
JurnalPost.com, Desa Lemahireng – Guna mendukung efisiensi dan produktivitas di lingkungan kerja, Doly Satria Rajagukguk, mahasiswa Program Studi Teknik Industri, telah menginisiasi program kuliah kerja nyata yang bertujuan mengoptimalisasi tata letak fasilitas Balai Desa dengan menerapkan prinsip 5S dari Toyota Production System. Program ini telah berlangsung sejak 7 Agustus 2023 di Balai Desa Lemahireng, memfokuskan perhatian pada penyusunan kembali tata letak fasilitas agar lebih terstruktur, efisien, dan sesuai dengan prinsip higienitas.
Prinsip 5S yang terdiri dari Seiri (Ringkas), Seiton (Rapi), Seiso (Resik), Seiketsu (Rawat), dan Shitsuke (Rajin) menjadi pedoman utama dalam program ini. Doly Satria Rajagukguk bekerja sama dengan perangkat desa Lemahireng dalam menerapkan prinsip-prinsip tersebut dalam rutinitas sehari-hari. Meskipun perubahan yang diterapkan tidak terlalu drastis, penekanan yang lebih besar diberikan pada peningkatan standar higienitas terutama di fasilitas toilet dan dapur, untuk menjamin kebersihan dan kesehatan ruang kerja.

Lebih lanjut, program ini juga memasukkan penambahan fasilitas tambahan yang penting sesuai dengan kebutuhan, seperti area penyimpanan dokumen yang tertata rapi, ruang pertemuan yang dilengkapi dengan perlengkapan yang tepat, dan zona istirahat yang nyaman bagi perangkat desa.
Selain itu, dilakukan juga pemanfaatan beberapa ruangan yang sebelumnya tidak terpakai untuk dijadikan area pojok baca yang nyaman, musala bagi keperluan ibadah, serta gudang penyimpanan barang dan perlengkapan. Penyusunan fasilitas tambahan maupun penggunaan ruangan kosong ini juga mengacu pada prinsip 5S, guna memastikan penggunaan ruang yang efisien dan keteraturan dalam pemanfaatannya.

Tidak dapat disangkal, peran program ini memiliki relevansi yang signifikan. Balai Desa berperan sentral dalam segala aktivitas masyarakat, dan tata letak fasilitas yang optimal berkontribusi pada kinerja efektif dan kenyamanan dalam menjalankan tugas-tugas. Dengan penerapan prinsip 5S, perangkat desa mampu meningkatkan efisiensi waktu, mengurangi pemborosan, dan menciptakan lingkungan kerja yang bersih dan tertata.
Secara keseluruhan, Doly Satria Rajagukguk dari Program Studi Teknik Industri telah memimpin program kuliah kerja nyata yang mengarah pada desain tata letak fasilitas Balai Desa dengan prinsip 5S dari Toyota Production System.

Penerapan program ini mencakup peningkatan aspek higienitas serta penggunaan ruangan kosong dan penambahan fasilitas dengan perencanaan yang matang. Di akhirnya, diharapkan perubahan ini akan memberikan dampak positif pada efisiensi dan produktivitas perangkat desa Lemahireng dalam menjalankan tanggung jawab mereka. Melalui kolaborasi ini, Doly Satria Rajagukguk telah menghasilkan perbaikan nyata dalam pengembangan lingkungan kerja yang lebih baik dan efisien di Desa Lemahireng.



