• Home
  • About Us
  • Redaksi
  • Media Kit
  • Kebijakan
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
JurnalPost
JurnalPost
JurnalPost
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil

Peran Komunikasi Intens dalam Keluarga dengan Kesehatan Mental Remaja

Editor Redaksi
12 Maret 2024
in News

Oleh: Khansa Naurah Khalilah
Mahasiswa Komunikasi Digital dan Media Sekolah Vokasi IPB University

JurnalPost.com – Masa remaja merupakan masa yang penuh dengan perubahan, pertumbuhan, dan tantangan. Pada masa ini remaja tidak hanya mengalami perubahan fisik, namun juga tekanan sosial, akademis, serta emosional. Kesehatan mental menjadi aspek yang perlu diperhatikan, karena tekanan dari lingkungan dapat memberikan dampak yang serius pada pola pikir remaja.

Dilansir dari World Health Organization (2019), sebanyak 10-20% remaja secara internasional memiliki gangguan pada kesehatan mental mereka dan dianggap masih kurang dalam pengobatannya. Kesehatan mental memiliki dampak yang krusial pada tahap perkembangan remaja, hal ini dapat mengganggu mereka dalam penurunan di bidang akademik, komunikasi dalam sosial, hingga penggunaan obat-obatan terlarang.

Menurut Amalia & Mahanani (2021) sebagian besar remaja Indonesia mengalami masalah kesehatan mental ini dikarenakan kurangnya kesadaran terhadap dirinya sendiri dan juga kurang edukasi yang memadai untuk akses diagnosa ke pihak yang profesional, seperti psikolog ataupun psikiater.

Pola hidup yang berubah pada remaja menjadi kekhawatiran yang menarik perhatian karena remaja seringkali lebih memilih untuk berkumpul dengan teman-teman sebayanya daripada berbicara dengan orang tua. Pada masa ini, remaja dianggap sedang dalam proses mencari jati diri, sehingga perlu adanya peran penting dari keluarga terutama orang tua agar memberikan dampak yang positif terhdap perkembangan identitas, dan mengecilkan kemungkinan remaja memiliki pemikiran untuk bunuh diri atau depresi akan kesehatan mentalnya.

Terdapat beberapa faktor penyebab terjadinya gangguan kesehatan mental terhadap remaja, di antaranya faktor dari diri sendiri. Perubahan yang terjadi dalam diri terkadang menjadi ancaman bagi remaja itu sendiri, hal ini karena adanya tekanan dan kecemasan yang naik turun, sehingga tidak dapat dikontrol oleh diri sendiri. Fatalnya, perubahan tersebut dapat menimbulkan depresi, kesedihan yang terus-menerus, hingga hilangnya kesadaran akan diri untuk berpikir positif.

Adapun faktor eksternal penyebab gangguan kesehatan mental pada remaja ini, tekanan yang diberikan dari lingkungan. Biasanya seperti, trauma masa kecil, tekanan ekonomi keluarga, pembulian, atau bahkan kurangnya komunikasi yang intensif dengan orang tua. Pada dasarnya, keluarga menjadi media pembelajaran pertama bagi anak. Maka, secara alami seharusnya remaja dapat berkomunikasi yang baik dengan keluarga, karena di tahap ini keluarga juga memiliki peran penting dalam proses pencarian identitas diri bagi remaja.

Peran Komunikasi dan Pentingnya Mendengarkan sebagai Keluarga
Orang tua sebagai keluarga terdekat memiliki peran yang sangat penting untuk kesehatan mental anak dan remaja. Hubungan yang baik dan interaktif dengan keluarga dapat menumbuhkan rasa percaya dan dapat membangun komunikasi yang intensif juga pada remaja. Sehingga, dalam hal ini remaja akan lebih terbuka dan memiliki kepercayaan terhadap keluarga, serta remaja akan bercerita atau membagikan hal yang menjadi kekhawatiran bagi dirinya sendiri. Hal itu pula dapat mengurangi gangguan kesehatan mental pada remaja.

