
Penulis: Kamelia Asal kampus/organisasi: Telkom University – Kampus Jakarta / Prodi S1 Teknik Telekomunikasi
JurnalPost.com - Pertumbuhan jumlah penduduk yang cepat dan gaya hidup konsumtif membuat produksi sampah meningkat pesat. Sampah sendiri adalah sisa-sisa yang sudah tidak digunakan lagi setelah suatu aktivitas selesai. Salah satu masalah utamanya adalah rendahnya kesadaran masyarakat dan minimnya sarana untuk memisahkan sampah organik dan non-organik. Akibatnya, banyak orang masih mencampur kedua jenis sampah tersebut, sehingga proses daur ulang dan pengelolaan sampah jadi tidak efektif.
Setiap harinya, Indonesia menghasilkan jutaan ton sampah, menjadikannya salah satu negara dengan produksi sampah terbesar di dunia. Pengelolaan sampah yang tidak tepat bukan hanya mencemari lingkungan, tapi juga bisa menimbulkan masalah kesehatan. Sampah organik yang tidak dipisahkan akan membusuk dan menghasilkan gas berbahaya, sedangkan sampah non-organik yang dibuang sembarangan bisa menimbulkan polusi jangka panjang.
Penerapan teknologi Internet of Things (IoT) dalam pemilah sampah memiliki potensi untuk membawa manfaat signifikan bagi pengelolaan limbah, namun juga dihadapkan pada berbagai tantangan terkait aspek kesehatan dan social.
Sekolah SMK Prudent School merupakan salah satu sekolah menengah kejuruan yang berada di Tangerang. Namun sekolah ini masih belum memiliki tempat sampah yang dapat memilah sampah organic dan non organic. Kondisi ini menunjukkan kebutuhan mendesak akan tempat sampah yang mampu memilah organic dan anorganik. Sehingga membuat tim pengmas Telkom University Jakarta – Prodi Sarjana Tekni Telekomunikasi membuat alat bantu pembelajaran tempat sampah otomatis untuk SMK Prudent School.
Untuk mencapai tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat, seluruh rangkaian aktivitas dirancang dalam tiga tahapan utama, yaitu pra-kegiatan, pelaksanaan, dan pasca-kegiatan. Tahap pra-kegiatan mencakup proses perencanaan yang terstruktur serta persiapan yang komprehensif, yang bertujuan memastikan bahwa kegiatan yang disusun dapat dilaksanakan secara efektif, relevan, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat sasaran. Pada tahap ini juga dilakukan analisis kebutuhan serta penetapan lokasi pelaksanaan kegiatan.
Pada fase pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat, dilakukan kegiatan sosialisasi terkait perangkat tempat sampah otomatis yang telah berhasil dikembangkan. Tim pengabdian menyampaikan uraian yang mendalam mengenai proses perancangan perangkat beserta tata cara operasional yang harus diterapkan. Kehadiran perangkat tersebut diharapkan mampu memperluas pemahaman peserta, khususnya para siswa, mengenai konsep perancangan teknologi sekaligus meningkatkan kesadaran akan urgensi pemilahan sampah serta pembuangannya pada tempat yang sesuai.

Tahap pasca-kegiatan merupakan fase penutup yang memiliki peran strategis dalam keseluruhan proses pengabdian kepada masyarakat. Pada tahap pasca-kegiatan merupakan tahap terakhir dan menjadi komponen yang krusial dalam keseluruhan siklus pengabdian. Fase ini mencakup evaluasi komprehensif terhadap dampak kegiatan, pendokumentasian temuan dan capaian, serta perumusan rekomendasi tindak lanjut guna memastikan keberlanjutan manfaat program. Evaluasi pasca-kegiatan tidak hanya berfungsi sebagai penjamin mutu, tetapi juga sebagai dasar perbaikan untuk implementasi kegiatan pengabdian masyarakat di masa mendatang. Pada tahap pasca-kegiatan, dilakukan penyebaran kuesioner evaluasi untuk menilai sejauh mana pelaksanaan program pengabdian kepada masyarakat telah memenuhi tujuan serta kebutuhan mitra. Instrumen evaluasi ini digunakan untuk memperoleh gambaran objektif terkait efektivitas kegiatan yang telah dilaksanakan.
Berdasarkan hasil umpan balik yang ditampilkan pada tabel, kegiatan pengabdian kepada masyarakat memperoleh respons yang sangat baik, ditunjukkan oleh persentase responden yang memberikan penilaian setuju dan sangat setuju yang melebihi angka rata-rata 85%. Temuan tersebut menunjukkan bahwa pelaksanaan program pengabdian telah berjalan sejalan dengan tujuan yang dirumuskan serta mampu menjawab kebutuhan mitra secara efektif.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda