BANDAR LAMPUNG, JurnalPost.com — Kapulaga dan lada hitam tidak hanya berpotensi dipasarkan sebagai rempah mentah. Melalui penelitian di Politeknik Negeri Lampung (Polinela), dua komoditas tersebut dikembangkan menjadi minyak atsiri hingga produk turunan berbasis biomassa yang memiliki nilai tambah.
Penelitian yang dipimpin Yeni Variyana, S.T., M.T. tersebut memanfaatkan teknologi ekstraksi berbantuan gelombang mikro. Metode pengolahan disesuaikan dengan karakteristik masing-masing bahan, termasuk pada proses ekstraksi kapulaga menggunakan teknologi microwave.
Dalam proses tersebut, energi gelombang mikro dimanfaatkan secara terkontrol untuk membantu ekstraksi. Penelitian juga menggunakan karbon aktif sebanyak 5 persen dari total massa bahan, sementara kondisi proses dioptimalkan menggunakan metode Box-Behnken Design (BBD).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstraksi berbantuan gelombang mikro mampu menghasilkan minyak atsiri dari kapulaga dan lada hitam dengan rendemen sekitar 2,4 hingga 2,5 persen.
Temuan tersebut memperlihatkan peluang pengembangan komoditas rempah Lampung menjadi produk dengan nilai ekonomi lebih tinggi melalui penerapan teknologi pengolahan yang tepat.
“Yang menarik bukan hanya minyak atsirinya. Kami mencoba melihat bahan rempah secara lebih menyeluruh, termasuk bagaimana residu setelah ekstraksi masih dapat dimanfaatkan,” ujar Yeni.
Minyak atsiri yang diperoleh kemudian dikaji dari sisi karakteristik dan mutunya. Pengujian dilakukan untuk melihat kualitas produk sekaligus peluang pemanfaatannya dalam berbagai aplikasi berbasis bahan alam.
Salah satu peluang yang dikaji adalah pemanfaatan minyak atsiri kapulaga dan lada hitam sebagai bahan pengawet alami. Pengembangan tersebut membuka kemungkinan agar rempah lokal tidak berhenti sebagai komoditas primer, tetapi dapat diolah menjadi berbagai produk turunan.
Ampas Ekstraksi Masih Bisa Dimanfaatkan
Penelitian tidak berhenti pada produksi minyak atsiri. Tim Polinela juga mengembangkan pemanfaatan residu padat yang tersisa setelah proses ekstraksi.
Residu biomassa kapulaga tidak langsung dibuang, tetapi diarahkan untuk menjalani proses lanjutan menggunakan teknologi termokimia. Melalui proses tersebut, biomassa berpotensi dikonversi menjadi sejumlah produk, antara lain bio-oil, asap cair, dan biochar.
Salah satu hasil yang telah diperoleh berupa biochar dengan rendemen sekitar 34 persen dan tingkat pH 10,5. Karakteristik tersebut membuka peluang penelitian lanjutan mengenai penggunaannya sebagai bahan pembenah tanah di sektor pertanian.
Dengan pendekatan tersebut, satu jenis bahan baku dapat menghasilkan beberapa produk sekaligus. Komponen yang mudah menguap dimanfaatkan menjadi minyak atsiri, sementara residu biomassa dapat dikonversi menjadi produk berbasis karbon maupun cairan hasil proses termokimia.
Pemanfaatan secara menyeluruh ini juga berkaitan dengan konsep ekonomi sirkular karena berupaya menekan jumlah residu sekaligus meningkatkan nilai dari bahan baku yang sama.

Peluang Hilirisasi Rempah Lampung
Sebagai salah satu daerah penghasil berbagai komoditas perkebunan dan rempah, Lampung memiliki peluang mengembangkan sistem pengolahan yang tidak hanya mengandalkan penjualan bahan mentah.
Teknologi pengolahan dapat menjadi salah satu jalan untuk menghasilkan produk antara maupun produk turunan dengan nilai tambah lebih besar.
Melalui penelitian ini, pengolahan kapulaga dan lada hitam dirancang tidak hanya untuk mendapatkan rendemen minyak atsiri, tetapi juga mempertimbangkan pemanfaatan bahan sisa yang muncul selama proses produksi.
Minyak atsiri, bio-oil, dan biochar yang dihasilkan menjadi contoh bahwa satu sumber biomassa dapat dikembangkan menjadi beberapa produk dengan karakteristik dan potensi penggunaan berbeda.
Penelitian tersebut melibatkan Yeni Variyana, S.T., M.T. sebagai ketua tim bersama Fadian Farisan Silmi, S.T., M.T.; Amelia Sri Rezki, S.T., M.Eng.; Destilia Eka Pratiwi; Fanyssa Desvita Aidhia Putri; Hana Aurora; serta Ariyan Nauli Pratama Alfaridho dari Program Studi Teknologi Rekayasa Kimia Industri Polinela.
Tahap berikutnya masih memerlukan pengujian lebih lanjut terhadap karakteristik serta kemungkinan aplikasi minyak atsiri, bio-oil, dan biochar yang dihasilkan.
Pengembangan lanjutan diharapkan dapat memperluas pemanfaatan teknologi berbasis gelombang mikro serta pengolahan residu biomassa untuk meningkatkan nilai ekonomi rempah Lampung sekaligus mendorong proses produksi yang lebih efisien dan berkelanjutan.
Penelitian tersebut mendapat dukungan pendanaan dan fasilitasi dari Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Lampung.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda