Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

Terbaru

  1. Dari Instruksi ke Implementasi: Menguji Respons Kepemimpinan Presiden Prabowo dalam Penanganan Karhutla 2026

  2. Dari Teori ke Praktik, Mahasiswa Hukum UNTAG Surabaya Dalami Dunia Legal Perusahaan Melalui Magang

  3. Dari Daun Kelor Menjadi Snackbar Bergizi, FK UPN “Veteran” Jakarta Ajak Masyarakat Kelurahan Pangkalan Jati Baru Perkuat Upaya Pencegahan Stunting

  4. Mahasiswa Edukasi Gizi 102 Anak di Palembang, Hasil Tes Meningkat

  5. Ketika Utang Menjadi Alat Tekanan: Saat Perjanjian Lahir dari Ketakutan dan Ketidakberdayaan

  1. Beranda
  2. Pendidikan
  3. Rempah Lampung Naik Kelas, Polinela Kembangkan Kapulaga dan Lada Hitam Jadi Produk Bernilai Tinggi

Rempah Lampung Naik Kelas, Polinela Kembangkan Kapulaga dan Lada Hitam Jadi Produk Bernilai Tinggi

Foto profil Fatimah
Editor: Fatimah
15 September 2026, 13.50 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
4 menit baca
Rempah Lampung Naik Kelas,
Dari Laboratorium, Lahir Inovasi. Kredit Foto: Dokumentasi Pribadi/Tim Peneliti Politeknik Negeri Lampung.

BANDAR LAMPUNG, JurnalPost.com — Kapulaga dan lada hitam tidak hanya berpotensi dipasarkan sebagai rempah mentah. Melalui penelitian di Politeknik Negeri Lampung (Polinela), dua komoditas tersebut dikembangkan menjadi minyak atsiri hingga produk turunan berbasis biomassa yang memiliki nilai tambah.

Penelitian yang dipimpin Yeni Variyana, S.T., M.T. tersebut memanfaatkan teknologi ekstraksi berbantuan gelombang mikro. Metode pengolahan disesuaikan dengan karakteristik masing-masing bahan, termasuk pada proses ekstraksi kapulaga menggunakan teknologi microwave.

IKLAN

Dalam proses tersebut, energi gelombang mikro dimanfaatkan secara terkontrol untuk membantu ekstraksi. Penelitian juga menggunakan karbon aktif sebanyak 5 persen dari total massa bahan, sementara kondisi proses dioptimalkan menggunakan metode Box-Behnken Design (BBD).

Aisyah Salsabila Alfandi
Baca Juga

Modernisasi Bioproses Pangan: Inovasi Teknologi untuk Mewujudkan Ketahanan Pangan Berkelanjutan

Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstraksi berbantuan gelombang mikro mampu menghasilkan minyak atsiri dari kapulaga dan lada hitam dengan rendemen sekitar 2,4 hingga 2,5 persen.

Temuan tersebut memperlihatkan peluang pengembangan komoditas rempah Lampung menjadi produk dengan nilai ekonomi lebih tinggi melalui penerapan teknologi pengolahan yang tepat.

“Yang menarik bukan hanya minyak atsirinya. Kami mencoba melihat bahan rempah secara lebih menyeluruh, termasuk bagaimana residu setelah ekstraksi masih dapat dimanfaatkan,” ujar Yeni.

Minyak atsiri yang diperoleh kemudian dikaji dari sisi karakteristik dan mutunya. Pengujian dilakukan untuk melihat kualitas produk sekaligus peluang pemanfaatannya dalam berbagai aplikasi berbasis bahan alam.

Best Group   Group 6
Baca Juga

MAN 2 Kota Malang Raih Best Group di Japan Youth Summit 2026 Berkat Inovasi Pengelolaan Limbah Tekstil

Salah satu peluang yang dikaji adalah pemanfaatan minyak atsiri kapulaga dan lada hitam sebagai bahan pengawet alami. Pengembangan tersebut membuka kemungkinan agar rempah lokal tidak berhenti sebagai komoditas primer, tetapi dapat diolah menjadi berbagai produk turunan.

Ampas Ekstraksi Masih Bisa Dimanfaatkan

Penelitian tidak berhenti pada produksi minyak atsiri. Tim Polinela juga mengembangkan pemanfaatan residu padat yang tersisa setelah proses ekstraksi.

Residu biomassa kapulaga tidak langsung dibuang, tetapi diarahkan untuk menjalani proses lanjutan menggunakan teknologi termokimia. Melalui proses tersebut, biomassa berpotensi dikonversi menjadi sejumlah produk, antara lain bio-oil, asap cair, dan biochar.

IKLAN

Salah satu hasil yang telah diperoleh berupa biochar dengan rendemen sekitar 34 persen dan tingkat pH 10,5. Karakteristik tersebut membuka peluang penelitian lanjutan mengenai penggunaannya sebagai bahan pembenah tanah di sektor pertanian.

