JurnalPost.com – Merdeka Belajar atau disebut juga dengan Kampus Merdeka (MBKM) adalah sebuah inovasi yang dibuat oleh Kemendikbudristek dan diluncurkan sebuah kebijakan untuk mentransformasi sistem Pendidikan tinggi di Indonesia untuk menghasilkan lulusan yang lebih relevan. Tujuan kebijakan Program Merdeka Belajar atau Kampus Merdeka, adalah untuk meningkatkan kompetensi lulusan, baik soft skills maupun hard skills, agar lebih siap dan relevan dengan kebutuhan zaman, menyiapkan lulusan sebagai pemimpin masa depan bangsa yang unggul dan berkepribadian. Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi dan Pemerintah Kota Surabaya menyusun program Surabaya mengajar yang merupakan bagian dari program kampus merdeka yang bertujuan untuk memberikan kesempatan kepada mahasiswa belajar dan mengembangkan diri melalui aktivitas di luar kelas perkuliahan.
Program Surabaya Mengajar merupakan bagian dari kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) untuk memperkaya kompetensi mahasiswa dengan memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk belajar di luar kelas dengan memberikan asistensi kepada guru dan tenaga kependidikan di tingkat pendidikan dasar. Program Surabaya Mengajar saat ini adalah angkatan yang ke-tiga ditugaskan untuk mengajar, dan membantu administrasi sekolah dan guru di sekolah–sekolah. Observasi sekolah merupakan salah satu bagian dari bagian dari rangkaian kegiatan sebelum mulainya asistensi mengajar. Adanya observasi untuk melihat kondisi sekolah sasaran, sehingga dari informasi yang di dapat mahasiswa dapat merancang program yang tepat.

Meilani Nur Maulida, merupakan salah satu Mahasiswa dari Program Studi Akuntansi Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya yang merupakan peserta dari progam Surabaya Mengajar Angkatan 3 di SMP NEGERI 39 Surabaya yang didampingi oleh Ibu Isrida Yul Arifiana., M. Psi., Psikolog selaku Dosen Pembimbing Lapangan selama kegiatan berlangsung. Melalui program ini mahasiswa diharapkan mampu berkolaborasi dengan guru di sekolah dalam melakukan asistensi mengajar serta membantu administrasi sekolah maupun guru dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan. Dalam melakukan asistensi mengajar, kami mahasiswa merencanakan berbagai pembelajaran inovatif menggunakan media-media pembelajaran yang menarik dengan memanfaatkan alat teknologi serta benda-benda di lingkungan sekitar yang mudah didapat, sehingga dapat mengasah keterampilan dan wawasan serta kreativitas siswa-siswi dikelas.

Mengenai bantuan administrasi, kami mahasiswa melihat bahwa perpustakaan adalah bagian yang paling membutuhkan sentuhan dalam hal pembenahan serta penataan. Dalam hal pembenahan perpustakaan ini sendiri mahasiswa bertujuan agar perpustakaan tidak hanya dijadikan sebagai gudang buku melainkan akan dijadikan tempat belajar siswa selain di dalam kelas. Selain untuk meningkatkan minat baca dan minat kunjung, dengan belajar di dalam ruangan perpustakaan mahasiswa ingin membantu para siswa untuk meningkatkan literasi melalui bahan bacaan yang sudah di sediakan di dalam perpustakaan tersebut.
Kegiatan asistensi mengajar melalui program Surabaya Mengajar ini telah memberikan pengalaman kepada mahasiswa dalam membuat inovasi dan kreativitas dengan berkolaborasi dengan guru di sekolah untuk bersama-sama meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah tujuan; mengasah ketrampilan dan wawasan dalam bidang mengajar dan juga mengembangkan media pembelajaran yang bisa diaplikasikan secara langsung kepada siswa untuk menunjang proses pembelajaran di kelas; mengembangkan pola berpikir rasional dan tepat sasaran dalam bekerja bersama tim, penyelesaian masalah dalam lingkup kerja, dan juga pengendalian emosi di lingkungan sosial di luar dunia perkuliahan.
Penulis : Meilani Nur Maulida
Jurusan : Akuntansi
Asal Kampus : Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya
#UntagSurabaya #KitaUntagSurabaya #UntukIndonesia #UntagSurabayaKeren #EcoCampus #KampusKompeten



