JurnalPost.com – Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa atau biasa disebut PMM merupakan program dari Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang wajib dilakukan oleh seluruh mahasiswa aktif. Sesuai dengan nama programnya, kegiatan ini dilakukan dengan tujuan supaya mahasiswa-mahasiswa UMM dapat mengabdi dan menyalurkan ilmunya untuk masyarakat secara luas. Dalam hal ini, kelompok 22 gelombang 1 PMM melaksanakan program pengabdian masyarakat yang dimulai pada tanggal 19 Januari 2024. Pelaksanaan kegiatan Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) ini adalah untuk mengaplikasikan Hilirisasi hasil Penelitian Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).
Kelompok 22 gelombang 1 memiliki 5 anggota, yaitu Lutfi Syahda Kurnia sebagai koordinator kelompok, Adrillah Cahyani Pasenggong, Ariq Ubaidillah Zhofir, Andrienty Zaneta Tsany, dan Carissa Rizky Miliana Putri. Kelima anggota tersebut merupakan mahasiswa program studi psikologi angkatan 2021. Dalam program Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) ini, kelompok 22 gelombang 1 dibimbing oleh Bapak Adhyatman Prabowo S.Psi, M.Psi, selaku Dosen Pembimbing Lapangan (DPL).
Secara sederhana, stunting merupakan ketidaksesuaian atau terhambatnya perkembangan fisik anak di masa pertumbuhannya. Hal ini dapat terjadi karena beberapa faktor, seperti kurangnya pemenuhan gizi dan kesadaran orang tua terkait pentingnya monitoring pertumbuhan dan perkembangan anak, serta menganggap posyandu untuk anak tidak terlalu penting. Orang tua tidak boleh menganggap remeh stunting karena dampaknya dapat berkepanjangan hingga anak dewasa nanti. Anak dapat memiliki keterbatasan dalam melakukan aktivitas fisik karena pertumbuhan otot dan tulang yang terganggu. Selain itu, anak juga akan rawan terkena penyakit kesehatan seperti penyakit jantung dan diabetes dan lain sebagainya karena sistem imun tubuh anak yang rendah.

Kami, mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang memiliki tujuan, yaitu memberikan kontribusi nyata dalam menanggulangi permasalahan kesehatan dan sosial di Desa Purworejo dengan fokus utamanya yaitu stunting. Dengan bekal pengetahuan dan sumber daya untuk memberikan solusi yang dapat meringankan bagi Desa Purworejo. Kontribusi yang kami berikan adalah dalam bentuk psikoedukasi kepada orang tua balita dan berpartisipasi dalam kegiatan posyandu yang rutin dilaksanakan setiap bulan. Dalam kegiatan tersebut, kami berupaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menanggapi stunting dan sadar akan hal tersebut yang dapat menghambat pertumbuhan anak secara fisik maupun mental. Kami memberikan pemahaman dan edukasi akan pentingnya memberikan nutrisi yang cukup dan gizi seimbang kepada anak. Orang tua balita diberikan pemahaman tentang jenis jenis makanan yang dibutuhkan oleh anak demi mencegah permasalahan stunting serta mencapai potensi tumbuh kembang anak secara optimal.
Dalam kegiatan posyandu balita, kami berkesempatan untuk membantu mulai dari proses pendataan hingga pemberian vitamin. Orang tua dan anak yang hadir dalam posyandu akan diminta untuk mengisi daftar hadir terlebih dahulu. Kemudian, mereka akan dipanggil satu persatu untuk dilakukan pendataan berat badan anak, tinggi badan, lingkar kepala, dan lingkar lengan anak. Pendataan berat badan, tinggi badan, lingkar kepala, dan lingkar lengan ini bertujuan untuk melihat perkembangan fisik anak apakah sudah sesuai dengan masa perkembangannya atau belum. Sehingga, apabila terdapat anak-anak yang memiliki perkembangan fisik yang tidak sesuai dapat segera diberikan tindakan oleh pihak desa. Setelah selesai, mereka bergiliran mendapatkan vitamin A. Untuk vitamin A ini disediakan langsung oleh puskesmas desa dan kami hanya membantu dalam pemberiannya saja kepada anak-anak. Tidak hanya itu, anak atau balita yang hadir dalam posyandu akan selalu mendapatkan konsumsi sebagai bentuk pemenuhan gizi tambahan.



