Oleh: MOH. AMIRUL MUTTAQIN
Prodi Akuntansi Univ Universitas Muhammadiyah Malang
JurnalPost.com – Pentinganya sebuah system dari informasi yang sangat penting bagi usaha kecil dalam informasi akuntansi. Sebelum lanjut lebih jauh kita bahas mengenai UKM adalah sebuah usaha ekonomi produktif yang berdiri sendiri, yang dilakukan oleh orang perorangan atau badan usaha yang bukan merupakan anak perusahaan yang dimiliki, dikuasai atau menjadi bagian baik langsung maupun tidak langsung dari usaha menengah atau usaha besar yang memenuhi kriteria usaha kecil. Masalah yang sering muncul pada usaha dagang berskala kecil menengah (UKM) yaitu pada sistem transaksi, pencatatan keuangan dan pembuatan laporan transaksi maupun laporan keuangan yang masih dilakukan secara manual yaitu hanya menulis di kertas untuk persiapan data usahanya kita lihat masih ada beberapa usaha kecil dan menengah yang beranggapan bahwa pengelolaan keuangan merupakan hal yang mudah dan sederhana, terkadang mereka berfikir yang terpenting adalah mendapatkan laba yang sangat besar.
Ternyata pengelolaan keuangan pada UKM membutuhkan keterampilan akuntansi yang baik bagi pemilik bisnis UKM. Oleh karena itu diperlukan suatu sistem aplikasi yang dapat membantu mengolah data transaksi dan laporannya. Sistem yang diperlukan yaitu Sistem Infromasi Akuntansi. Pada aplikasi sistem informasi akuntansi ini memberikan informasi laporan keuangan usaha berupa buku besar, neraca saldo, laba rugi, perubahan modal dan neraca keuangan. Sistem Informasi Akuntansi adalah sebuah sistem yang mengumpulkan, menyimpan, dan mengolah data keuangan dan akuntansi yang digunakan oleh pengambil keputusan.
Dengan adanya pencatatan-pencatatan yang tersusun akan memudahkan para pemilik usaha dalam pengambil keputusan dan memiliki data yang dapat dijadikan informasi setiap adanya pendapatan dan penjualan di setiap transaksi. Dalam UKM saat ini menurut saya masih ada beberapa para UKM mengabaikan pencatatan transaksi secara rinci dan tepat. Masih ada beberapa para pemilik UKM hanya mencatat transaksi pendapatan dan pengeluaannya saja, tidak semua pengeluaran dicatat, sehingga mereka tidak memiliki informasi yang lengkap.
Mengenai sistem informasi akuntansi tidak hanya menyediakan sistem pencatatan, tetapi juga merupakan sistem yang digunakan untuk mengolah informasi keuangan sehingga menghasilkan data yang rinci dan tepat, serta dapat dianalisis lebih lanjut untuk pegembangan usaha kedepannya. Walaupun jenis usahanya kecil menengah, tetapi dengan standar dan prosedur yang jelas akan terbentuk alat ukur yang berguna untuk memantau kinerja usaha yang sedang dilakukan. Jika tanpa adanya alat ukur yang jelas, perusahaan tidak akan dengan cepat menilai perkembangan ataupun kemunduran dari perusahaan tersebut.
Untuk melakukan penyusunan laporan keuangan yang sesuai standar yang berlaku terlebih dahulu harus ada sebuah pembenahan sistem dari dalam UKM itu sendiri, karena sistem yang bagus akan memudahkan dalam penerapannya. Apalagi dimana masih bisa di bilang tergolong baru memulai sebuah bisnis atau usaha, jadi harus benar benar sesuai dengan standar yang berlaku, dengan harapan kedepanya tidak terjadi suatu kesalahan yang dapat merusak sistem informasi akuntansi tersebut. Sistem Akuntansi tersebut ada yang secara manual dan ada juga yang sudah komputerisasi, hal yang membedakan adalah dalam proses akuntansinya, karena dengan komputerisasi semua proses sudah dilakukan oleh komputer, tetapi dengan manual semua masih dikerjakan oleh manusia, tetapi terlepas dari sistem manual maupun komputerisasi, sistem akuntansi tetap harus dimulai dari dasar dengan cara pelatihan bagi sumber daya manusianya (SDM) apalgi terhadap pelaku usaha baru atau usaha kecil menengah (UKM)
Selain dari beberapa hal pentingnya sistem akuntansi ini salah satu tujuanya yaitu sebagai laporan keuangan yang disusun sesuai dengan beberapa ketentuan dimaksudkan agar laporan keuangan mudah dipahami. untuk itu laporan keuangan harus memenuhi beberapa karakteristik kualitatif, disebutkan dalam Statement of Financial Accounting Concepts (SFAC) No. 2 bahwa agar laporan keuangan dapat bermanfaat untuk pengambilan keputusan ekonomi, maka yang pertama dipertimbangkan adalah cost dan benefit nya, diharapkan benefit lebih besar dibanding cost nya, agar benefit lebih besar dari cost, maka laporan keuangan mempunyai kriteria khusus yaitu dapat dipahami, sehingga berguna dalam pengambilan keputusan.
Kriteria yang lain agar laporan keuangan berguna untuk pengambilan keputusan adalah laporan keuangan harus memenuhi kualitas primer dan kualitas sekunder, kualitas primer yang dimaksud adalah relevan dan reliabel, relevan dimaksudkan laporan keuangan dapat untuk memprediksi kejadian-kejadian ekonomi, serta tepat waktu, sedangkan reliabel adalah laporan keuangan menyajikan kondisi yang sebenarnya, sehingga dapat dibuktikan kebenarannya.
Peranan Sistem Informasi Akuntansi untuk usaha kecil menengah (UKM) hampir sama dengan yang di terapkan pada jenis usaha yang besar. Peranan tersebut dapat menjadi dasar yang harus dimiliki bagi pengambilan keputusan ekonomis dalam pengelolaan usaha tersebut. Antara lain keputusan pengembangan pasar, penetapan harga, pembuatan laporan keuangan sesuai standar akuntansi, dan lain-lain. Penyediaan informasi akuntansi bagi usaha kecil menengah juga diperlukan khususnya untuk mudahnya akses subsidi pemerintah dan akses tambahan modal bagi usaha kecil menengah dari kreditur (Bank). Sistem informasi akuntansi secara luas tidak hanya menyediakan sistem pencatatan, tetapi merupakan sistem yang digunakan untuk mengolah informasi keuangan sehingga menghasilkan data yang kompeten dan kritis, serta dapat dianalisis lebih lanjut untuk pengembangan perusahaan ke depannya. Walaupun jenis perusahaan nya kecil menengah, tetapi dengan standar dan prosedur yang jelas, akan terbentuk alat ukur yang berguna untuk memantau kinerja perusahaan. Dan sebaliknya, tanpa alat ukur yang jelas, perusahaan tidak akan sigap menindaklanjuti perkembangan ataupun kemunduran dari perusahaan tersebut.

