• Home
  • About Us
  • Redaksi
  • Media Kit
  • Kebijakan
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
JurnalPost
JurnalPost
JurnalPost
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil

PENINGKATAN KESEHATAN JIWA PADA LANSIA MELALUI TERAPI PSIKOLOG DI DESA POHKECIK

Editor Redaksi
23 Juli 2025
in Artikel

Rima Lana Syafi’a1, Nur Faridah2, Jauharin Insi3, Dela Ayu Abelia4,
Ricky Alejandro Martin5
Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya
[email protected], [email protected], [email protected], [email protected], [email protected]

ABSTRACT
The elderly are an age group vulnerable to mental health disorders due to various biological, psychological, and social changes. Lack of awareness and understanding of the importance of mental health in the elderly is a frequently overlooked risk factor. Through the UNTAG R30 Community Service Program (KKN) subgroup 6, in Pohkecik Village, they conducted mental health outreach activities with the aim of increasing the elderly’s understanding and introducing various forms of psychological therapy that are easily applied in everyday life. This activity was conducted using a participatory approach, consisting of education and therapeutic practices such as relaxation, art therapy, and group discussions. Evaluation results showed an increase in the elderly’s understanding of mental health and high enthusiasm for participating in these therapies. This activity is expected to be an example of a community-based intervention that can support the psychological well-being of the elderly.

Keywords: mental health, elderly, psychological therapy, socialization, KKN

ABSTRAK
Lansia adalah kelompok usia yang rentan mengalami gangguan kesehatan mental karena berbagai perubahan yang terjadi secara biologis, psikologis, dan sosial. Kurangnya kesadaran dan pemahaman tentang pentingnya kesehatan jiwa pada lansia menjadi salah satu faktor risiko yang sering terlewatkan. Melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) UNTAG R30 sub kelompok 6, dilakukan kegiatan sosialisasi kesehatan mental dengan tujuan meningkatkan pemahaman lansia serta memperkenalkan berbagai bentuk terapi psikologis yang mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan ini diadakan dengan pendekatan partisipatif, terdiri dari edukasi dan praktik terapi seperti relaksasi, terapi seni, serta diskusi kelompok. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pemahaman lansia mengenai kesehatan mental dan antusiasme yang tinggi dalam mengikuti terapi tersebut. Kegiatan ini diharapkan menjadi contoh intervensi berbasis masyarakat yang dapat mendukung kesejahteraan psikologis lansia. Kata kunci: Kata kunci: kesehatan jiwa, lansia, terapi psikologis, sosialisasi, KKN.

Keywords: mental health, elderly, psychological therapy, socialization, KKN

LATAR BELAKANG
Peningkatan jumlah lansia di Indonesia kini menjadi isu demografi yang semakin mendapat perhatian. Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2023, jumlah penduduk usia tua di Indonesia sudah melebihi 10% dari total populasi. Fenomena ini sejalan dengan perubahan tren global yang menunjukkan adanya pergeseran menuju bangsa yang memiliki struktur usia yang lebih tua. Dengan bertambahnya usia, masyarakat lansia mengalami banyak perubahan, baik dari segi fisik, mental, maupun sosial. Perubahan tersebut berpotensi memengaruhi kesehatan mental, terutama jika mereka mengalami penurunan fungsi tubuh, keterbatasan dalam beraktivitas, atau perubahan peran di lingkungan keluarga dan masyarakat.

Perasaan kesepian, kehilangan peran, hingga munculnya gangguan kesehatan seperti penyakit degeneratif, sering kali menjadi penyebab utama munculnya masalah psikologis, seperti kecemasan, depresi, bahkan gangguan kognitif. Namun, kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga kesehatan mental lansia masih tergolong rendah. Kebiasaan kurangnya edukasi, akses terbatas terhadap layanan kesehatan mental, serta stigma yang ada terhadap gangguan psikologis sering membuat lansia tidak mendapatkan perhatian dan perlakuan yang layak. Dalam kondisi tersebut, program Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang diadakan di Desa Pohkecik hadir sebagai bentuk kegiatan pengabdian masyarakat yang berfokus pada upaya memperkuat masyarakat lansia.

Melalui kegiatan sosialisasi dan penerapan terapi psikologis sederhana, program ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya kesehatan mental para lansia, sekaligus memberikan wawasan dan keterampilan yang dapat digunakan secara mandiri dalam kehidupan sehari-hari. Pendekatan ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran bersama masyarakat dan menciptakan lingkungan sosial yang lebih peduli terhadap kesejahteraan mental lansia.

TINJAUAN PUSTAKA
a. Kesehatan Jiwa pada Lansia
Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO, 2021), kesehatan jiwa merupakan kondisi di mana seseorang merasa sejahtera, mampu mengenali potensi dan kemampuannya sendiri, mampu menghadapi tekanan hidup secara wajar, bekerja dengan produktif, serta mampu memberikan kontribusi yang baik terhadap lingkungan sekitarnya. Kesehatan jiwa tidak hanya berarti tidak mengalami gangguan mental, tetapi juga mencakup keseimbangan dalam hal emosi, mental, dan sosial, sehingga seseorang dapat menjalani kehidupan dengan makna. Bagi lansia, kesehatan jiwa sangat penting karena berkaitan langsung dengan kualitas hidup mereka.

Mereka sering mengalami perubahan besar, baik secara fisik, sosial, ekonomi, maupun spiritual. Penurunan fungsi tubuh, kehilangan pasangan, peran sosial yang berkurang, serta keterbatasan ekonomi bisa menjadi penyebab munculnya gangguan dalam kesehatan jiwa. Hal ini sering membuat lansia merasa sendirian, tidak mampu lagi, bahkan kehilangan arti hidup.
Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas, 2018) menunjukkan bahwa gangguan jiwa ringan seperti merasa cemas, sedih yang berlangsung lama, dan depresi cukup banyak dialami oleh lansia di Indonesia. Jika tidak dikelola dengan baik, gangguan ini bisa berdampak besar kepada kesejahteraan mental, fisik, dan sosial lansia. Maka dari itu, perhatian terhadap kesehatan jiwa lansia sangat penting agar mereka tetap merasa dihargai, diterima, dan bisa menjalani masa tua dengan kualitas hidup yang baik.

b. Terapi Psikolog pada Lansia
Terapi psikologis adalah metode intervensi yang dirancang untuk membantu seseorang menghadapi, memahami, serta mengelola persoalan emosional, perilaku, atau mental yang dialaminya. Tujuan utama dari terapi ini adalah meningkatkan kualitas hidup seseorang dengan memperkuat kesehatan psikologis, mengurangi gejala gangguan, serta meningkatkan kemampuan beradaptasi terhadap tekanan dalam kehidupan sehari-hari. Bagi lansia, terapi psikologis memiliki peran yang sangat penting karena mereka lebih rentan mengalami perubahan suasana hati, kecemasan, stres, dan rasa kesepian yang dapat memengaruhi kesejahteraan mereka secara keseluruhan.
Pendekatan pada terapi lansia biasanya lebih menekankan pada penguatan emosi yang positif, pemeliharaan fungsi kognitif, serta peningkatan kualitas interaksi sosial. Beberapa teknik terapi psikologis yang umum digunakan yaitu.

Diskusi kelompok atau session berbagi adalah metode terapi yang bertujuan menciptakan suasana interaksi sosial yang positif di antara lansia. Dalam sesi ini, para peserta diajak berbagi pengalaman, kisah, atau perasaan mereka dalam atmosfer yang aman dan mendukung. Melalui diskusi kelompok, lansia merasa dihargai, didengar, dan mendapat dukungan sosial dari sesama. Sesi seperti ini juga memperkuat hubungan antar peserta, mengurangi rasa kesepian, dan membangun semangat kebersamaan yang kuat. Dengan menerapkan berbagai jenis terapi tersebut, diharapkan lansia bisa merasakan manfaat psikologis yang nyata, seperti peningkatan kesejahteraan

emosional, terbangunnya rasa percaya diri, dan terjalinnya hubungan sosial yang lebih baik. Pendekatan psikologis ini menjadi salah satu strategi penting dalam mendukung kesehatan mental lansia secara berkelanjutan.

c. Sosialisasi dan Intervensi Komunitas
Sosialisasi dan intervensi yang berbasis komunitas adalah salah satu strategi penting dalam usaha meningkatkan kesehatan masyarakat, terutama dalam hal penyuluhan dan pemberdayaan. Sosialisasi merupakan bentuk pendidikan non-formal yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan pemahaman masyarakat tentang berbagai isu, termasuk kesehatan mental. Melalui kegiatan sosialisasi, masyarakat mendapatkan informasi yang sesuai dan mudah dimengerti, sehingga mampu mengenali permasalahan kesehatan di sekitar mereka serta memahami cara-cara yang bisa dilakukan sendiri atau bersama orang lain.

Dalam konteks kehidupan masyarakat desa, intervensi berbasis komunitas dianggap lebih efektif karena menggunakan pendekatan yang komunikatif, manusiawi, dan partisipatif. Kegiatan dilakukan secara langsung kepada masyarakat yang menjadi sasaran, dengan memprioritaskan prinsip keterlibatan aktif peserta dalam setiap tahap kegiatan, mulai dari penyampaian materi, diskusi, hingga praktik langsung. Pendekatan ini tidak hanya meningkatkan pemahaman masyarakat, tetapi juga membangun rasa memiliki terhadap program yang dijalankan.

Selain itu, intervensi berbasis komunitas memungkinkan terbentuknya jaringan sosial yang kuat di antara warga, yang pada akhirnya dapat menciptakan dukungan sosial yang berkelanjutan. Masyarakat tidak hanya menjadi objek, tetapi juga subjek yang aktif berperan dalam menjaga kesehatan diri dan lingkungannya. Dengan adanya partisipasi aktif, kegiatan sosialisasi dapat menjadi sarana efektif dalam mengubah pola pikir, membentuk perilaku sehat, serta mendorong terjadinya perubahan sosial yang positif, khususnya dalam menciptakan lingkungan yang lebih peduli terhadap kesehatan mental lansia.

METODE PELAKSANAAN
Kegiatan sosialisasi kesehatan jiwa bagi lansia yang dilaksanakan oleh Tim KKN R30 Sub Kelompok 6 dari Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya di Desa Pohkecik berjalan baik dan sesuai dengan rencana. Kegiatan tersebut diadakan pada hari Selasa, 15 Juli 2025, pukul 09. 00 sampai 11. 00 WIB di Balai Desa Pohkecik. Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 17 orang lansia yang tergabung dalam kelompok posyandu di desa tersebut. Sasaran kegiatan adalah lansia yang tergabung dalam posyandu lansia desa setempat dengan usia 50-65 tahun. Tujuan utama dari kegiatan ini adalah meningkatkan pemahaman lansia mengenai pentingnya menjaga kesehatan jiwa, serta memperkenalkan berbagai cara sederhana dalam mengelola kesehatan mental mereka sehari-hari.

Kegiatan dimulai dengan sesi penyampaian materi edukasi tentang kesehatan mental lansia, faktor risiko yang bisa memicu gangguan psikologis, serta cara mempertahankan suasana emosi yang seimbang, mengatasi rasa kesepian, serta menjaga pikiran yang positif.

Sesi berikutnya adalah praktik terapi psikologis yang meliputi diskusi kelompok dan sesi sharing. Tujuannya adalah membangun kepercayaan antar peserta, mempererat hubungan, serta menciptakan dukungan emosional. Peserta juga diberi kesempatan bermain alat permainan edukatif, yaitu dadu ekspresi. Mereka melempar dadu yang terdapat gambar ekspresi tertentu, lalu menceritakan pengalaman pribadi sesuai ekspresi yang muncul, seperti merasa senang, sedih, atau marah.

Suasana dalam pelaksanaan kegiatan terlihat hangat dan akrab. Para lansia tampak antusias dan aktif berpartisipasi dalam berdiskusi, berbagi cerita, serta mengikuti setiap sesi yang disampaikan. Kegiatan ini juga berhasil menciptakan suasana yang nyaman, sehingga para peserta lebih terbuka dalam menyampaikan perasaan mereka. Meski ada beberapa hambatan, seperti keterbatasan fisik yang dialami sebagian peserta, kendala tersebut dapat diatasi dengan bantuan dari kader kesehatan desa serta pendampingan yang intensif dari tim pelaksana.
Dukungan penuh dari pemerintah desa serta peran aktif kader lansia juga membantu mempermudah pelaksanaan kegiatan. Secara keseluruhan, kegiatan ini berhasil meningkatkan pemahaman lansia tentang kesehatan jiwa dan juga memperkuat rasa kebersamaan di antara mereka. Diharapkan kegiatan semacam ini dapat terus dilakukan secara berkelanjutan sebagai bentuk perhatian dan kepedulian terhadap kesehatan mental lansia di masyarakat.

Hasil dan Pembahasan
a. Hasil Sosialisasi
Berdasarkan hasil sosialisasi dan diskusi singkat, sebagian besar lansia menyatakan merasa lebih bahagia dan tidak merasa sendiri setelah mengikuti kegiatan ini. Aktivitas permainan memori dan diskusi ringan juga terlihat memberikan dampak terhadap fungsi kognitif sederhana, seperti kemampuan mengingat nama teman, pertanyaan dengan lebih percaya diri. Beberapa lansia bahkan secara spontan

mengungkapkan rasa syukur karena merasa diperhatikan dan dihargai.
Dari segi dampak sosial, kegiatan ini turut membangun hubungan yang lebih erat antar sesama lansia dan juga antara lansia dengan keluarga yang hadir. Pendekatan psikologis yang hangat, tidak menggurui, dan interaktif menjadikan mereka lebih nyaman berbagi perasaan. Keterlibatan psikolog juga dinilai sangat membantu karena peserta mendapatkan pemahaman baru tentang pentingnya menjaga kesehatan jiwa di usia tua.
b. Efektivitas Terapi Psikolog
Praktik terapi menunjukkan respons positif. Pada terapi seni, lansia tampak lebih rileks dan antusias. Diskusi kelompok mendorong komunikasi aktif antar peserta, memperkuat dukungan sosial, dan mengurangi rasa kesepian. Terapi relaksasi memberikan dampak langsung berupa ketenangan dan pengurangan keluhan seperti pusing dan sulit tidur.
c. Kendala dan Solusi
Beberapa kendala adalah keterbatasan mobilitas lansia dan kurangnya dukungan keluarga. Solusi yang diupayakan antara lain :
1. Membentuk kader lansia yang dilatih untuk meneruskan program
2. Menyediakan panduan cetak sederhana untuk terapi mandiri di rumah

Dokumentasi Foto Kegiatan

KESIMPULAN
Kegiatan sosialisasi kesehatan jiwa pada lansia yang dilaksanakan oleh Tim KKN R30 Sub Kelompok 6 Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya di Desa Pohkecik memberikan hasil yang positif dan sesuai dengan tujuan yang diharapkan. Melalui pendekatan edukatif dan partisipatif, kegiatan ini berhasil meningkatkan pemahaman lansia tentang pentingnya menjaga kesehatan jiwa, sekaligus memperkenalkan berbagai bentuk terapi psikologis sederhana yang mudah diterapkan. Lansia menunjukkan antusiasme tinggi dan merasa lebih dihargai serta diperhatikan setelah mengikuti kegiatan ini. Praktik terapi seperti relaksasi, terapi seni, diskusi kelompok, dan permainan dadu ekspresi terbukti mampu menciptakan suasana yang akrab, mempererat hubungan sosial, serta memberikan dampak positif terhadap suasana hati dan kesejahteraan emosional para peserta. Meskipun kegiatan ini menghadapi beberapa kendala,
seperti keterbatasan mobilitas lansia dan kurangnya dukungan keluarga, hambatan tersebut dapat diatasi dengan dukungan kader desa dan metode pelaksanaan yang adaptif.
Secara keseluruhan, program ini tidak hanya meningkatkan pengetahuan dan keterampilan lansia dalam menjaga kesehatan jiwa, tetapi juga mempererat hubungan sosial di antara mereka. Diharapkan kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara berkelanjutan, baik oleh kader desa, pemerintah setempat, maupun lembaga terkait, sebagai bentuk kepedulian terhadap kesejahteraan psikologis lansia di lingkungan masyarakat.

DAFTAR PUSTAKA
American Psychological Association. (2019). Psychological Interventions for Older Adults. Washington, DC: APA Press.
Badan Pusat Statistik. (2023). Statistik Penduduk Lanjut Usia Indonesia 2023. Jakarta: BPS.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2018). Laporan Nasional Riskesdas 2018. Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan.
Notoatmodjo, S. (2012). Promosi Kesehatan dan Perilaku Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta. World Health Organization. (2021). Mental Health of Older Adults. Geneva: WHO Press. Yusuf, A. M. (2020). Psikologi Lanjut Usia. Jakarta: Rajawali Pers.

  • Home
  • About Us
  • Redaksi
  • Media Kit
  • Kebijakan
© 2025 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Halaman Depan Folder 4

© 2025 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.