
JurnalPost.com - Dalam rangka kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah Siswa Baru (MPLSPDB) tahun 2025, SMA Tarakanita Magelang menyelenggarakan Seminar Etika Bermedia Sosial yang menghadirkan narasumber istimewa: Immanuel Dwi Asmoro T, S.I.kom., M.I. Kom. atau yang sering disapa Mas Noel. Beliau seorang dosen dari Universitas Atma Jaya Yogyakarta yang juga merupakan alumni SMA Tarakanita Magelang.
Seminar ini diikuti oleh seluruh siswa baru kelas 10 dan bertujuan membekali mereka dengan pemahaman kritis dan nilai-nilai etika dalam penggunaan media sosial yang bertanggung jawab. Dalam pemaparannya, Mas Noel menyampaikan bahwa saat ini jumlah pengguna media sosial di Indonesia telah mencapai 139 juta orang, sehingga literasi dan etika digital menjadi kebutuhan mendesak bagi generasi muda.
Materi seminar diawali dengan mengenal sisi gelap media sosial yakni maraknya berita-berita hoaks yang merugikan berbagai pihak. Siswa diajak untuk menyaring dan mengecek informasi-informasi yang diperoleh dari sosial media. Selain itu, tren cyberbullying di Indonesia juga dibahas secara mendalam. Berdasarkan survei terbaru, kasus cyberbullying meningkat signifikan dari tahun 2019 hingga 2023. Korbannya mayoritas adalah remaja akhir hingga dewasa awal, diikuti oleh anak-anak usia <18 tahun. Dampak cyberbullying tidak hanya bersifat jangka pendek, seperti stres dan kecemasan, tapi juga jangka panjang, yang dapat memengaruhi perilaku sosial, akademik, dan bahkan kesehatan mental.

Siswa juga diajak memahami pentingnya privasi digital, yakni hak individu untuk tidak diganggu dan mengontrol informasi pribadi mereka di ruang publik daring. Mas Noel mengajak siswa untuk tidak sembarangan membagikan informasi pribadi dan berhati-hati terhadap konten yang berpotensi merugikan diri sendiri maupun orang lain. Hal ini selaras dengan nilai-nilai Tarakanita Compassion dan Conscience, di mana siswa diajak untuk mempertimbangkan perasaan orang lain dalam setiap unggahan dan komentar serta mempertimbangkan baik-buruk suatu tindakan digital.
Materi ditutup dengan tips menghindari serta menangani kasus cyberbullying. Salah satu pendekatan yang ditekankan adalah tidak membalas pelaku, menyimpan bukti digital, serta segera melaporkan kasus kepada orang dewasa atau pihak berwenang. Siswa juga diajak untuk menjadi bagian dari solusi: membangun ruang digital yang lebih positif dan saling mendukung. Di sinilah nilai Competence ditanamkan bahwa setiap siswa harus memiliki kemampuan menggunakan teknologi secara cerdas. Melalui kegiatan ini, nilai Celebration juga tampak hadir dengan pendekatan yang dialogis dan menyenangkan, siswa pun lebih mudah menerima pesan-pesan penting tentang perilaku digital.
Kehadiran alumni yang kini menjadi dosen ini memberi kesan mendalam bagi para siswa baru. Selain menjadi panutan akademik, beliau juga menunjukkan bahwa lulusan Tarakanita memiliki semangat untuk kembali berbagi dan membentuk generasi yang lebih sadar dan bijak dalam menghadapi era digital.
Kegiatan ini menjadi momen penting dalam membangun budaya digital yang sehat sejak awal masa sekolah. Seperti yang disampaikan Ibu CME Kristanti, S.Pd. selaku Wakil Kepala Sekolah bagian Kesiswaan dalam sambutannya, “Kami ingin siswa kami menjadi pribadi yang bijak dalam bermedia sosial.”
Semoga seminar ini menjadi langkah awal pembentukan karakter digital yang cerdas, kritis, beretika dalam tingkah laku dan bermedia sosial. (Elyza Krisnasari Puspandari)
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda