
JurnalPost.com - Program Studi Teknologi dan Manajemen Produksi Perkebunan Sekolah Vokasi IPB University kembali menggelar kegiatan pengabdian masyarakat dengan mengadakan pelatihan selama dua hari, yaitu pada Senin dan Selasa, 19-20 Oktober 2024, di Kelurahan Mulyaharja, Kota Bogor. Kegiatan ini mengangkat tema Pelatihan Budidaya Alpukat yang Baik dan Pembuatan Pupuk Kompos, dan dihadiri oleh sejumlah tokoh penting seperti Sekretaris Lurah Mulyaharja, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kelurahan Mulyaharja, serta anggota kelompok tani Muara Jaya.
Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan para petani mengenai Good Agriculture Practices (GAP) dalam budidaya alpukat serta memberikan keterampilan praktis dalam membuat pupuk kompos. Pada hari pertama, narasumber dari program studi, yaitu Merry Gloria Meliala, SP, M.Si, dan Wanda Russianzi, SP, M.Si, menyampaikan teori tentang GAP dalam budidaya alpukat. Materi ini mencakup teknik pemilihan bibit unggul, perawatan tanaman, serta pengelolaan hama dan penyakit.
Pada pelatihan ini, peserta tidak hanya dibekali dengan teori, tetapi para petani juga diajak langsung untuk mengaplikasikan teori yang telah diberikan, terlihat para petani sangat antusias dengan praktik yang dilakukan, karena petani dapat secara langsung berdiskusi dengan para narasumber mengenai materi yang telah diberikan.
Agus Faisal, sebagai Penyuluh Pertanian Lapangan di Kelurahan Mulyaharja, menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan ini. "Alhamdulillah, kelompok tani Muara Jaya Tani telah mendapatkan transfer teknologi yang sangat berguna dari Program Studi Teknologi dan Manajemen Produksi Perkebunan, Sekolah Vokasi IPB. Materi yang disampaikan sangat mudah dipahami, karena selain didukung dengan presentasi dan leaflet, para petani juga diajak untuk mempraktikkannya langsung di lapangan. Kegiatan seperti ini sangat bermanfaat dan diharapkan dapat terus berlangsung untuk meningkatkan produktivitas alpukat, komoditas unggulan kelompok tani ini," tuturnya.
Tidak hanya itu, pada hari kedua, para peserta juga dibekali pengetahuan mengenai pembuatan pupuk kompos sebagai solusi untuk memanfaatkan limbah pertanian secara efektif. Para petani diajak langsung untuk mempraktikkan teori yang telah disampaikan, sehingga mereka dapat memahami prosesnya secara menyeluruh dan dapat menerapkannya di lahan masing-masing.

Selain mengadakan pelatihan, Program Studi Teknologi dan Manajemen Produksi Perkebunan juga memberikan bantuan berupa berbagai jenis pupuk kepada kelompok tani Muara Jaya. Pupuk yang diberikan mencakup Urea, SP36, EM4, dan MOP. Bantuan pupuk ini bertujuan untuk mendukung petani dalam meningkatkan hasil pertanian mereka, terutama dalam menghadapi tantangan peningkatan hasil panen di tengah perubahan iklim dan terbatasnya lahan yang ada.
Ketua kelompok tani Muara Jaya, Oji, menyambut baik kegiatan ini dan berharap pelatihan tersebut dapat meningkatkan hasil produksi alpukat di wilayah mereka sekaligus mendukung upaya pengelolaan limbah yang lebih baik. "Kami sangat berterima kasih atas pelatihan ini. Banyak ilmu baru yang kami dapatkan, terutama terkait praktik pertanian yang berkelanjutan dan ramah lingkungan," ujarnya.
Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Program Studi Teknologi dan Manajemen Produksi Perkebunan, Sekolah Vokasi IPB University dalam mendukung peningkatan kesejahteraan petani dan keberlanjutan sektor pertanian melalui pelatihan berbasis pada teknologi dan praktik pertanian yang lebih baik dan ramah lingkungan.
Penulis: Mahendra dan Edi Wiraguna
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda