• Home
  • About Us
  • Redaksi
  • Media Kit
  • Kebijakan
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
JurnalPost
JurnalPost
JurnalPost
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil

Perjalanan yang Tak Terlupakan: Menyelami Sejarah dan Keindahan Kota Bandung

Editor Redaksi
12 Maret 2024
in News

Oleh: Muhammad Zakhi, Mahasiswa Komunikasi Digital & Media Sekolah Vokasi IPB University

JurnalPost.com – Sebuah kesempatan yang tidak bisa saya lupakan ketika saya melakukan perjalanan selama tiga hari ke Bandung. Dimulai dengan rasa senang dan gembira ketika saya mencoba untuk pertama kalinya manaiki transportasi yang baru saja diresmikan oleh pemerintah Indonesia, yaitu Kereta Cepat Indonesia China (KCIC), dilanjutkan dengan kunjungan ke sebuah gedung tempat Sejarah hidup Gedung Asia Afrika, atau yang biasa disebut sebagai Gedung Merdeka.

Kunjungan ke Kota Bandung ini tentunya saya tidak dapat menghindari untuk terus memperhatikan kota yang menjadi tujuan untuk saya kunjungi. Menyaksikan keindahan alamnya dan kekayaan budayanya. Bandung memiliki pesona dan juga kekayaan yang luar biasa, hal itu tentu menjadi alasan utama seseorang untuk dapat berkunjung ke kota ini.

Mencoba untuk menggunakanan Kereta Cepat Indonesia China secara gratis dengan mengikuti program Konferensi Internasional Asean 2023, membuat saya sangat senang dan menjadi pengalaman yang tak terlupakan, karena saya menikmati perjalanan yang cepat dan nyaman hanya dalam waktu 40 menit. Selama perjalanan mata saya selalu disuguhkan dengan keindahan pemandangan yang dilewati di sepanjang perjalanan. Mulai dari sawah hijau di setiap menitnya, hingga pegunungan pegunungan yang memikat pandangan, setiap detik perjalanan menjadi momen yang patut untuk diabadikan.

Sesampainya di Bandung, saya langsung berangkat untuk melakukan kunjungan ke Gedung Merdeka, untuk melihat secara langsung sebuah museum yang mengangkat isu-isu penting dalam sejarah Asia-Afrika. Menghabiskan waktu untuk mengenal lebih dalam terkait sejarah hidup di Gedung Merdeka. Bangunan dengan keindahan arsitektur kolonialnya serta bangunan yang memancarkan semangat perjuangan bangsa Asia dan Afrika untuk kemerdekaan dan persatuan.

Keberadaan Gedung Merdeka yang berada pada pusat kota, tentunya saya tetap melanjutkan perjalanan ke Jalan Braga, sebuah jalan yang dikenal dengan sejarah dan kebudayaannya. Banyak keindahan dari berbagai macam tempat-tempat yang memiliki corak khas, namun juga memperhatikan tata kota yang sama dengan corak khas lama pada masa penjajahan Belanda.

Melihat suasana antik di Jalan Braga, saya tertarik untuk mengunjungi cosplayer hantu yang ada disana. Bertanya serta mengajak foto sebagai ungkapan rasa kagum saya akan kerja keras warga Bandung untuk mencukupi hidupnya sehari-hari. “Kota bandung adalah sebuah kota yang sangat indah dan sangat bagus untuk dijadikan tempat untuk berbisnis, karena tempatnya yang ramai dan sering dikunjungi oleh wisatawan, baik dalam maupun luar daerah Kota Bandung.” ujar salah satu cosplayer hantu di Jalan Braga tersebut.

Sehari yang penuh makna, saya bergegas kembali ke Asrama IPDN, dimana tempat saya untuk beristirahat selama di Kota Bandung. Banyak kegiatan yang saya lakukan bersama teman-teman seperti berbagi cerita dan pengalaman dan banya lainnya.

