
JurnalPost.com – Kota Malang memiliki berbagai objek wisata yanng menarik untuk dikunjungi, tidak hanya pegunungan serta wisata alam dataran tinggi tetapi juga banyak pantai yang masih sangat asri dan belum banyak orang yang mengetahui keberadaan serta keindahannya. Banyak dari pantai tersebut sudah memiliki kepengurusan yang baik serta terawat, tetapi masih terdapat pantai yang belum diurus dengan baik karena minimnya upaya dalam pelestarian wisata alam tersebut. Pantai tersebut bernama Bantol, Pantai Bantol merupakan pantai memiliki keindahan alam yang memukau serta terdapat keunikan tersendiri yang dimiliki olehnya. Di dalam area pantai tersebut terdapat pantai yang lain yaitu Pantai Watu Buceng, Seling Ombo, Seling Kates, Kedung Celeng, Weden Ombo, Pulodoro serta Pantai Bantol yang menjadikan daerah tersebut memiliki tujuh pantai yang berbeda. Ketujuh pantai tersebut menyajikan keindahan serta keunikan alam yang berbeda-beda, hal itu dapat menjadi harga jual tersendiri bagi pengunjung yang datang berkunjung kesana. Para pengunjung bisa merasakan pengalaman yang berbeda di setiap pantai dengan panorama keindahannya masing-masing.
Disamping keindahan yang dimiliki oleh ketujuh pantai tersebut, terdapat aspek negatif yang dimilikinya yaitu kurangnya kebersihan area pantai. Masih terdapat sampah-sampah yang berserakan di pinggir pantai, hal tersebut mengurangi estetika dari pantai sehingga dapat mempengaruhi kesan yang didapatkan oleh pengunjung yang datang. Selain itu kurangnya promosi untuk pantai menjadi faktor sepinya pengunjung yang datang. Para pengurus pantai yang mayoritas sudah tua membuat pantai tersebut kurang mendapatkan inovasi sehingga pantai tersebut terkesan monoton. Berbagai faktor tersebutlah yang membuat Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (umm.ac.id) tergerak untuk mengembangkan potensi yang dimiliki oleh pantai tersebut. Ide yang mahasiswa UMM miliki mengenai pantai tersebut dituangkan dalam kegiatan PMM. Program Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) Bhaktiku Negeri kelompok 195 gelombang 7 ini dilaksanakan di Pantai Bantol, Desa Banjarejo, Kec. Donomulyo, Kab. Malang. Pada awalnya kelompok 195 melakukan survei di Pantai Bantol dengan melakukan tanya jawab dengan warga serta pengunjung setempat. Sehingga berdasarkan survey tersebut terdapat beberapa persoalan di pantai seperti, akses jalan yang kurang layak, akses listrik dan air bersih yang masih menjadi masalah, dan promosi serta papan peringatan yang masih kurang. Hal-hal tersebut berdampak pada kurangnya pengunjung sehingga berdampak pada perekonomian setempat.
Kelompok 195 berupaya untuk meningkatkan minat pengunjung untuk datang ke Pantai Bantol dengan promosi melalui media sosial. Sebelum pelaksanaan promosi tahap awal yang dilakukan adalah membuat denah Pantai agar pengunjung mendapatkan pemetaan yang jelas terkait area Pantai, selain itu kelompok 195 juga membuat papan nama pantai, papan penanda spot camping, serta membuat spot foto/selfie. Promosi dilakukan dengan membuat akun media sosial yaitu Instagram: pantai_bantoll dan TikTok: pantai_bantol, setelah itu pembuatan konten dilakukan dengan mengundang talent untuk take video promosi pantai lalu diupload ke akun media sosial yang sudah dibuat. Diharapkan dengan program kerja yang kelompok 195 lakukan dapat meningkatkan minat pengunjung untuk datang ke Pantai Bantol sehingga objek wisata tersebut dapat ramai kembali.
Kelompok 195 juga tidak bekerja sendirian, tetapi juga bersama pihak lain yaitu Bapak Eko Wahono selaku pengurus pantai. Beliau memberikan banyak bantuan serta saran kepada kami terkait program kerja yang kami lakukan di pantai. Tidak terlepas juga para pengurus pantai yang lainnya serta pedagang warung yang berjualan di area pantai. Bapak Eko Wahono memberikan dukungan serta ucapan terimakasih kepada mahasiswa PMM. Pihak pengurus pantai merasa senang dengan program kerja yang dilakukan kelompok 195 serta mengharapkan keberlanjutan dan progres lain yang bisa dilakukan di pantai, agar pantai bisa semakin berkembang dan ramai pengunjung.
Oleh: Haeqal Irdy Wibowo, Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang




