JurnalPost.com – Sebagai pengelola usaha jangan pernah untuk mengabaikan pentingnya akuntansi manajemen, bila menginginkan usaha berjalan dengan lancar. Apakah akuntansi manajemen itu? Menurut Chartered Institute of Management Accountants (CIMA), akuntansi manajemen adalah proses identifikasi, pengukuran, akumulasi, analisis, penyusunan, interpretasi, dan komunikasi informasi yang digunakan oleh manajemen untuk merencanakan, mengevaluasi, dan pengendalian dalam suatu entitas dan untuk memastikan sesuai dan akuntabilitas penggunaan sumber daya tersebut. Dengan demikian, akuntansi manajemen merupakan proses dalam mempersiapkan laporan manajerial dan laporan keuangan yang berguna untuk memberikan informasi keuangan dan statistik yang akurat dan tepat kepada manajer untuk membuat keputusan jangka pendek ataupun jangka panjang.
Di dunia akuntansi ini, ada beberapa jenis bidang akuntansi serta peran dan fungsi masing-masing. Akuntansi manajemen berbeda dengan akuntansi keuangan, akuntansi syariah, akuntansi pemerintah, dan bidang akuntansi lainnya. Pada akuntansi keuangan, pelaporan berorientasi pada pihak eksternal, di mana pihak-pihak itu di luar manajemen perusahaan (investor, badan pemerintah, kreditur, dan pihak luar lainnya). Dan pada akuntansi manajemen, di mana pelaporan berorientasi pada pihak internal.
Ada pula peran akuntansi manajemen terhadap perusahaan, yaitu mengumpulkan informasi yang berisi fakta, data, pengamatan, dan persepsi, juga memberikan informasi manajemen dengan tepat dan akurat dalam menentukan perencanaan dan pengendalian suatu kegiatan. Semua pihak manajemen yang ada di perusahaan mempunyai peran penting dalam kinerja perusahaan. Yang pertama adalah manajer keuangan, di mana mereka akan memperoleh informasi perusahaan yang berkaitan dengan modal kerja, beban biaya, tingkat pengembalian investasi, tingkat pengembalian modal, dan berbagai macam jenis informasi untuk keputusan pengelolaan keuangan perusahaan. Yang kedua ada manajer produksi, dapat menentukan untuk mengurangi atau menambah jumlah produksi sesuai dengan kondisi keuangan perusahaan tersebut. Yang terakhir ada manajer pemasaran, membutuhkan data informasi seluruh komponen biaya terkait dalam penetapan harga jual produk, penentuan sistem penjualan secara kredit atau tunai, beban komisi penjualan, marketing fee, serta informasi nilai diskon untuk produk tertentu dalam rangka peningkatan volume penjualan. Dalam penerapan akuntansi manajemen, para akuntan tentunya tidak bisa sembarangan dalam menentukan variabel yang hendak dianalisis. Itulah sebabnya, ada beberapa metode yang diciptakan dalam akuntansi manajemen. Sistematis serta rinci mengartikan akuntansi manajemen dapat membuat laporan keuangan secara runtut dimulai dari proses awal, misalnya identifikasi dari awal sampai akhir tanpa ada yang terlewat.
Manajemen akuntansi juga memiliki fungsi dasar untuk keputusan, perencanaan, dan kendali keuangan. Hal tersebut dilakukan supaya perusahaan mampu mencapai tujuan yang lebih efektif dan efisien, serta berfungsi untuk kebutuhan modal bagi perusahaan, dengan manajemen akuntansi, setidaknya bisa meramal potensi-potensi risiko yang kemungkinan dapat terjadi. Kurang cermatnya pengelola usaha membaca laporan akuntansi bisnis, bisa berakibat cukup fatal dalam pengembangan bisnis ke depannya. Tak heran, jika lembaga permodalan dan perbankan mensyaratkan kualifikasi yang ketat bagi perusahaan yang ingin mengembangkan usahanya dengan bantuan permodalan. Pada umumnya, perbankan dan lembaga permodalan akan melihat laporan akuntansi bisnis suatu perusahaan. Dari data tersebut, sudah bisa dinilai kelayakan perusahaan yang akan menerima bantuan modal.
Masih banyak pengusaha yang beranggapan bahwa mengurus manajemen keuangan usaha adalah urusan yang mudah, sehingga sering kali tidak diperhatikan atau malah melakukan manajemen keuangan usaha yang seadanya. Dampak jika perusahaan tidak terlalu memperhatikan akuntansi manajemen dalam perusahaan, mereka tidak akan mengetahui laba atau rugi yang telah mereka dapatkan. Akan terjadi juga risiko penyelewengan laporan. Padahal memiliki manajemen keuangan yang baik, dapat berdampak besar bagi pengembangan usaha.
Dengan mengetahui secara lengkap tentang akuntansi manajemen dan menerapkannya pada bisnis, tentunya ini akan membuat seluruh pelaporan keuangan usaha lebih terencana dan terdistribusi dengan baik ke seluruh bagian manajemen bisnis. Untuk dapat menghadirkan laporan keuangan serta sumber daya yang akurat, tentu perlu memastikan aktivitas bisnis harian dijalankan secara sistematis dan terdokumentasi dengan baik. Itulah sebabnya akuntansi manajemen sangat diperlukan dalam suatu bisnis atau perusahaan terutama dalam mengurangi risiko dalam pengambilan keputusan oleh manajer, serta agar bisnis perusahaan dapat berkembang dengan baik dan akan bertahan di masa depan.
Oleh : Karina Anggraini

