Sorong, Jurnalpost.com – Upaya memeriahkan Peringatan HUT RI 80 Pertamina melalui Pertamina Foundation dan Sobat Bumi Pertamina Foundation (PF) 11 Politeknik Kelautan dan Perikanan (KP) Sorong melaksanakan aksi peduli terhadap lingkungan dan ketahanan pangan masyarakat.
Rangkaian kegiatan yang diinisiasi ini bertajuk "Bumiku Asri, Pangan Berdikari" selama dua hari. Program ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk menciptakan masyarakat yang peduli lingkungan sekaligus mandiri secara ekonomi.
Green Action aksi sobat bumi ini terdiri dari dua kegiatan utama yang saling melengkapi. Kegiatan pertama adalah Aksi pilihan Tuntaskan Sampah yang dilaksanakan pada Selasa, 19 Agustus 2025 di Ruang Batanta dan Pantai Kampus Politeknik KP Sorong.
Kegiatan kedua adalah Aksi Wajib Mandiri Pangan Keluarga “Budikdamber” (Budidaya Ikan dalam Ember) yang diselenggarakan pada Kamis, 21 Agustus 2025 di Desa Suprau, Papua Barat Daya. Kedua aksi tersebut dirancang untuk membangun kesadaran masyarakat dan meningkatkan kemandirian pangan keluarga.
Pada hari pertama, Direktur Politeknik KP Sorong memberikan sambutan pembuka mengenai pentingnya menjaga lingkungan kampus. Beliau menekankan pentingnya memilah sampah dan mengubah sampah plastik menjadi kreativitas bernilai seperti Ecobrick yang dapat dimanfaatkan kembali. Kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi tentang pengelolaan sampah yang benar dan berkelanjutan. Para peserta juga mengikuti permainan edukatif yang dirancang untuk meningkatkan pemahaman tentang pentingnya pengelolaan sampah yang baik.
Sesi tuntaskan sampah menjadi bagian menarik dari kegiatan hari pertama. Para peserta dan panitia bersama-sama melakukan tuntaskan sampah di area kampus serta membuat papan terurai dari bahan daur ulang. Kegiatan ini memberikan pengalaman langsung kepada peserta tentang cara mengelola sampah dengan benar. Acara ditutup dengan pembagian snack dan penyerahan hadiah kepada pemenang games edukatif yang telah diselenggarakan.

Hari kedua dimulai dengan koordinasi dengan perangkat Desa Suprau sebagai bentuk koordinasi dengan pemerintah setempat. Ketua RT Suprau memberikan sambutan sekaligus apresiasi atas program yang dilaksanakan Sobat Bumi. Mentor Sobat Bumi dan Ketua Aksi Sobat Bumi Politeknik KP Sorong juga memberikan sambutan yang menjelaskan tujuan dan manfaat program budikdamber.
Pemaparan materi budikdamber menjadi sesi utama pada hari kedua. Peserta diberikan penjelasan mendalam tentang teknik budidaya ikan dalam ember, mulai dari pemilihan bibit, cara perawatan, hingga teknik panen yang optimal. Materi juga mencakup cara pembuatan budikdamber yang efektif dan efisien dengan memanfaatkan lahan terbatas.
Pengetahuan ini sangat penting bagi masyarakat yang ingin mengembangkan usaha mandiri di bidang perikanan. Sesi pelatihan praktik budikdamber dilakukan secara langsung oleh panitia bersama peserta. Para peserta mendapat kesempatan untuk membuat budikdamber sendiri dengan bimbingan langsung dari awardee sobat bumi. Mereka belajar cara menyiapkan ember, sistem aerasi sederhana, pemilihan pakan ikan, dan teknik monitoring kesehatan ikan. Pelatihan melalui praktik langsung ini memberikan bekal praktis yang dapat langsung diterapkan peserta di rumah masing-masing.
Melalui kedua aksi ini, Sobat Bumi PF 11 berharap dapat menciptakan dampak positif jangka panjang. Program ini tidak hanya memberikan manfaat berupa pengetahuan dan keterampilan baru. Lebih dari itu, program ini diharapkan dapat mengubah mindset masyarakat tentang pentingnya menjaga lingkungan sambil mengembangkan potensi ekonomi lokal. Sinergi antara kelestarian lingkungan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat menjadi target utama yang ingin dicapai.
Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan Sobat Bumi dalam mengimplementasikan program-program pemberdayaan masyarakat. Program serupa telah dilaksanakan di berbagai lokasi dengan fokus pada isu lingkungan dan ketahanan pangan. Konsistensi dalam menjalankan program pemberdayaan masyarakat menunjukkan dedikasi Sobat Bumi Politeknik KP Sorong terhadap pengembangan sosial ekonomi masyarakat di lingkungannya.
Oleh : Makia Renhoat-Sobi Sorong
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda