Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Berita
  3. Respons Dingin di Tengah Kondisi Kritis: Kisah Pilu Pasien RSUD Pangkep yang Berujung Maut

Respons Dingin di Tengah Kondisi Kritis: Kisah Pilu Pasien RSUD Pangkep yang Berujung Maut

Foto profil Nadia
Editor: Nadia
16 Desember 2025, 22.33 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
3 menit baca
RSUD Pangkep

JurnalPost.com - Kasus dugaan kelalaian dalam pelayanan medis kembali menjadi sorotan publik di Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan. Hal ini terkait meninggalnya seorang pasien kecelakaan, Asriadi, di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Batara Siang Pangkep pada Sabtu (13/12/2025) sekitar pukul 11.00 WITA.

Keluarga menilai penanganan yang diterima almarhum kurang maksimal sejak awal kedatangan. Asriadi dilarikan ke Unit Gawat Darurat (UGD) RS Batara Pangkep pada Jumat (12/12/2025) pukul 19.00 WITA dalam kondisi kritis. Ia mengalami kecelakaan serius dengan luka parah: patah leher, patah tangan, pendarahan pada mata, serta kesulitan bernapas, dengan tingkat kesadaran 9 dari skala normal 15.

IKLAN

Penanganan Awal Dinilai TerbatasMenurut Salmiati, perwakilan keluarga, penanganan awal terhadap kondisi kritis Asriadi sangat terbatas.

Pelajar
Baca Juga

5 Pelajar Korban Minuman Oplosan di Pulau Sapuka Dirujuk ke RSUD Pangkep

“Yang menangani pertama hanya dokter koas. Setelah itu tidak ada tindakan lanjutan, padahal kondisinya kritis,” kata Salmiati kepada wartawan di Pangkajene, Selasa (16/12/2025).

Ia memaparkan bahwa tindakan medis yang diberikan hanya berupa pemasangan infus, penyangga leher, penanganan tangan patah, dan pemberian nebulizer.

Keluarga berkali-kali meminta agar Asriadi dirawat lebih intensif atau segera dirujuk ke rumah sakit di Makassar. Namun, permintaan tersebut tidak direspons memadai.

“Setiap kami tanya, jawaban perawat cuma berulang, ‘begituji memang karena masih tunggu konfirmasi dokter spesialis’,” ujar Salmiati.

Sebanyak 8 Warga Kabupaten Pangkep Digigit Anjing Gila
Baca Juga

Sebanyak 8 Warga Kabupaten Pangkep Digigit Anjing Gila

Kekecewaan Keluarga dan Respons "Sinis"Keluarga mengaku semakin kecewa dan sakit hati karena mendapat tanggapan yang mereka nilai sinis dari petugas rumah sakit. Salmiati menyebut, salah satu pertanyaan yang disampaikan adalah,

IKLAN

“Adakah mukenal di Wahidin?”

Kalimat tersebut membuat keluarga merasa seolah nyawa pasien tidak diprioritaskan tanpa koneksi ke rumah sakit rujukan.

Setelah menunggu lebih dari satu jam, pihak rumah sakit menyampaikan bahwa RS Wahidin Sudirohusodo Makassar penuh. Kekecewaan keluarga memuncak karena tidak ada upaya rujukan ke rumah sakit lain di Makassar yang memiliki fasilitas ICU.

Kehamilan
Baca Juga

Mendukung Sustainable Development Goals, Dosen UM Ungkap Faktor Risiko Kehamilan yang Perlu Diwaspadai

Pemeriksaan rontgen baru dilakukan menjelang pukul 00.00 WITA, setelah terjadi adu argumen, ketika kondisi Asriadi semakin memburuk dengan pendarahan hebat saat batuk. Pasien baru dipindahkan ke ruang ICU pada pukul 02.39 WITA.

“Kondisi seperti itu harusnya sejak awal langsung masuk ICU dan ditangani dokter spesialis,” tegas Salmiati.

Dokter Spesialis Tak Kunjung HadirHingga almarhum meninggal, dokter spesialis yang dinantikan tak kunjung hadir, dan kejelasan rujukan ke rumah sakit lain juga tidak diberikan. Salmiati mempertanyakan kesiapan rumah sakit di Pangkep:

“Kok bisa rumah sakit sebesar itu di Pangkep tidak punya dokter yang standby untuk menangani pasien kritis?” ungkap Salmiati.

Sementara itu, Direktur RS Batara Pangkep, dr Marlina Made, memberikan tanggapan singkat mengenai persoalan ini.

“Saya koordinasikan dulu dengan anggota,” singkatnya melalui pesan WhatsAp.

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/respons-dingin-di-tengah-kondisi-kritis-kisah-pilu-pasien-rsud-pangkep-yang-berujung-maut/89222/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 04 November 2026, 02.28 WITA

  • #RSUD Pangkep

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Dari Teori ke Praktik, Mahasiswa Hukum UNTAG Surabaya Dalami Dunia Legal Perusahaan Melalui Magang

Pasar Turi Baru Surabaya Hadirkan Beragam Kegiatan, Tak Sekadar Menjadi Pusat Perdagangan

Ibu Rumah Tangga di Bojonegoro Buka Usaha BRILink, Tambah Penghasilan

Mahasiswa UPN Veteran Jatim Ikuti Rapat DPRD Tuban, Pelajari Perdebatan Anggaran dan Prioritas R-APBD 2027

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Jangan Terus Menyalahkan Guru atas Rusaknya Karakter Anak, Ada Paradoks Mutu Pendidikan yang Sering Diabaikan

Kepemimpinan Bukan Sekadar Janji Besar, Rakyat Menunggu Hasil Nyata dari Pemerintah

Kejujuran Perlu Ekosistem: Membangun Budaya Integritas dari Lingkungan Kampus

Kejuaraan Tunas Juara Nasional 2026 Digelar di Tangerang, Jadi Ajang Pembinaan Atlet Pencak Silat Berprestasi

Pilihan Editor

  1. 1 Pasar.id BRI Bojonegoro Hadirkan Peluang Penghasilan Tambahan bagi Pengemudi Ojek Lokal
  2. 2

    Mahasiswa UPN Veteran Jawa Timur Magang di Setda Mojokerto, Pelajari Evaluasi Kinerja dan Pelayanan Publik

  3. 3

    Mendukung Sustainable Development Goals, Dosen UM Ungkap Faktor Risiko Kehamilan yang Perlu Diwaspadai

  4. 4

    Kepemimpinan yang Menanam Masa Depan: Ketika Pendidikan Menjadi Kunci Ketahanan Pangan Jawa Timur

  5. 5

    Pernah Mencari “Sakit Kepala Sebelah” di Google, Lalu Takut Umur Tinggal Setahun?

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.