• Home
  • About Us
  • Redaksi
  • Media Kit
  • Kebijakan
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
JurnalPost
JurnalPost
JurnalPost
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil

Pertumbuhan Ekonomi Dan Kemiskinan Di Negara Berkembang

Editor Redaksi
30 Juni 2023
in Ekonomi

PENDAHULUAN

1.Latar Belakang
Masalah besar yang sedang dihadapi negara sedang berkembang yaitu Distribusi pendapatan dan tingkat kemiskinan. Tidak meratanya distribusi pendapatan mengakibatkan terjadinya ketimpangan pendapatan yang merupakan awal dari munculnya sebuah masalah kemiskinan. Membiarkan kedua masalah tersebut berlarut-larut akan semakin memperparah keadaan, dan tidak jarang dapat menimbulkan konsekuensi negatif terhadap kondisi sosial dan politik. Dalam distribusi pendapatan baik antar kelompok berpendapatan, antar daerah perkotaan dan daerah pedesaan, atau antar kawasan dan propinsi dan kemiskinan merupakan dua masalah yang masih mewarnai perekonomian Indonesia. Pada awal pemerintahan orde baru,Masalah kesenjangan pendapatan dan kemiskinan tidak hanya dihadapi oleh negara sedang berkembang, namun negara maju sekalipun tidak terlepas dari permasalahan ini. Perbedaannya terletak pada besar kecilnya tingkat kesenjangan dan angka kemiskinan yang terjadi, serta tingkat kesulitan mengatasinya yang dipengaruhi oleh luas wilayah dan jumlah penduduk suatu negara. Semakin besar angka kemiskinan, semakin tinggi pula tingkat kesulitan mengatasinya. Negara maju menunjukkan tingkat kesenjangan pendapatan dan angka kemiskinan yang relative kecil dibanding negara sedang berkembang, Oleh karena itu strategi pembangunan diterapkan oleh pemerintah pada awal periode orde baru hingga akhir tahun 1970-an terpusatkan pada pertumbuhan ekonomi yang tinggi. Untuk mencapai tujuan tersebut maka pusat pembangunan dimulai di Pulau Jawa, khususnya Propinsi Jawa Barat, karena fasilitas seperti infrastruktur lebih tersedia dibandingkan dipropinsi lainnya di Indonesia dan di beberapa propinsiBerbagai upaya yang telah dan sedang dilakukan oleh dunia internasional, baik berupa bantuan maupun pinjaman pada dasarnya, sector primer dan industri berat, merupakan upaya sistematis untuk memperkecil kesenjangan pendapatan dan tingkat kemiskinan yang terjadi di negara-negara miskin dan sedang berkembang.

HASIL DAN PEMBAHASAN

1. Kemiskinan di Negara sedang berkembang. Upaya untuk mengatasi kemiskinan bisa terhambat jika negara-negara berkembang dipaksa untuk memotong investasi produktif dan sumber daya manusia. Sehingga menyebabkan bantuan pembangunan yang rendah dan pajak penghasilan yang berkurang.Bank Dunia juga menyatakan adanya potensi peningkatan masyarakat sangat miskin di negara berkembang sebesar 26 juta pada 2020 karena terhambatnya bantuan. Selain itu jika bantuan bilateral untuk pembangunan menurun, seperti yang pernah terjadi sebelumnya, dapat mempengaruhi rata-rata pertumbuhan ekonomi jangka panjang negara berkembang dan berpotensi meningkatkan masyarakat sangat miskin sampai 26 juta jiwa pada 2020.Sebab Bank Dunia menilai di negara berkembang saat ini terjadi kesenjangan pembiayaan pembangunan. Kesenjangan pembiayaan di negara berembang secara keseluruhan diperkirakan mencapai 210 miliar dollar AS pada 2010 dan menurun menjadi 180 miliar dollar AS pada 2011. Bank Dunia memperkirakan laju modal dari sektor swasta untuk negara berkembang pada 2009 mencapai 454 miliar dollar AS, dan 2012 diperkirakan meningkat tipis 771 miliar dollar AS atau 3,2 peren dari produk domestik bruto (PDB). Sedangkan pertumbuhan di negara berkembang, Bank Dunia memperkirakan sekitar enam persen setiap tahun pada 2010,2011 dan 2012 naik dari 2009 sebesar 1,7 persen. Hal ini didasarkan pada antisipasi perlambatan pertumbuhan di China sebagai negara yang memiliki pertumbuhan ekonomi terbesar pada dua tahun mendatang dari 9,5 pada 2010 menjadi 8,5 persen pada 2011.

