Oleh: Aqiq Muttaqin, M.Pd.
JurnalPost.com - Rangkaian Lari Lintas Juang (Lalinju) SMP Labschool Cibubur yang dirangkaikan dengan Serah Terima Jabatan dan Pelantikan Pengurus OSIS dan MPK SMP Labschool Cibubur Periode 2026/2027 bukan sekadar agenda sekolah, melainkan momentum penting dalam membangun karakter, menumbuhkan kepemimpinan, dan melanjutkan estafet organisasi murid. Kedua kegiatan tersebut memiliki satu benang merah yang kuat, yaitu perjalanan, perjuangan, kebersamaan, tanggung jawab, dan amanah.
Lalinju memberikan pengalaman nyata kepada murid bahwa setiap tujuan membutuhkan proses. Setiap langkah mengajarkan kedisiplinan, ketangguhan, kerja sama, kepedulian, serta keberanian menghadapi tantangan. Murid belajar bahwa keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan untuk mencapai garis akhir, tetapi juga oleh bagaimana mereka mampu menjalani proses dengan tetap saling mendukung dan bertanggung jawab. Nilai-nilai tersebut menjadi sangat relevan dengan perjalanan kepemimpinan dalam OSIS dan MPK. Seorang pemimpin tidak hanya dituntut mampu mengarahkan, tetapi juga harus mampu mendengarkan, memahami kebutuhan orang lain, mengambil keputusan, menyelesaikan persoalan, dan bertanggung jawab terhadap amanah yang diberikan kepadanya.
Hal tersebut sejalan dengan pandangan Kepala SMP Labschool Cibubur, Mokhamad Taufiq, yang menegaskan bahwa menjadi pengurus OSIS dan MPK bukanlah tentang mendapatkan jabatan, melainkan tentang mendapatkan kepercayaan. “Menjadi pengurus OSIS dan MPK bukanlah tentang mendapatkan sebuah jabatan, tetapi tentang mendapatkan kepercayaan. Kepercayaan tersebut harus dijawab dengan kerja nyata, integritas, dan kesediaan untuk melayani teman-teman serta lingkungan sekolah.”

Pesan tersebut menjadi fondasi bagi para pengurus OSIS dan MPK Periode 2026/2027. Mereka tidak hanya menerima posisi dalam struktur organisasi, tetapi juga menerima tanggung jawab untuk menjadi teladan, menyerap aspirasi murid, menjalankan program, membangun kolaborasi, serta menghadirkan berbagai kegiatan yang memberikan manfaat bagi warga sekolah.
Bagi Hanna Ameera, Ketua OSIS SMP Labschool Cibubur, kepengurusan OSIS merupakan kesempatan untuk belajar sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi lingkungan sekolah. “Bagi kami, menjadi pengurus OSIS bukan hanya tentang membuat kegiatan. Kami harus belajar mendengarkan teman-teman, memahami kebutuhan mereka, bekerja sama dengan MPK, dan membangun komunikasi yang baik dengan seluruh warga sekolah. Kami ingin kepengurusan ini menjadi ruang bagi semua siswa untuk berani menyampaikan ide dan berkembang bersama.”
Sementara itu, Githa Shaquila, Ketua MPK SMP Labschool Cibubur, menekankan pentingnya peran MPK sebagai jembatan aspirasi antara murid dan sekolah. Kolaborasi antara OSIS dan MPK menjadi salah satu kunci agar organisasi murid dapat berjalan secara sehat, terbuka, dan memberikan dampak yang lebih luas.

Dengan demikian, keberadaan OSIS dan MPK tidak semata-mata diarahkan untuk menyelenggarakan berbagai kegiatan, tetapi juga menjadi laboratorium kepemimpinan bagi murid. Di dalamnya, murid belajar mengenai komunikasi, kerja sama, pengambilan keputusan, manajemen kegiatan, penyelesaian masalah, hingga bagaimana mempertanggungjawabkan sebuah amanah.
Serah terima jabatan dari pengurus periode 2025/2026 kepada pengurus periode 2026/2027 menjadi simbol bahwa kepemimpinan di SMP Labschool Cibubur merupakan sebuah proses yang berkelanjutan. Setiap generasi menerima pengalaman dan pembelajaran dari generasi sebelumnya, kemudian memiliki tanggung jawab untuk menjaga hal-hal baik, memperbaiki kekurangan, dan menghadirkan inovasi bagi generasi berikutnya.
Karena itu, ukuran keberhasilan sebuah kepengurusan tidak hanya terletak pada jumlah program yang dapat dilaksanakan. Hal yang jauh lebih penting adalah seberapa besar manfaat yang diberikan kepada murid dan seberapa kuat karakter kepemimpinan yang tumbuh selama proses tersebut.

Program yang baik harus berangkat dari kebutuhan murid, dilaksanakan melalui kolaborasi, terbuka terhadap evaluasi, serta mampu memberikan pengalaman yang bermakna. Dengan cara tersebut, OSIS dan MPK dapat menjadi ruang tumbuh yang mendorong murid untuk tidak hanya aktif, tetapi juga kreatif, bertanggung jawab, berintegritas, dan peduli terhadap lingkungan sekitarnya.
Semangat Lalinju menjadi bekal penting bagi para pengurus baru dalam menjalankan amanah tersebut. Jika Lalinju mengajarkan bagaimana seseorang terus melangkah ketika menghadapi tantangan, maka organisasi mengajarkan ke mana langkah tersebut harus diarahkan. Jika Lalinju mengajarkan kebersamaan dalam perjalanan, maka OSIS dan MPK mengajarkan bagaimana kebersamaan diterjemahkan menjadi karya dan kontribusi.
Pada akhirnya, rangkaian Lalinju, serah terima jabatan, dan pelantikan OSIS–MPK membawa pesan bahwa kepemimpinan adalah sebuah perjalanan. Perjalanan yang tidak selalu mudah, tidak selalu sesuai dengan rencana, dan terkadang menghadirkan tantangan. Namun, perjalanan tersebut akan menjadi bermakna apabila dijalani dengan integritas, keberanian, kepedulian, tanggung jawab, dan kebersamaan.

Lalinju mengajarkan murid untuk terus melangkah. Serah terima jabatan mengajarkan tentang estafet tanggung jawab. Pelantikan mengajarkan tentang amanah. OSIS dan MPK mengajarkan tentang kepemimpinan dan pengabdian.
Dari langkah yang ditempuh, lahir ketangguhan. Dari amanah yang dijalankan, tumbuh kepemimpinan. Dari kebersamaan yang dibangun, lahir karya dan kontribusi.
Dengan semangat tersebut, Pengurus OSIS dan MPK SMP Labschool Cibubur Periode 2026/2027 diharapkan mampu menjadi generasi yang tidak hanya aktif dalam kegiatan sekolah, tetapi juga mampu menjadi teladan, mendengar aspirasi, menghadirkan inovasi, membangun kolaborasi, dan memberikan manfaat bagi seluruh warga sekolah.
Dari Lintas Juang menuju Lintas Kepemimpinan. Dari sebuah perjalanan menuju sebuah pengabdian. Dari amanah hari ini, menuju pemimpin masa depan. (AM)
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda