
Ditulis oleh Alya Az Zahra Iriana Putri Mahasiswa Komunikasi Digital dan Media Sekolah Vokasi IPB University
JurnalPost.com – Pesta demokrasi akan segera bergulir, pemilu 2024 secara resmi akan dilaksanakan pada 14 Februari mendatang. Pemilihan Umum adalah proses demokratis untuk memilih wakil rakyat atau pejabat pemerintahan memalui proses penghitungan suara yang dilakukan secara langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil. Ini adalah saat dimana rakyat memiliki kesempatan untuk memilih para pemimpin mereka, yang akan mewakili dan mengatur negara selama periode berikutnya. Setiap warga negara memiliki hak suara yang sama, tidak boleh ada campur tangan pihak lain di dalamnya.
Generasi muda yang mencapai batas usia 17 tahun keatas akan otomatis terdaftar sebagai pemilih dan memiliki hak suara. Generasi muda akan menjadi pemilih mayoritas pada Pemilu kali ini. Komisi Pemilihan Umum (KPU) menyatakan dari total sejumlah 204.807.222 pemilik suara pada pemilu 2024. Sekitar 56,45% di antaranya adalah generasi muda yang diwakili oleh generasi (Gen) Z dan generasi milenial.
Dilihat dari presentase yang mayoritas adalah generasi muda maka mereka memegang peranan penting dalam menyokong keberhasilan pemilu 2024 ini. Keterlibatan generasi muda dalam pemilu adalah sebagai wujud masa depan yang memiliki potensi untuk membawa perubahan yang positif bagi Indonesia. Generasi muda di nilai sebagai pribadi yang kritis, berpikiran terbuka, inovatif, berani berbicara dan berani berbuat. Mereka memiliki gagasan, pandangan, dan aspirasi mereka sendiri terkait masa depan negara.
Penelitian menunjukkan bahwa generasi Milenial dan Gen Z saat ini tertarik terhadap isu-isu seperti sosial, pendidikan, lingkungan hidup, dan kesejahteraan. Generasi muda ingin memperjuangkan isu-isu penting tersebut karena mereka lah kelompok yang akan paling banyak terpengaruh oleh kebijakan pemerintah yang akan terpilih selanjutnya. Oleh karena itu, sangat penting bagi generasi muda untuk menggunakan hak suara mereka dan memastikan bahwa suara mereka didengar dalam pemilu.
Namun disisi lain sangat disayangkan karena masih banyak dari generasi muda saat ini yang apatis terhadap isu-isu disekitarnya. Banyak dari mereka merasa bahwa suara mereka tidak penting atau bahwa politik adalah urusan orang lain. Pemuda apatis sangat mudah dijanjikan biasanya setelah pemilu berakhir mereka akan ditinggalkan dan merasa dikecewakan. Mereka hanya dijadikan sebagai kendaraan politik semata. Maka dari itu sebagai generasi muda kita harus cerdas dalam bertindak serta selektif dalam memilih pemimpin. Generasi muda adalah pemegang tongkat estafet untuk masa depan negara kedepannya. Keterlibatan mereka dalam pemilu menentukan arah kebijakan publik yang akan mempengaruhi kehidupan mereka sendiri, serta generasi mendatang.
Di dalam setiap suara terdapat kekuatan yang luar biasa yang dapat membentuk masa depan bangsa ini. Suara kita adalah cara untuk mengungkapkan harapan, nilai-nilai, dan aspirasi yang kita perjuangkan. Masa depan bangsa ini sangat tergantung pada bagaimana kita menggunakan hak suara kita.
Ketika kita menggunakan hak pilih yang dimiliki, kita telah menjadi agen perubahan. Sebagai generasi muda kita memiliki peran dalam menentukan arah kebijakan publik, ekonomi, lingkungan, pendidikan, dan banyak aspek lainnya yang memengaruhi kehidupan sehari-hari kita. Dengan berpartisipasi dalam pemilu, kita memberikan kontribusi positif terhadap kemajuan bangsa.
Namun, menjadi agen perubahan juga berarti tanggung jawab. Kita harus mengambil langkah untuk memahami calon-calon yang bersaing, mempertimbangkan visi dan program mereka, serta menilai bagaimana mereka akan memengaruhi masyarakat. Suara kita adalah suara untuk nilai-nilai yang kita yakini dan kita perjuangkan, suara untuk masa depan yang kita inginkan, dan suara untuk generasi yang akan datang.
Maka dari itu mari bersama-sama memanfaatkan hak pilih kita dengan bijak, memilih pemimpin yang mewakili nilai-nilai kita, dan berperan aktif dalam membangun bangsa yang lebih baik untuk kita semua. Gunakan lah hak pilih kita sebijak mungkin dan sadarilah suara kita adalah penentu masa depan bangsa.



