Penulis: Paisal Rahman Hutapea
Nim: 0306213136
JurnalPost.com – Pertolongan pertama pada luka terbuka pada anak memang bukan tanggung jawab langsung dari anak, namun anak anak harus sadar dan memahami bagaimana cara yang tepat untuk menangani luka terbuka yang baru saja didapatnya agar kuman tidak tersebar kebagian lainnya. Pendampingan secara langsung maupun tidak dari orang tua merupakan hal terpenting yang perlu diperhatikan. Selain sekolah, peran orang tua juga sangat penting bagi pertumbuhan anak. Ibu merupakan aspek terpenting dalam perkembangan dan pertumbuhan anak (ibrahem,dkk., 2017).
Keberhasilan pada pemberian pertolongan pertama ini dapat dilihat dari kualitas perilaku individu dipengaruhi oleh pemahaman yang dimiliki mengenai pertolongan pada luka. Semakin tinggi pengetahuan, perilaku individu terhadap suatu masalah akan semakin positif. Semakin baik pengetahuan dan pengalaman seseorang akan lebih baik dalam melakukan pertolongan pertama (Pertama, 2021). Jadi dalam pelaksanaan penanganan pertama terhadap luka terbuka memang harus dilakukan edukasi yang tepat agar mendapatkan hasil yang maksimal dan tidak terkena infeksi akut pada luka. Jika salah dalam penanganannya, infeksi pada luka dapat menyebabkan kemungkinan yang terjadi, seperti menghambatnya proses penyembuhan pada luka, munculnya cairan berwarna hijau dan berbau tidak sedap, serta menimbulkan demam.
Menurut (Syahrizal et al., 2015) pada Hasan (2005) Pertolongan pertama pada kecelakaan atau P3K adalah suatu pertolongan pertama kepada seseorang yang mengalami kecelakaan sebelum mendapatkan pertolongan dokter. Pertolongan ini perlu dilakukan agar tidak memperparah keadaan luka. Namun banyak yang belum mengetahui cara yang tepat dalam mengobati luka, contohnya adalah anak-anak. Masa anak-anak merupakan masa bermain, maka sering terjadi kecelakaan, baik kecelakaan kecil maupun kecelakaan besar. Maka dari itu sosialisasi penanganan pertolongan pertama kecelakaan pada anak sangat penting dilakukan .
Pengetahuan dasar P3K pada anak di sekolah perlu diajarkan pada anak agar anak mampu mengenal P3K sederhana dan mengaplikasikan pada dirinya sendiri maupun lingkungan sekitar pada kecelakaan ringan yang terjadi di sekitar anak. Melihat anak akan mengalami kecelakaan secara berkala dan tiba-tiba kapanpun dan dimanapun (Saputra et al., 2019). Hal ini disebabkan oleh anak yang masih dalam masa belajar dan pusat keingin tahuan anak yang masih tinggi terhadap hal-hal di sekitar anak. Fasilitas lengkap sekolah juga dapat mempermudah anak dalam memahami pentingnya penanganan pada luka terbuka.
Penanganan luka terbuka adalah upaya merawat kerusakan pada jaringan kulit akibat trauma agar tidak terjadi infeksi pada kulit (Ristanto, 2019). Fasilitas sederhana yang sebaiknya ada di Lembaga untuk memenuhi kebutuhan P3K di sekolah sebagai berikut: tisu basah, tisu kering, obat merah, kasa steril, antiseptik, plaster, cairan NaCl



