
JurnalPost.com, Klaten, (1/08/2023) – Masa balita adalah masa yang penting bagi pertumbuhan dan perkembangan anak, khususnya pada usia 2 tahun pertama. Di usia tersebut anak mengalami pertumbuhan yang sangat pesat. Ada berbagai faktor dalam pertumbuhan anak, salah satunya adalah pemberian makan yang tepat. Apabila gizi anak pada usia tersebut belum tercukupi maka akan mengakibatkan anak kekurangan gizi. Ketika anak kekurangan gizi secara kronis dan dalam jangka waktu yang panjang maka dapat mengakibatkan stunting.
Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak akibat kekurangan asupan gizi, penyakit infeksi, serta kurangnya stimulasi. Kondisi tersebut bersifat inrreversible (tidak dapat kembali atau diubah). Terjadinya stunting pada anak dapat mengakibatkan berbagai dampak negatif seperti terganggunya kecerdasan anak yang menghambat produktivitas anak di masa yang akan datang.
Oleh karena itu, diperlukan pencegahan dan penanganan yang tepat untuk mengatasi stunting, salah satunya adalah pemberian makanan yang bergizi mencakup 4 bintang yaitu karbohidrat, protein nabati dan hewani, lemak, sayur-mayur dan buah-buahan.

Pentingnya pemberian makan yang tepat untuk bayi dan anak mendorong mahasiswa KKN Tim II Universitas Diponegoro 2022/2023 untuk membuat program terkait edukasi stunting. Kegiatan edukasi dan demonstrasi tersebut dilaksanakan pada hari Selasa, 1 Agustus 2023 yang dihadiri oleh ibu-ibu balita, kader posyandu, dan pemerintah Desa Tlingsing.
Program ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada ibu balita Desa Tlingsing terkait stunting dan kreasi pengolahan pangan yang tepat untuk anak sehingga anak mendapatkan asupan gizi yang cukup dan terhindar dari stunting.
Pada pelaksanaan kegiatan tersebut ditampilkan berbagai kreasi makanan, selain itu juga dilakukan demonstrasi pengolahan ikan lele menjadi nugget untuk anak dengan memperhatikan porsi dan tekstur yang tepat.
Kegiatan berjalan dengan lancar dan mendapatkan sambutan yang baik dari Bapak Kepala Desa, Bidan Desa, Kader Posyandu, dan utamanya para ibu balita di Desa Tlingsing. Hal ini terlihat dari antusiasme ibu balita yang fokus mendengarkan dan aktif bertanya serta berbagi pengalaman dalam memberikan makanan pada sang anak. Melalui program ini diharapkan para ibu dapat memahami dan mengupayakan makanan yang bergizi untuk buah hatinya . Dengan adanya program ini juga diharapkan dapat membantu Kader Posyandu untuk memberikan penyuluhan terkait bahaya stunting kepada Masyarakat terutama ibu balita di masa selanjutnya, setelah program ini selesai sebagai upaya pencegahan stunting pada balita di Desa Tlingsing.