Peran-peran tersebut dapat berupa:

1. Komunikasi yang interaktif
Pendekatan komunikasi yang tepat antara keluarga dengan remaja dapat membangun komunikasi yang interaktif pula. Adanya komunikasi antar sesama anggota keluarga dapat membangun hubungan yang harmonis di dalamnya.

2. Pola asuh dan rasa nyaman yang mendukung
Pertumbuhan mental anak yang sehat dapat didukung dengan pola pengasuhan yang tepat, sehingga menimbulkan rasa nyaman bagi remaja. Tentunya, bagi remaja rasa nyaman yang didapatkan dari keluarga sangat diinginkan. Kenyamanan yang dirasakan dapat membantu remaja untuk terhindar dari gangguan kesehatan mental.

3. Mendampingi dan mendengarkan
Fungsi keluarga ada untuk mendampingi dan mendengarkan keluh kesah serta kekhawatiran yang dirasakan oleh setiap anggota keluarga, begitu pula bagi remaja. Peran mendampingi dapat berupa menganggap remaja adalah teman berbaginya, karena jiwa remaja yang masih labil, sehingga lebih diperlukan “teman” dibandingkan dengan “kehakiman”. Dengan menjadi teman berbagi, keluarga dapat memiliki peran sebagai pendengar juga. Menjadi pendengar yang baik dapat membantu remaja untuk lebih terbuka dan merasakan rasa nyaman ketika didengar.

Komunikasi yang intens menjadi wadah yang memungkinkan terciptanya keterbukaan dan peran mendengarkan yang sangat penting bagi kesehatan mental remaja. Kecemasan dan tekanan yang dihadapkan pada remaja seringkali menjadi hal yang kompleks. Melalui komunikasi yang intens dengan keluarga, remaja dapat secara bebas mengekspresikan perasaan, kekhawatiran, dan kecemasannya dengan lingkungan yang mendukung.

Selain itu, peran mendengarkan dengan penuh perhatian dapat memberikan rasa nyaman dan pemahaman pada remaja, bahwa keluarga peduli akan kesehatan mental mereka. Dengan demikian, komunikasi intens bukan hanya sekadar sarana untuk bertukar informasi, tetapi juga menjadi fondasi penting untuk membangun kesehatan mental yang kuat pada tahap perkembangan remaja.

Pengaruh Positif Komunikasi Terhadap Kesejahteraan Emosional Remaja
Peran komunikasi dalam kesejahteraan emosional remaja sangat penting. Komunikasi yang efektif memainkan peran kunci dalam membentuk fondasi yang kokoh bagi kesejahteraan emosional mereka. Remaja sering dihadapkan pada perubahan fisik, perkembangan identitas, dan tekanan sosial yang kompleks. Melalui komunikasi yang terbuka dengan keluarga menunjukan perubahan yang positif pada diri remaja.
Selain itu, komunikasi yang sehat juga dapat membangun hubungan interpersonal antar anggota keluarga. Dengan demikian, peran komunikasi dalam konteks kesejahteraan dapat menciptakan lingkungan yang mendukung perkembangan positif dan keseimbangan emosional bagi pertumbuhan mereka, serta memupuk rasa koneksi yang kuat dalam membantu mengatasi tantangan bagi remaja.

Kesimpulan
Masa remaja merupakan fase yang penuh tantangan, perubahan, dan tekanan, terutama terkait dengan kesehatan mental. Adanya kurangnya kesadaran dan edukasi terkait kesehatan mental remaja di Indonesia menunjukkan perlunya perhatian serius terhadap masalah ini. Faktor internal dan eksternal, seperti perubahan diri dan tekanan lingkungan, dapat memengaruhi kesehatan mental remaja secara signifikan.