2. Faktor – faktor Penyebab Kemiskinan di Negara Yang Berkembang Kemiskinan identik dengan negara berkembang, dari sisi individu bahwa penyebab dari faktor kemiskinan dan pengangguran adalah kemalasan untuk mencarinya, kemiskinan merupakan sebuah masalah yang sudah umum, di setiap negara merupakan masalah dalam mengetas kemiskinan, ada beberapa faktor individu yang menyebabkan kemiskinan, mulai dari masalah individu sampai masalah struktural ;

a. Di lihat dari Faktor Individu =>Penyebab individual yakni kemiskinan akibat dari perilaku atau kemampuan dari orang tersebut, misalnya : malas, atau menunggu yang sifat nya spekulasi.
b. Di lihat dari Faktor Keluarga =>Faktor keluarga bukanlah faktor individu yang di keluarkan/ di lontarkan oleh sekelompok orang yang mengatakankemiskinan tidak akan timbul jika ada kemauan yang kuat dari diri sendiri. Faktor ini menghubungkan kemiskinan karena keadaan dan pendidikan keluarga.
c. Di lihat dari Faktor Subkultural =>Penyebab sub-kebudayaan atau kebiasaan yang menghubungkan faktor kemiskinan di sebabkan oleh kehidupan sehari-hari yang di pelajari atau di jalankan dalam lingkungan.
d. Di lihat dari Faktor Agensi =>Penyebab agensi sosial melihat kemiskinan di sebabkan dari orang lain, termasuk perang, Pemrintah, dan ekonomi.

3. Cara untuk Mengatasi Permasalaha Kemiskinan di Negara berkembang. a. Masalah kemiskinan di Indonesia sarat sekali hubungannya dengan rendahnya tingkat Sumber Daya Manusia (SDM). dibuktikan oleh rendahnya mutu kehidupan masyarakat Indonesia meskipun kaya akan Sumber Daya Alam (SDA). Sebagaimana yang ditunjukkan oleh rendahnya Indeks Pembangunan Masyarakat (IPM) Indonesia pada tahun 2002 sebesar 0,692. yang masih menempati peringkat lebih rendah dari Malaysia dan Thailand di antara negara-negara ASEAN. Sementara, Indeks Kemiskinan Manusia (IKM)Indonesia pada tahun yang sama sebesar 0,178. masih lebih tinggi dari Filipina dan Thailand. Selain itu, kesenjangan gender di Indonesia masih relatif lebih besar dibanding negara ASEAN lainnya.

b.Tantangan selanjutnya adalah otonomi daerah. di mana hal ini mempunyai peran yang sangat signifikan untuk mengentaskan atau menjerumuskan masyarakat dari kemiskinan. Sebab ketika meningkatnya peran keikutsertaan pemerintah daerah dalam penanggulangan kemiskinan. maka tidak mustahil dalam jangka waktu yang relatif singkat kita akan bisa mengentaskan masyarakat dari kemiskinan pada skala nasional terutama dalam mendekatkan pelayanan dasar bagi masyarakat. Akan tetapi ketika pemerintah daerah kurang peka terhadap keadaan lingkungan sekitar, hal ini sangat berpotensi sekali untuk membawa masyarakat ke jurang kemiskinan, serta bisa menimbulkan bahaya laten dalam skala Nasional.

Kesimpulan
bahwa Masalah Pertumbuhan, Kemiskinan dan Distribusi Pendapatan bisa terjadi di Negara maju maupun Negara sedang berkembang. Selain itu juga manjadi masalah dunia sejak berabad-abad lalu. hingga kini masih menjadi bagian dari persoalan terberat dan paling krusial di dunia ini. Seiring berkembangnya pemikiran bahwa, maka upaya untuk mengatasi Masalah Pertumbuhan, Kemiskinan dan Distribusi Pendapat pun kini dikaitkan dengan perbaikan sistem dan struktur. Namun kini pemerintahan Indonesia sedikit demi sedikit telah memperbaiki keadaan ekonomi rakyat dengan mengatasi Masalah Pertumbuhan, Kemiskinan dan Distribusi Pendapat yang terjadi di Indonesia. Sekarang ini pemerintahan Indonesia telah melakukan program Bantuan Langsung Tunai bagi masyarakat menengah kebawah. Kebijakan pemberantasan Masalah Pertumbuhan, Kemiskinan dan Distribusi Pendapat harus menyentuh akar masalah. Untuk itu, kebijakan strategis yang harus ditempuh adalah perluasan dan pemerataan pendidikan, peningkatan layanan kesehatan, pembangunan perumahan, penciptaan lapangan kerja, pembangunan infrastruktur untuk memperlancar transaksi ekonomi dan perdagangan, serta pembangunan daerah untuk mengurangi disparitas ekonomi antar wilayah.

Penulis : Suci Novianti
Program Studio S1 Pendidikan Ekonomi Universitas Pamulang.

Tugas matkul : Teori Ekonomi Mikro ( Bapak Mawardi Nurullah, M.Pd )

Bagikan133MengirimTweet83Print PDF

Baca Juga

Meningkatkan Kemandirian Ekonomi Melalui Hilirisasi

Editor Redaksi
12 Maret 2024
0

Oleh : Karina Adinda Maharani, Mahasiswa Komunikasi Digital dan Media SV IPB JurnalPost.com - Hilirisasi merupakan konsep yang telah lama...

MEMBANGUN FONDASI UNGGUL DENGAN KOMUNIKASI EFEKTIF

Editor Redaksi
12 Maret 2024
0

Oleh : Rajwa Shaliha Permata S. Mahasiswa Sekolah Vokasi IPB JurnalPost.com - Komunikasi efektif adalah landasan utama untuk keberhasilan dalam...

Strategi Digital Marketing di Era Digital Untuk Meningkatkan Penjualan

Strategi Digital Marketing di Era Digital Untuk Meningkatkan Penjualan

Editor Redaksi
30 November 2023
0

JurnalPost.com - Digital marketing adalah sebuah pemasaran yang dilakukan melalui internet atau media online. Jika dibandingkan dengan teknik pemasaran konvensional...

Keresahan Masyarakat Harga Beras Naik Di Desa Sakatiga Kec.Indralaya Kab Ogan Ilir

Keresahan Masyarakat Harga Beras Naik Di Desa Sakatiga Kec.Indralaya Kab Ogan Ilir

Editor Redaksi
26 November 2023
0

JurnalPost.com - Kekhawatiran serius dalam menghadapi lonjakan harga beras yang meresahkan masyarakat di Sakatiga kec,indralaya kab,Ogan Ilir .Sebelumnya, harga beras...

Pinjaman Online Menjadi Solusi Instant Dikalangan Masyarakat Saat Ini

Editor Redaksi
23 Oktober 2023
0

JurnalPost.com - Dikutip dari berita terkini "dugaan bunuh diri yang dilakukan seorang guru didaerah tangerang" setelah didalami kasus di temukan...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Home
  • About Us
  • Redaksi
  • Media Kit
  • Kebijakan
© 2025 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Halaman Depan Folder 4

© 2025 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.