Oleh : Isni Humaidah
JurnalPost.com – Seiring berkembangnya zaman yang saat ini perlahan mengalami perubahan menjadi era digital, maka layanan publik terkait hal apapun juga menjadi serba digital atau online. Hal tersebut diharapkan mampu mempermudah masyarakat dalam mendapatkan layanan sesuai apa yang mereka butuhkan. Salah satunya adalah terkait KTP. Pada saat ini blangko E-KTP terbatas, sehingga masyarakat yang mengurus E-KTP karena hilang, rusak, hingga perubahan elemen harus menunggu lama. Dengan demikian, diciptakan KTP Digital dalam Aplikasi Identitas Kependudukan Digital (IKD).
Aplikasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) yang telah diterbitkan oleh Ditjen Dukcapil Kementerian Dalam Negeri merupakan suatu inovasi dan juga adaptasi dalam masa peralihan dalam perkembangan digitalisasi di Indonesia. Saat ini, pemerintah aktif melakukan sosialisasi terkait Identitas Kependudukan Digital dan aktivasi di berbagai pelayanan masyarakat yang berada pada lingkup Dukcapil. Pelaksanaan sosialisasi dan aktivasi tersebut menjadi bahan edukasi untuk masyarakat atas kegunaan IKD serta manfaat yang dapat diperoleh masyarakat dalam jangka waktu panjang di era digitalisasi nanti.
Dengan demikian, Disdukcapil kota Surabaya pun berkomitmen untuk aktif dalam pelaksanaan sosialisasi dan aktivasi IKD kepada masyarakat dengan menyediakan beberapa tempat seperti Balai RW/Kelurahan, Mall Pelayanan Publik Siola, dan juga petugas Dukcapil Surabaya melakukan layanan Jemput Bola Layanan Adminduk (Jebol Anduk) di ruang publik seperti tempat wisata atau kantor.
Seperti yang dilaksanakan oleh Isni Humaidah selaku mahasiswi MSIB Batch 4 Disdukcapil Kota Surabaya yang ditempatkan di Kelurahan Jepara, Kecamatan Bubutan, Kota Surabaya. Mahasiswi tersebut ikut serta dalam pelaksanaan sosialisasi dan aktivasi IKD yang dimulai pada tanggal 28 April – 25 Mei 2023, setiap hari Senin – Jum’at di Balai RW 01 – Balai RW 09. Sehingga masing-masing Balai RW mendapatkan jadwal 2 hari. Antusias warga masing-masing RW di Kelurahan Jepara ini ada yang sangat tinggi dan juga bahkan ada yang sangat tidak antusias dalam aktivasi tersebut. Hal tersebut dibuktikan dengan warga yang datang di masing-masing Balai RW sesuai jadwal.
“Pada saat saya bertugas di Balai RW 02 dan 07 banyak sekali warga yang antusias untuk aktivasi Identitas Kependudukan Digital, namun tidak semua warga paham akan manfaat dan tata caranya” ujar Isni.
Dalam pelaksanaannnya Ketua RW, perwakilan Ketua RT, dan juga perwakilan KSH di daerah Kelurahan Jepara juga ikut turut membantu Isni dan satu temannya yang bernama Fachran selaku petugas SIAK (Sistem Informasi Administrasi Kependudukan) agar pelayanan aktivasi lebih cepat. Tidak hanya itu, Isni dan Fachran menjelaskan manfaat kepemilikan IKD, sehingga warga paham akan pentingnya IKD.
Manfaat dari adanya aplikasi Identitas Kependudukan Digital ini adalah agar memudahkan masyarakat dalam memiliki data kependudukan yang mudah dibawa kemana-mana. Karena dalam aplikasi tersebut terdapat KTP Digital, Kartu Keluarga Digital, hingga data anggota keluarga yang ada di Kartu Keluarga (KK). Namun, kendala dalam KTP Digital adalah tidak semua smartphone dapat digunakan. Tidak hanya itu kendala lainnya seperti warga yang sudah lansia tidak memiliki smartphone, memori penuh, dan kendala lainnya.
Hal tersebut diungkapkan oleh Bunda Asih selaku KSH RT 02 RW 07 Kelurahan Jepara, yang sudah aktivasi Identitas Kependudukan Digital. Bunda Asih mengatakan bahwa kehadiran KTP dan KK Digital yang ada di Smartphone nya semakin praktis dalam menyimpannya.
“Enak ya mbak, berarti kalau kemana-mana tinggal berbagi QR Code. Datanya langsung muncul semua di HP ku. Alhamdulillah aktivasinya bisa di Balai RW sesuai jadwal. Jadi mumpung ada kesempatan mending langsung aktivasi di Balai RW. Biar nggak perlu jauh-jauh ke Kelurahan atau Kecamatan”
Penulis : Isni Humaidah, Administrasi Publik, UPN “Veteran” Jawa Timur.