Komunikasi dan peran mendengarkan dalam keluarga memiliki dampak positif yang besar terhadap kesejahteraan emosional remaja. Komunikasi intens membuka wadah keterbukaan, memungkinkan mereka untuk mengatasi kecemasan dan tekanan dengan dukungan keluarga. Peran mendengarkan dengan penuh perhatian menciptakan hubungan yang harmonis dan nyaman, membantu mencegah gangguan kesehatan mental.
Dalam konteks ini, komunikasi tidak hanya menjadi sarana pertukaran informasi, tetapi juga fondasi penting untuk membangun kesehatan mental yang kuat. Pengaruh positif komunikasi terhadap kesejahteraan emosional remaja menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan positif dan membantu mereka mengatasi berbagai tantangan yang muncul selama masa perkembangan ini.

Daftar Pustaka
Fasak, A., & Sulastri, A. (2023, October). Mengapa semakin banyak remaja Indonesia bunuh
diri? Sebuah telaah literatur. In Prosiding Seminar Nasional Psikologi (SINOPSI) (Vol. 1).
Mustamu, A. C., Hasim, N. H., & Khasanah, F. (2020). Pola Asuh Orangtua, Motivasi &
Kedisiplinan dalam Meningkatkan Kesehatan Mental Remaja Papua. Jurnal
Keperawatan Muhammadiyah Bengkulu, 8(1), 17-25.
Ulfah, E. (2021). Peran Keluarga terhadap Kesehatan Mental Remaja di Masa Pandemi.
Psisula: Prosiding Berkala Psikologi, 3, 14-23.

Bagikan133MengirimTweet83Print PDF

Baca Juga

PENERAPAN TEKNOLOGI TEPAT GUNA (TTG) PENGUSIR HAMA TIKUS ULTRASONIK TENAGA SURYA SEBAGAI SOLUSI PENGENDALIAN HAMA RAMAH LINGKUNGAN DI LAHAN PERTANIAN DESA SIDOMUKTI KECAMATAN BUNGAH KABUPATEN GRESIK

Editor Redaksi
15 Juli 2026
0

Dari Baris Kode ke Meja Koperasi: Catatan Divisi Teknologi Tepat Guna di KDMP Sidokumpul

Dari Baris Kode ke Meja Koperasi: Catatan Divisi Teknologi Tepat Guna di KDMP Sidokumpul

Editor Redaksi
14 Juli 2026
0

Foto pendampingan dan evaluasi mengenai website inventaris gudang digital kepada koperasi desa merah putih desa sidokumpul, kecamatan bungah, gresik Oleh:...

Kebakaran Kecil di Area PRJ, Petugas Bergerak Cepat Padamkan Api

Kebakaran Kecil di Area PRJ, Petugas Bergerak Cepat Padamkan Api

Editor Redaksi
3 Juli 2026
0

Penulis: Ardi putra Jakarta, JurnalPost.com - Kebakaran kecil terjadi di area Pekan Raya Jakarta (PRJ), Jumat (20/6/2026). Peristiwa itu sempat...

Langkah Awal Mahasiswa Ilmu Komunikasi Menuju Dunia Profesional : Catatan Magang Velicia Mahasiswa UNTAG di KAI DAOP 8 Surabaya

Langkah Awal Mahasiswa Ilmu Komunikasi Menuju Dunia Profesional : Catatan Magang Velicia Mahasiswa UNTAG di KAI DAOP 8 Surabaya

Editor Redaksi
21 Mei 2026
0

Oleh : Ananda Velicia L. C. Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya JurnalPost.com - Perkenalkan nama saya Ananda Velicia Lusiane Cahyawati,...

Mahasiswa Ilmu Komunikasi Untag Surabaya Menjalankan Program Magang Reguler di PT PLN UP3 Surabaya Barat

Mahasiswa Ilmu Komunikasi Untag Surabaya Menjalankan Program Magang Reguler di PT PLN UP3 Surabaya Barat

Editor Redaksi
20 Mei 2026
0

Surabaya, JurnalPost.com – Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya kembali menunjukkan komitmennya dalam mencetak lulusan yang siap terjun ke dunia kerja...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Home
  • About Us
  • Redaksi
  • Media Kit
  • Kebijakan
© 2025 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Halaman Depan Folder 4

© 2025 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.