
Penulis: Gusvandi Harki Mahasiswa Komunikasi Digital Dan Media Sekolah Vokasi IPB University
“Pulang Basamo” merupakan sebuah tradisi mudik bagi perantau Minang yang ada diperantauan. Sebelumnya mungkin kalian bingung apa yang dimaksud dengan “Pulang Basamo”. Hal tersebut merupakan hasil kesepakatan sekumpulan perantau Minang yang ada diperantauan yang untuk mudik atau pulang kampung bersama. Uniknya “Pulang Basamo” ini biasanya diadakan saat Libur menjelang Hari Raya Idul Fitri menggunakan kendaraan bersama seperti, Bus, Kapal atau Pesawat.
Selain itu keunikan yang ada saat acara “Pulang Basamo” ini sangat variatif mulai dengan berbagai atribut seperti baju khusus rombongan, spanduk yang dipasang pada kendaraan, hingga membawa dana iuran untuk kampung halaman. Acara “Pulang Basamo” ini merupakan tradisi turun temurun sejak dulu kala. Tidak diketahui sejak kapan tradisi ini dimulai belum ada literatur dan bukti otentik yang menjelaskannya. Biasanya kegiatan ini diadakan oleh setiap perantau kampung atau desa di Ranah Minang (Sumatera Barat), yang disebut Nagari.
Jika pada umumnya “Pulang Basamo” diadakan oleh perantau nagari atau kampung, beda hal nya dengan Mahasiswa IPB University. Pada setiap tahunnya Organisasi Mahasiswa Daerah (OMDA) Minangkabau juga melakukan tradisi “Pulang Basamo” tersebut. Yang pada awalnya dilaksanakan oleh OMDA tingkat II yang merupakan OMDA daerah Kabupaten/Kota yang berdekatan atau hampir sama dengan mahasiswa perantau nagari/kampung tersebut.
Pada Tahun 2023 OMDA FAMILI (Forum Mahasiswa Minang Vokasi) juga mengadakan tradisi “Pulang Basamo” bersama mahasiswa Minang Sekolah Vokasi IPB University. Tujuan diadakannya “Pulang Basamo” oleh OMDA FAMILI ini yaitu melaksanakan tradisi yang sudah lazim oleh para perantau minang. Selain itu dengan diadakannya kegiatan ini juga bisa mendapatkan ongkos pulang kampung yang lebih murah.
“Pulang Basamo” oleh OMDA FAMILI ini merupakan sebuah program kerja yang sudah dirancang oleh pengurus baru OMDA FAMILI periode 2023/2024. Persiapan untuk melaksanakan program kerja ini juga tidak mudah, dimulai dari pembentukan Panitia Persiapan Pulang Basamo, guna mendata mahasiswa yang ingin ikut untuk “Pulang Basamo”, mengurus Bus yang akan digunakan untuk pulang basamo dan hal lainnya seperti menyusun rundown keberangkatan dan kegiatan agar tidak bosan di perjalanan.
Kegiatan Pulang “Basamo Famili” ini dilaksanakan pada 19 Desember 2023 yang merupakan liburan akhir semester mahasiswa IPB University. Pulang Basamo perdana ini menggunakan dua buah Bus NPM dengan peserta kurang lebih ada 60 orang mahasiswa Minang Vokasi IPB University.
Karena merupakan program kerja yang baru pertama kali dilaksanakan tentu saja masih ada beberapa kendala yang dihadapi seperti mencari mahasiswa yang ingin pulang, tapi hal tersebut dapat diatasi dengan selalu mempromosikan kegiatan Pulang Basamo Famili ini. Selain itu untuk mencari bus yang sesuai dengan Rancangan Anggaran Biaya (RAB) untuk di booking dan membuat sebuah acara diatas kapal yaitu Makan Bersama.
“Pulang Basamo” ini juga memiliki banyak manfaat bagi mahasiswa perantau Minang. Dengan diadakannya kegiatan ini antar mahasiswa minang akan lebih saling mengenal, menumbuhkan rasa kekeluargaan dan kebersamaan. Selain itu dengan diadakannya pulang basamo ini juga bisa menghemat biaya untuk pulang ke Sumatera Barat. Jika mengikuti pulang basamo perjalanan akan dimulai dari Terminal Bus Baranangsiang menuju ke pelabuhan Merak. Selama diatas kapal kita bisa menikmati pemandangan lautan yang sangat indah. Perjalanan kapal dari Pelabuhan Merak menuju Pelabuhan Bakauheni itu ditempuh selama kurang lebih 1,5 jam dalam keadaan normal. Selama perjalanan di kapal kita dapat membeli cemilan yang banyak sekali tersedia disana.
Setelah sampai di Pelabuhan Bakauheni kita akan melewati beberapa provinsi seperti Provinsi Lampung, Provinsi Sumatera Selatan, Provinsi Jambi dan akhirnya akan Sampai di Provinsi Sumatera Barat. Selama perjalanan kita akan melihat pemandangan kota Lampung dengan ikon Siger nya, Palembang dengan ikon Jembatan Ampera, serta Kota Jambi dengan ikon Tugu Keris Siginjai. Perjalanan tersebut sekarang lebih kurang hanya 30 jam perjalanan dari Kota Bogor Sampai Ke Ranah Minang.
Keunikan “Pulang Basamo” Famili pada kali ini yaitu mulai dari variasi spanduk pulang basamo, makan bersama diatas kapal, dan masih banyak lagi. Selain itu bagi perantau minang juga sudah sangat terkenal adanya lagu “Taragak Pulang” yang liriknya berisi tentang perantau Minang yang ingin pulang.
Menurut Khairunnisa Salsabilla selaku ketua Pelaksana Pulang Basamo Famili kesannya “Seru Bana, bisa pulang basamo jadi lai indak langang raso busnyo do” artinya “ Sangat menyenangkan, bisa pulang bersama jadi di Bus tidak terasa sepi”. Pesannya “Semoga Program Kerja ini tetap terus terlaksana dan wajib mencoba Pulang Basamo Famili”.



