JurnalPost.com - Masjid Agung Demak selalu ramai dengan jama'ah dari berbagai penjuru, namun juga semakin padat di bulan Ramadhan. Para jama'ah tercatat mengikuti Malam Likuran di Masjid yang didirikan Walisongo ini bahkan memenuhi sampai alun-alun Demak. Malam Likuran dilaksanakan sebagai wujud ikhtiar para jama'ah mendapatkan lailatul qadar di bulan suci Ramadhan. Jum'at (14/4/2023)
Likuran bermakna bilangan angka dua puluh keatas (21, 22, 23, dst - red), sebagaimana ajaran Kanjeng Nabi yang mengatakan bahwa lailatul qadar terdapat pada 10 hari terakhir bulan Ramadhan. Di dalam kitab Ihya Ulumuddin, Imam Al Ghazali lebih lanjut memaparkan bahwa lailatul qadar terjadi pada malam Ramadhan hitungan ganjil.
Pelaksanaan Malam Likuran di Masjid Agung Demak sudah ada sejak dari zaman kesultanan dahulu, maka tidak mengherankan jika ikhtiar Ramadhan yang dilaksanakan menjadi sebuah tradisi kearifan khas Demak.
Pewarta: Hasan Munadi
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda