Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Artikel
  3. Saatnya Asesmen Pembelajaran PAI Lebih dari Sekadar Pengetahuan

Saatnya Asesmen Pembelajaran PAI Lebih dari Sekadar Pengetahuan

Foto profil Hasbi
Editor: Hasbi
30 April 2025, 00.46 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
8 menit baca
Saatnya Asesmen Pembelajaran PAI Lebih dari Sekadar Pengetahuan
Gambar : Contoh Hasil Kegiatan Tugas Asesmen Berbasis Proyek

Artikel Opini by : Putri Intan Utami

JurnalPost.com - Pendidikan Agama Islam (PAI) memiliki peranan yang penting dalam membentuk karakter dan moralitas siswa. Dimana Pendidikan Agama Islam di Indonesia telah lama menjadi bagian integral dari kurikulum nasional, dengan tujuan untuk membentuk karakter moral dan keagamaan siswa. Mengingat Tujuan pendidikan nasional yang diatur dalam pasal 3 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) menyebutkan bahwa tujuan dari Pendidikan nasional adalah untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, inovatif, serta mandiri, dan menjadi warga negara yang berdemokrasi dan bertanggung jawab.

IKLAN

Hal ini menandakan bahwa pendidikan di Indonesia bertujuan untuk mengembangkan karakter, moral, dan keterampilan siswa. Dalam konteks Pendidikan Agama Islam, UU ini juga menggarisbawahi pentingnya penanaman nilai-nilai agama dan karakter dalam proses pendidikan, maka dari itu pembelajaran Pendidikan Agama Islam harus mengarahkan pada pembentukan moral bukan hanya dalam proses pembelajarannya saja tetapi dalam pelaksanaan asesmennya pun harus mencakup sikap serta keterampilan, bukan hanya aspek pengetahuan semata, sehingga dapat menumbuhkan karakter yang positif. Namun, kenyataanya meskipun Pendidikan Agama Islam sangat penting dalam membantu menumbuhkan karakter yang positif bagi siswa, masih ditemukan sistem asesmen pembelajaran PAI yang diterapkan di banyak sekolah lebih berfokus pada aspek kognitif yang mengukur pengetahuan tentang ajaran agama saja, dengan menggunakan metode penilaian berupa ujian tertulis yang lebih mengarahkan pada penilaian hafalan dan materi teoritis.

BPDD Jakarta
Baca Juga

Aset Publik Bukan Milik Pribadi: Memahami Aturan Hukum Pengelolaan Barang Milik Negara dan Daerah

Pengetahuan agama memang merupakan aspek penting yang harus dimiliki oleh siswa, namun jika penilaian yang dilakukan disekolah hanya cenderung pada pemahaman pengetahuan saja itu berarti dua aspek penting lainnya yang juga merupakan bagian dari ajaran agama Islam, yaitu sikap (afektif) dan keterampilan (psikomotorik) terabaikan. Padahal dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 23 Tahun 2016 tentang Standar Penilaian Pendidikan menyebutkan bahwa penilaian pendidikan mencakup penilaian terhadap tiga ranah yaitu pengetahuan, keterampilan, dan sikap. Peraturan ini mengatur standar penilaian pendidikan di Indonesia secara umum, termasuk untuk Pendidikan Agama Islam. Dimana dalam pasal 2 dari peraturan ini menyatakan bahwa penilaian dilakukan untuk mengukur pencapaian hasil belajar yang mencakup tiga ranah yaitu pengetahuan (kognitif), keterampilan (psikomotorik), dan sikap (afektif).

Dalam Pasal 2, juga dijelaskan bahwa penilaian pendidikan adalah proses pengumpulan dan pengolahan informasi untuk menilai pencapaian hasil belajar peserta didik dalam tiga ranah tersebut. Penilaian sikap, yang mencakup aspek afektif, harus dilaksanakan dengan mengamati perilaku dan kebiasaan siswa dalam kehidupan sehari-hari serta partisipasi dalam kegiatan pembelajaran. Adapun aspek sikap dalam PAI, misalnya, meliputi sikap religiusitas, toleransi, dan etika yang berhubungan dengan ajaran agama dan sosial. Penilaian sikap ini harus dilakukan dengan mengamati perilaku siswa di kehidupan sehari-hari, misalnya dalam hal ibadah, hubungan sosial, serta penerapan nilai-nilai agama dalam kehidupan mereka. Mengingat nilai-nilai agama, seperti toleransi, empati, kejujuran dan kemampuan beradaptasi dengan keberagaman sosial merupakan hal penting untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, maka hal tersebut tidak bisa diukur dari sekedar penguasaaan materi teoretis saja, tetapi harus sampai pada pengukuran tentang sejauh mana siswa dapat menginternalisasi nilai-nilai tersebut kedalam kehidupan sehari-harinya.

Masalah utama dari sistem asesmen PAI saat ini adalah bahwa mekipun siswa memiliki pemahaman materi teoritis yang banyak, hal itu tidak cukup untuk menilai sejuah mana mereka mengimplementasikan ajaran-ajaran tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini akan memungkinkan menimbulkan kesan bahwa PAI hanyalah pelajaran yang harus dilalui cukup dengan memenuhi tuntutan ujian pemahaman saja, dan bukan menjadi sesuatu yang harus diterapkan secara nyata dalam kehidupan sehari-hari. Kondisi ini menciptakan kesenjangan antara pembelajaran agama di kelas dan penerapannya dalam kehidupan siswa. Akibatnya, siswa yang mungkin menguasai materi agama dengan baik tetapi tidak menerapkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan mereka, tidak mendapat perhatian yang semestinya dalam sistem penilaian saat ini.

IKLAN

Dalam menjawab permasalahan tersebut kita sebagai pendidik perlu mengintegrasikan penilaian terhadap ranah kognitif, afektif dan psikomotorik. Dimana dalam konteks ini, penilaian afektif tidak hanya mencakup nilai sikap yang tercermin dalam praktik ibadah saja, tetapi juga dalam perilaku sehari-hari siswa, seperti kejujuran, rasa hormat terhadap perbedaan, dan tanggung jawab sosial. Penilaian psikomotorik juga penting karena berhubungan dengan keterampilan praktis siswa dalam menjalankan ajaran agama. Penilaian afektif dan psikomotorik akan memberikan gambaran yang lebih lengkap tentang bagaimana siswa bisa mengaplikasikan ajaran agama dalam kehidupannya. Misalnya dalam hal sholat, penilaian tidak hanya mencakup ketepatan Gerakan fisik saja yang masuk pada aspek psikomotorik, tetapi juga tentang bagaimana perasaan siswa saat melakukan sholat tersebut apakah mereka melakukannya dengan penuh kekhusyukan (afektif) atau tidak. Sebagai bentuk rubrik penilaiannya dapat mencakup beberapa kriteria yang meliputi pengetahuan, sikap, dan keterampilan praktis. Dalam praktiknya, penilaian ini bisa dilakukan dengan cara yang lebih terstruktur, misalnya melalui observasi langsung, portofolio, atau bahkan penilaian diri (self-assessment) di mana siswa diminta untuk merefleksikan pengalaman pribadi mereka dalam menjalankan ajaran agama.

Riverbank Environmental Inspection
Baca Juga

Pembangunan Ekonomi dan Ancaman Kerusakan Lingkungan, Sejauh Mana Hukum Indonesia Melindungi Alam?

Untuk memastikan penilaian terhadap siswa berjalan secara objektif dan adil serta memberikan gambaran yang lebih menyeluruh tentang perkembangan siswa, maka penting untuk menggunakan metode asesmen yang lebih partipastif dan beragam. Asesmen PAI tidak harus terbatas pada ujian tertulis atau lisan saja, tetapi bisa juga menggunakan metode penialian lain seperti portofolio, penialaian diri (self-assesment), penilaian teman sebaya dan observasi berkelanjutan yang bisa lebih menverminkan pencapaian siswa dalam seluruh aspek kehidupan. Metode portofolio bisa memungkinkan siswa untuk mendokumentasikan perjalanan spiritual yang bisa mencakup catatan pribadi tentang pengamalan agama, refleksi diri, dan kegiatan sosial yang mereka lakukan untuk mendukung nilai-nilai keberagaman. Contohnya seperti meminta siswa membuat jurnal harian tentang pengamalan ajraan agama dalam kehidupan mereka yang bisa menjadi bahan evaluasi untuk melihat bagaimana mereka menerapkan nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari.

Penilaian teman sebaya juga bisa menjadi cara yang efektif untuk menilai bagaimana siswa berinteraksi dengan orang lain, terutama dalam konteks sosial. Dalam hal ini, teman sebaya bisa memberikan umpan balik mengenai bagaimana seseorang menunjukkan sikap toleransi, kejujuran, dan rasa hormat terhadap perbedaan. Dengan menggunakan berbagai metode ini, seorang pendidik dapat menilai perkembangan karakter siswa di luar aspek kognitif. Selain itu observasi berkelanjutan juga bisa memungkinkan guru untuk menilai perkembangan karakter siswa dalam situais yang lebih alami. Dimana dengan menggunakan pendekatan ini,penilaian akan menjadi lebih holistik dan mencakup aspek afektif dan psikomotorik yang sering terabaikdan dalam ssitem penilaian.

Bisa juga menggunakan metode asesmen berbasis proyek, dengan metode ini alih-alih mengandalkan ujian tertulis, asesmen berbasis proyek memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengaplikasikan pengetahuan agama dalam situasi nyata. Misalnya, siswa bisa diberi tugas untuk merancang proyek sosial yang mencerminkan nilai-nilai Islam, seperti program penggalangan dana untuk kegiatan sosial, atau program lingkungan yang berhubungan dengan tanggung jawab sosial dalam ajaran Islam. Dalam konteks ini, asesmen tidak hanya mengukur seberapa baik siswa mengingat teori, tetapi juga bagaimana mereka mengaplikasikan teori tersebut dalam tindakan nyata. Ini akan mengembangkan kemampuan siswa untuk melihat agama sebagai sesuatu yang hidup dan terhubung dengan kehidupan mereka.

Pendidikan Agama Islam memang memainkan peran penting dalam embentuk karakter dan moral siswa, namun metode asesmen yang masih mengandalkan ujian hafalan dan tes tertulis tidak akan bisa mengukur sejuah mana siswa bisa menginternalisasikan nilai-nilai agama dalam kehidupan mereka. Berdasarkan Undang- Undang Nomor 20 Tahun 2003 dan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 23 Tahun 2016, penilaian seharusnya mencakup tiga ranah yaitu pengetahuan, keterampilan, dan sikap, begitupula dalam matapelajaran Pendidikan Agama Islam.

Pengendara menggunakan ponsel saat berhenti di lampu merah, ilustrasi pelanggaran lalu lintas.
Baca Juga

Main Ponsel Saat Lampu Merah, Apakah Termasuk Pelanggaran Lalu Lintas? Ini Tinjauan Hukumnya

Oleh karena itu, penting untuk mengintegrasikan penilaian yang tidka hanya menilai kognitif saja melainkan juga penialian afektif dan psikomotorik dalam asesmen PAI untuk menggali bagaimana siswa mengaplikasikan ajaran agama dalam kehidupan nyata. Metode asesmen seperti portofolio, penilaian diri, dan penilaian teman sebaya dan asesmen berbasis proyek dapat memberikan gambaran yang lebih holistic tentang perkembangan karakter siswa. Dengan penialian yang lebih menyeluruh, PAI dapat lebih efektif dalam menumbuhkan kakater positif dan pengamalan ajaran agama yang sesungguhnya dalam kehidupan sehari-hari.

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/saatnya-asesmen-pembelajaran-pai-lebih-dari-sekadar-pengetahuan/80437/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 04 November 2026, 03.26 WITA

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Kemandirian Pesantren: Dari Pusat Pendidikan Agama Menjadi Penggerak Ekonomi Desa

DP3AKB Sidoarjo Gelar FGD Evaluasi Peta Jalan Pembangunan Kependudukan 2025–2029, Perkuat Koordinasi Antar-OPD

Laba Naik, Arus Kas Turun: Ada Apa dengan Kinerja Keuangan Public Bank Berhad dan Maybank?

Guru yang Terus Mengajar, Siapa yang Menjaga Semangatnya? Menelaah Motivasi Kerja di Institusi Pendidikan

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Parkir Liar di Pinggir Jalan: Menjadi Kebiasaan atau Justru Sudah Menjadi Pola Hidup Masyarakat?

Pasar Turi Baru Surabaya Hadirkan Beragam Kegiatan, Tak Sekadar Menjadi Pusat Perdagangan

Beli Mainan Anak di Bojonegoro Kini Bisa Bayar Pakai QRIS BRI

Warung Padang di Bojonegoro Kini Terima QRIS BRI, Pembeli Lebih Praktis

Pilihan Editor

  1. 1 Pasar.id BRI Bojonegoro Hadirkan Peluang Penghasilan Tambahan bagi Pengemudi Ojek Lokal
  2. 2

    Berawal dari Jualan Mango Sago, Rini Astuti Kembangkan Usaha Kuliner Berkat Dukungan KUR BRI Bojonegoro

  3. 3

    Aset Publik Bukan Milik Pribadi: Memahami Aturan Hukum Pengelolaan Barang Milik Negara dan Daerah

  4. 4

    Tinggalkan Buku Kas Manual, Pelaku UMKM Manggarsari Kini Kelola Keuangan Lewat Ponsel

  5. 5

    Qatar Hubungi Turki, Yordania, Mesir dan Lebanon, Perkuat Diplomasi untuk Redam Ketegangan Timur Tengah

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.