
JurnalPost.com – Kegiatan akademik International Guest Lecturer dengan tema “Sustainable Development Goals (SDGs) in Higher Education: Science, Education, and Literacy Perspectives” telah terselenggara pada 11 Februari 2026 di Gurindam Hall Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH), Tanjungpinang, Bintan, Kepulauan Riau. Kegiatan ini menghadirkan tiga pembicara dari Indonesia dan Korea Selatan, yakni Prof. Dr. Woro Sumarni, M.Si. dari Universitas Negeri Semarang (UNNES), Prof. Dr. I Wayan Muderawan, M.Si. dari Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), serta Prof. Woo Kon Lee dari Sogang University, Korea Selatan. Bertindak sebagai moderator Adalah ibu Nina Adriani, B.Sc (Hons)., M.Sc., Ph.D., Kaprodi Pendidikan Kimia FKIP UMRAH.
Dalam paparannya, Prof. Dr. Woro Sumarni mengangkat topik “Education and Literacy for Sustainability: Perspectives from the Javanese Educational Context.” Beliau menekankan bahwa nilai-nilai pendidikan Jawa yang sarat dengan kearifan lokal, etika, dan harmoni dengan alam memiliki relevansi kuat dalam membangun literasi keberlanjutan di pendidikan tinggi. Menurutnya, integrasi budaya lokal dalam kurikulum dapat memperkuat karakter, berpikir kritis, serta tanggung jawab ekologis mahasiswa sebagai bagian dari kontribusi nyata terhadap pencapaian SDGs.
Sementara itu, Prof. Dr. I Wayan Muderawan memaparkan tema “Education and Literacy for Sustainability: Perspectives from the Balinese Educational Context.” Ia menjelaskan bahwa filosofi lokal Bali seperti Tri Hita Karana menjadi fondasi penting dalam mengembangkan pendidikan yang berorientasi pada keseimbangan antara manusia, Tuhan, dan lingkungan. Pendekatan ini dinilai mampu memperkaya perspektif pendidikan sains dan literasi keberlanjutan melalui integrasi nilai budaya dan praktik kehidupan masyarakat. Beliau memberikan contoh nyata kehebatan budaya lokal SUBAK yang amat mendukung pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs). Dari 17 poin SDGs, hanya 2 poin yang tidak secara langsung berkaitan dengan SUBAK yaitu SDGs-ke 9 Industry, Innovation, and Infrastructure dan SDGs ke 14 Life Below Water (Ekosistem Lautan).

Pada sesi berikutnya, Mr. Sung Min Kim yang mewakili Prof. Woo Kon Lee menyampaikan gambaran umum tentang LUPIC Program sebagai platform kolaborasi internasional antarperguruan tinggi di negara-negara berkembang dengan pendanaan dari Kementerian Pendidikan Korea (National Research Foundation of Korea/NRF). Ia juga memperkenalkan Sogang University, Korea Selatan, serta peluang studi melalui Global Korea Scholarship (GKS) yang membuka kesempatan bagi mahasiswa dan dosen untuk melanjutkan pendidikan dan memperluas jejaring akademik di tingkat global.

Acara dilanjutkan dengan tanya-jawab dan diskusi. Kegiatan ini menjadi ruang dialog akademik yang produktif dalam mempertemukan perspektif budaya Jawa, Bali, dan global dalam kerangka pendidikan berkelanjutan. Diskusi yang berlangsung menunjukkan bahwa pencapaian SDGs di pendidikan tinggi tidak hanya bertumpu pada penguatan sains dan teknologi, tetapi juga pada pengembangan literasi yang berakar pada nilai budaya dan konteks lokal. Melalui International Guest Lecturer ini, para peserta memperoleh wawasan komprehensif tentang pentingnya sinergi antara sains, pendidikan, dan literasi dalam membangun generasi yang kritis, beretika, dan berorientasi pada keberlanjutan global. Kegiatan International Guest Lecturer ini diakhiri dengan pemberian cindera mata untuk para pembicara.



