MAKASSAR, JURNALPOST - Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan ‘Danny’ Pomanto memperkirakan pembangunan tol dalam kota di Makassar dimulai tahun 2017 mendatang. Hal ini ia ungkapkan sesaat setelah tim dari Nusantara Infrastruktur (NI) mempresentasikan progress traffic information system dan proyek jalan tol Makassar, Jembatan Tallo II dan frontage di ruang kerjannya, Selasa (10/5).
Menurut Danny progress terakhir sudah sampai pada tahap teknikal. Fase-fase teknikal inilah yang menurutnya paling sulit karena membahas terkait banyak hal di antaranya, karakter tanahnya, pemiliknya siapa, bagaimana pembebasannya, apa yang harus dikonfirmasi dan sampai di mana tahapannya, hingga penyelesaian desain.
“Kebetulalan kita semua disini cukup mengerti sehingga tadi sudah tuntas tinggal direfisi desainnya,” ucap wali kota berlatar belakang arsitek ini.
Tahap selanjutnya, kata Danny, tinggal pengurusan izin pada pihak Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) yang terkadang membutuhkan waktu yang panjang. Bahkan menurutnya seringkali izin pembangunannya, justru lebih lama ketimbang pekerjaan bangunan itu sendiri.
Danny menyampaikan tidak ada pembebasan lahan pada pembangunan tol dalam kota ini. Bahkan jika proyek pekerjaan tol ini berlanjut maka pihaknya akan menggunakan jalur kanal agar sebisa mungkin dapat menghindari budget untuk pembebasan lahan.
“Kita berharap tahun 2017 sudah mulai dikerjakan, tergantung izinnya. Teman-teman di JICA juga telah menyampaikan komitmen jadi keuangan aman, Alhamdulillah dibantu,” terangnya.
“Teknologi siap, gambar siap, solusi siap, pemerintah kota segera mempersiapkan diri untuk sosialisasi jika perlu. Karena pasti ada pohon yang ditebang di situ, ada taman-taman dibongkar, tapi apa boleh buat. Pasti ada pengorbanan demi kemajuan akan datang, kita akantata kembali termasuk akselerasi dengan Kaki Lima'ta di Jalan Boulevard,” jelas Danny Pomanto.
Sementara itu General Manager Corporate Affairs NI, Deden Rochmawati menambahkan bahwa apa yang disampaikan pada wali kota merupakan rencana awal dan masih akan kembali dipresentasikan.
“Ini masih rencana awal yang akan kita sesuaikan dengan pikiran-pikiran pak Wali. Kami akan membuat desainnya kembali dan nanti tinggal pengurusan izin-izinnya. Kendalanya tinggal diproses saja, akan ada presentase berulang-ulang di pusat. Semua jalan tol juga begitu,” ungkapnya.
Rencananya, tol dalam kota dengan panjang total 5 km adalah tol elevated (melayang) yang akan dibangun dari Tol Reformasi Seksi 2, melewati Jalan AP Pettarani ke arah Jalan Alauddin dan Jalan Boulevard. (one/jp)
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda