JurnalPost.com – Desa Sumengko merupakan salah satu desa yang teletak di Kecamatan Duduksampeyan, Kabupaten Gresik, Provinsi Jawa Timur. Mata pencaharian di desa Sumengko yaitu petani, nelayan dan buruh pabrik. Kondisi ekonomi masyarakatnya tergolong dalam ekonomi kalangan bawah. Desa Sumengko memiliki sebagian lahan pertanian yang luas. Sehingga membuat mayoritas mata pencaharian di Desa Sumengko yaitu bertani. Oleh karena itu kami sebagai Mahasiswa/i membuat Jurnal dengan tema “Sosialisasi Dan Demonstrasi Plot Penggunaan Pupuk Organik PT Petrokimia Di Desa Sumengko, Kec. Duduksampeyan” dengan harapan dapat membantu para petani di sekitar.
Sosialisasi dilaksanakan sebelum demontrasi plot dilakukan, adanya penyuluhan ini diharapkan demplot juga agar kedepan para petani memperhatikan kesuburan tanah pertanian atau pH tanah atau kadar keasaman tanah. Pasalnya, tanah berfungsi sebagai media tanam dan sebagai sumber unsur hara bagi akar tanaman untuk memperoleh nutrisi/makanan secara maksimal. Sedangkan kegagalan petani seringkali disebabkan karena minimnya pengetahuan serta kesadaran mereka akan pentingnya mengetahui kadar keasaman lahan.

Setelah dilakukannya Sosialisasi kepada para petani di Desa Duduksampeyan, dilanjutkan dengan pelaksanan demontrasi plot yang diadakan pada tanggal 22 Mei 2023. Demplot adalah metode penyuluhan pertanian kepada petani dengan cara membuat lahan percontohan agar petani bisa melihat dan membuktikan terhadap objek yang didemontrasikan. Melalui kegiatan demplot, petani dapat langsung melihat dan mempraktikkan inovasi teknologi budidaya, varietas unggul baru, pemupukan dan lain-lain yang dianjurkan sehingga diharapkan menambah pengetahuan, perubahan sikap dan keterampilan petani dalam pelaksanaan budidaya. Selain itu, kegiatan demplot juga sebagai upaya meningkatkan produktivitas tanaman. Tujuan metode demplot agar apa yang disosialisasikan penyuluh dapat dimengerti, diterima dan mau diterapkan oleh sasaran yaitu petani. Demplot dinilai sebagai salah satu metode yang efektif karena langsung dipraktikkan di lahan percontohan.
Melalui demplot mitra berhasil membuktikan bahwa penggunaan jenis pupuk sangat berpengaruh terhadap pH tanah, kadar pH tanah diukur dalam skala antara 0-14. Tanah dengan kadar pH 0 hingga 7 bersifat asam, sedangkan pH antara 7-14 disebut basa. Tanaman yang dibudidayakan pada tanah ber-pH rendah/asam maupun tinggi/basa tidak akan tumbuh dengan baik, sebab pada kedua keadaan tersebut akar tanaman tidak mampu menyerap unsur hara dengan baik. Sebagian besar tanaman budidaya hanya mampu tumbuh secara maksimal pada kondisi tanah yang memiliki kadar pH netral, yaitu 7. Sementara pH minimal toleransi oleh tanaman adalah 5,5.
Dengan adanya kegiatan sosialisasi ini, para petani bertambah wawasan nya terkait pH tanah serta hal yang harus dilakukan agar keseimbangan pH tanah tetap terjaga. Salah satu faktor nya juga karena penggunaan jenis pupuk yang selama ini tidak diperhatikan kandungan nya oleh para petani. Diharapkan dengan adanya kegiatan ini, para petani dapat terus megingat dan melakukan hal yang sesuai dengan ajaran yang dilakukan sewaktusSosialisasi dilakukan.
Penulis : Afifah Dinda Sofia (Mahasiswi Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur)

