan Agama Menjadi Penggerak Ekonomi Desa

DP3AKB Sidoarjo Gelar FGD Evaluasi Peta Jalan Pembangunan Kependudukan 2025–2029, Perkuat Koordinasi Antar-OPD

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Dari Daun Kelor Menjadi Snackbar Bergizi, FK UPN “Veteran” Jakarta Ajak Masyarakat Kelurahan Pangkalan Jati Baru Perkuat Upaya Pencegahan Stunting

Pasar Turi Baru Surabaya Hadirkan Beragam Kegiatan, Tak Sekadar Menjadi Pusat Perdagangan

Kejujuran Perlu Ekosistem: Membangun Budaya Integritas dari Lingkungan Kampus

Mahasiswa Edukasi Gizi 102 Anak di Palembang, Hasil Tes Meningkat

Pilihan Editor

  1. 1 Digitalisasi Bank Syariah Permudah Transaksi, Keamanan Data Nasabah Jadi Tantangan Utama
  2. 2

    Mahasiswa UPN Veteran Jatim Ikuti Rapat DPRD Tuban, Pelajari Perdebatan Anggaran dan Prioritas R-APBD 2027

  3. 3

    Dukung SDG 4 dan SDG 12, Laboratorium FTS UPN Veteran Jawa Timur Kini Terapkan SOP Pengelolaan Limbah B3

  4. 4

    Dari Daun Kelor Menjadi Snackbar Bergizi, FK UPN “Veteran” Jakarta Ajak Masyarakat Kelurahan Pangkalan Jati Baru Perkuat Upaya Pencegahan Stunting

  5. 5

    Inovasi Teh Kulit Jeruk: Pemanfaatan Limbah Pangan Fungsional untuk Mendukung Ketahanan Pangan Nasional

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.