Samas Adimisa Mishbah Habibie
Baca Juga

Dari Beban Menjadi Pendapatan: Mengubah TPA Menjadi Aset Ekonomi Daerah

Dengan pendekatan tersebut, satu jenis bahan baku dapat menghasilkan beberapa produk sekaligus. Komponen yang mudah menguap dimanfaatkan menjadi minyak atsiri, sementara residu biomassa dapat dikonversi menjadi produk berbasis karbon maupun cairan hasil proses termokimia.

Pemanfaatan secara menyeluruh ini juga berkaitan dengan konsep ekonomi sirkular karena berupaya menekan jumlah residu sekaligus meningkatkan nilai dari bahan baku yang sama.

Hasil pengolahan biomassa
Hasil pengolahan biomassa menjadi minyak atsiri, biochar, bio-oil, dan asap cair sebagai produk bernilai tambah. Kredit Foto: Dokumentasi Tim Peneliti Politeknik Negeri Lampung.

Peluang Hilirisasi Rempah Lampung

Sebagai salah satu daerah penghasil berbagai komoditas perkebunan dan rempah, Lampung memiliki peluang mengembangkan sistem pengolahan yang tidak hanya mengandalkan penjualan bahan mentah.

Teknologi pengolahan dapat menjadi salah satu jalan untuk menghasilkan produk antara maupun produk turunan dengan nilai tambah lebih besar.

Melalui penelitian ini, pengolahan kapulaga dan lada hitam dirancang tidak hanya untuk mendapatkan rendemen minyak atsiri, tetapi juga mempertimbangkan pemanfaatan bahan sisa yang muncul selama proses produksi.

Minyak atsiri, bio-oil, dan biochar yang dihasilkan menjadi contoh bahwa satu sumber biomassa dapat dikembangkan menjadi beberapa produk dengan karakteristik dan potensi penggunaan berbeda.

Penelitian tersebut melibatkan Yeni Variyana, S.T., M.T. sebagai ketua tim bersama Fadian Farisan Silmi, S.T., M.T.; Amelia Sri Rezki, S.T., M.Eng.; Destilia Eka Pratiwi; Fanyssa Desvita Aidhia Putri; Hana Aurora; serta Ariyan Nauli Pratama Alfaridho dari Program Studi Teknologi Rekayasa Kimia Industri Polinela.

Tahap berikutnya masih memerlukan pengujian lebih lanjut terhadap karakteristik serta kemungkinan aplikasi minyak atsiri, bio-oil, dan biochar yang dihasilkan.

Pengembangan lanjutan diharapkan dapat memperluas pemanfaatan teknologi berbasis gelombang mikro serta pengolahan residu biomassa untuk meningkatkan nilai ekonomi rempah Lampung sekaligus mendorong proses produksi yang lebih efisien dan berkelanjutan.

Penelitian tersebut mendapat dukungan pendanaan dan fasilitasi dari Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Lampung.

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/rempah-lampung-naik-kelas-polinela-kembangkan-kapulaga-dan-lada-hitam-jadi-produk-bernilai-tinggi/97691/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 03 November 2026, 19.17 WITA

  • #Ekonomi Sirkular
  • #Polinela
  • #biochar
  • #hilirisasi rempah
  • #kapulaga
  • #lada hitam
  • #minyak atsiri
  • #rempah Lampung
  • #teknologi gelombang mikro

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Mahasiswa Edukasi Gizi 102 Anak di Palembang, Hasil Tes Meningkat

Mini Bank SMK Plus An-Naba Jadi Sarana Praktik Nyata Siswa MPLB, Inspirasi bagi SMK di Indonesia

Kerja Kelompok atau Kerja Sendiri? Mengapa Transparansi Kontribusi Mahasiswa Perlu Diperkuat

UPN Veteran Jawa Timur Dampingi Pemerintah Desa Segorotambak Sidoarjo Perkuat Tertib Administrasi dan Pelayanan Publik

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Capek Kok Dibanggakan? Membaca Hustle Culture dalam Kacamata Sartre dan Han

Pentingnya Menjaga Keamanan Data Pribadi di Era Digital, Kenali Risiko dan Cara Melindunginya

Penelitian di Cilacap Ungkap 93,94 Persen Pasien Gangguan Jiwa Patuh Minum Obat, Dukungan Keluarga Jadi Perhatian

Tinggalkan Buku Kas Manual, Pelaku UMKM Manggarsari Kini Kelola Keuangan Lewat Ponsel

Pilihan Editor

  1. 1 Peran Pesantren dalam Melestarikan Lingkungan melalui Pembiasaan Memilah Sampah
  2. 2

    Pembangunan Ekonomi dan Ancaman Kerusakan Lingkungan, Sejauh Mana Hukum Indonesia Melindungi Alam?

  3. 3

    Resmi Dilantik, BPC GMKI Singaraja Periode 2026–2027 Fokus Kuatkan Kaderisasi dan Kolaborasi

  4. 4

    Pasar.id BRI Bojonegoro Hadirkan Peluang Penghasilan Tambahan bagi Pengemudi Ojek Lokal

  5. 5

    UPN Veteran Jawa Timur Dampingi Pemerintah Desa Segorotambak Sidoarjo Perkuat Tertib Administrasi dan Pelayanan Publik

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.