Dihari selannjutnya saya melanjutkan kunjungan ke Gedung Sate, sebuah landmark ikonik di Bandung yang menampilkan arsitektur bergaya Belanda, serta ornamen enak tusuk sate yang ada di atas menara sentral. Terdapat banyak koleksi benda bersejarah yang lengkap dan menjangkau berabad-abad sejarah, yang memang menjadikan salah satu daya tarik utamanya dari museum ini. Museum ini juga menawarkan gambaran menarik tentang beragam budaya dan tradisi yang telah membentuk Kota Bandung selama bertahun-tahun, mulai dari tekstil tradisional dan kerajinan tangan hingga peninggalan kuno dan temuan arkeologi.

Sebelum meninggalkan Kota Bandung, saya memutuskan untuk melanjutkan untuk berkunjung ke Museum Pos Indonesia. Di sana, saya dapat mempelajari sejarah perkembangan sistem pos di Indonesia melalui berbagai koleksi artefak yang menarik, sampai sampai mengunjungi lorong yang membahas perangko pertama di dunia serta perangko yang dipergunakan saat awal berdirinya kantor pos di Indonesia. Bahkan disana juga terdapat mesin timbangan beserta seragam pegawai pos dari masa ke masa hingga armada pengangkut surat pada zaman dahulu.

Meskipun perjalanan ini menandai akhir dari kunjungan saya di kota ini, kenangan indah dan pelajaran berharga yang didapatkan di Bandung akan menjadi pengalaman yang tidak akan saya lupakan dimasa tua nanti. Kunjungan ini bukan hanya tentang menjelajahi tempat-tempat baru, tetapi juga tentang mengenal lebih akan sejarah, memperluas wawasan, dan mempererat hubungan antarmanusia. Berat ketika saya harus meninggalkan kota ini, sampai jumpa Bandung.

Bagikan133MengirimTweet83Print PDF

Baca Juga

PENERAPAN TEKNOLOGI TEPAT GUNA (TTG) PENGUSIR HAMA TIKUS ULTRASONIK TENAGA SURYA SEBAGAI SOLUSI PENGENDALIAN HAMA RAMAH LINGKUNGAN DI LAHAN PERTANIAN DESA SIDOMUKTI KECAMATAN BUNGAH KABUPATEN GRESIK

Editor Redaksi
15 Juli 2026
0

Dari Baris Kode ke Meja Koperasi: Catatan Divisi Teknologi Tepat Guna di KDMP Sidokumpul

Dari Baris Kode ke Meja Koperasi: Catatan Divisi Teknologi Tepat Guna di KDMP Sidokumpul

Editor Redaksi
14 Juli 2026
0

Foto pendampingan dan evaluasi mengenai website inventaris gudang digital kepada koperasi desa merah putih desa sidokumpul, kecamatan bungah, gresik Oleh:...

Kebakaran Kecil di Area PRJ, Petugas Bergerak Cepat Padamkan Api

Kebakaran Kecil di Area PRJ, Petugas Bergerak Cepat Padamkan Api

Editor Redaksi
3 Juli 2026
0

Penulis: Ardi putra Jakarta, JurnalPost.com - Kebakaran kecil terjadi di area Pekan Raya Jakarta (PRJ), Jumat (20/6/2026). Peristiwa itu sempat...

Langkah Awal Mahasiswa Ilmu Komunikasi Menuju Dunia Profesional : Catatan Magang Velicia Mahasiswa UNTAG di KAI DAOP 8 Surabaya

Langkah Awal Mahasiswa Ilmu Komunikasi Menuju Dunia Profesional : Catatan Magang Velicia Mahasiswa UNTAG di KAI DAOP 8 Surabaya

Editor Redaksi
21 Mei 2026
0

Oleh : Ananda Velicia L. C. Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya JurnalPost.com - Perkenalkan nama saya Ananda Velicia Lusiane Cahyawati,...

Mahasiswa Ilmu Komunikasi Untag Surabaya Menjalankan Program Magang Reguler di PT PLN UP3 Surabaya Barat

Mahasiswa Ilmu Komunikasi Untag Surabaya Menjalankan Program Magang Reguler di PT PLN UP3 Surabaya Barat

Editor Redaksi
20 Mei 2026
0

Surabaya, JurnalPost.com – Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya kembali menunjukkan komitmennya dalam mencetak lulusan yang siap terjun ke dunia kerja...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Home
  • About Us
  • Redaksi
  • Media Kit
  • Kebijakan
© 2025 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Halaman Depan Folder 4

© 2025 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.