JURNALPOST - Hari ini (Rabu 20/4), Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas (BPH-Migas) akan meluncurkan proyek percontohan sub penyalur Bahan Bakar Minyak (BBM) di kepulauan Selayar.
Hal ini disampaikan oleh General Manager PT Pertamina Marketing Operation Region (MOR) VII, Tengku Badarsyah, usai bertemu dengan Wakil Gubernur Sulsel, kemarin.
"Ini untuk dilakukan untuk mengakomodir kebutuhan masyarakat yang jauh dari lembaga penyalur untuk membeli BBM," kata Badarsyah.
Pihaknya berharap, hadirnya sub penyalur di daerah terpencil bisa membawa dampak positif bagi masyarakat yang selama ini mengalami kesulitan memperoleh BBM akibat lokasi yang jauh dari lembaga penyalur.
Badarsyah mengaku, jika pembangunan sub agen tersebut membutuhkan proses dan koordinasi terlebih dahulu, terutama dengan pemerintah daerah setempat.
"Ini karena peran Pemda sangat diperlukan seperti dalam penetapan harga eceran tertinggi (HET) di daerah terpencil apa bisa dilakukan atau tidak," ungkapnya.
Menurutnya, mahalnya harga BBM di sejumlah daerah lebih disebabkan karena kurangnya lembaga penyalur.
"Kondisi ini banyak terjadi pada daerah yang sulit dijangkau sarana transportasi seperti di daerah kepulauan," ujarnya.
Sementara itu, Wakil Gubernur Sulsel, Agus Arifin Nu'mang, menyambut positif proyek percontohan sub penyalur Bahan Bakar Minyak (BBM) di kepulauan Selayar ini.
Agus berharap, masalah kesulitan penyaluran BBM yang selama ini dialami oleh masyarakat di daerah terpencil bisa teratasi dengan adanya agen sub penyalur ini.
"Kalau ini sudah ada, kita berharap masalah kesulitan BBM di lokasi terpencil itu bisa teratasi," ujarnya. (fo/)
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda