JurnalPost.com – Program Merdeka belajar atau biasa yang disebut dengan MBKM adalah salah satu inovasi kegiatan yang dibuat oleh Kemendikbudristek dengan tujuan untuk mengimplementasikan sistem pendidikan tinggi di Indonesia untuk menghasilkan lulusan perguruan tinggi yang lebih relevan dengan menyediakan pengalaman belajar di luar kelas bagi mahasiswa sehingga dapat mengembangkan diri dan mendapatkan pengalaman baru di luar ranah kampus. Program MBKM yng disediakan oleh Kemendikbudristek ini memiliki beberapa program yang dapat diikuti oleh mahasiswa, salah satunya adalah Kampus Mengajar. Program Kamus Mengajar merupakan program yang memberikan kesempatan untuk mahasiswa dalam belajar di luar kampus dengan berkolaborasi dengan guru sekolah, khususnya jenjang SD dan SMP untuk meningkatkan literasi. Adapun tujuan dari adanya program ini adalah untuk melatih kemampuan mahasiswa dalam menyelesaikan permasalahan yang kompleks, berinovasi dalam pembelajaran, dan diharapkan peran mahasiswa dapat menginspirasi para siswa.
Program Kampus Mengajar dirancang untuk melihat permasalahan tentang kurangnya literasi dan numerasi yang ada di jenjang pendidikan dasar maupun di jenjang menengah. Mahasiswa dituntut untuk membuat gebrakan atas kurangnya budaya literasi saat ini. Melalui program ini mahasiswa diharapkan dapat memberikan program untuk meningkatkan minat mereka dalam membaca dan berhitung. Observasi sekolah merupakan salah satu bagian dari bagian dari rangkaian kegiatan sebelum mulainya asistensi mengajar. Adanya observasi untuk melihat kondisi sekolah sasaran, sehingga dari informasi yang di dapat mahasiswa dapat merancang program yang tepat.

Yohana Fransiska Natalia, salah satu Mahasiswa dari Program Studi Akuntansi Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya yang merupakan peserta dari progam Kampus Mengajar Angkatan 5 di SD Putra Wijaya 1 Surabaya yang didampingi oleh Ibu Isrida Yul Arifiana., M. Psi., Psikolog selaku Dosen Pembimbing Lapangan selama kegiatan berlangsung. Melalui program ini mahasiswa diharapkan mampu berkolaborasi dengan guru setempat dalam melakukan asistensi mengajar di dalam kelas demi meningkatkan budaya literasi dan numerasi. Rancangan kegiatan atau pembuatan program dimulai melalui FKKS pemaparan program terhadap guru dan kepala sekolah SD Putra Wijaya 1. Program literasi yang diterapkan adalah sesuai dengan observasi yang sebelumnya kita lakukan. Kami memberikan beberapa program yaitu pojok baca, literasi kebangsaan, literasi keuangan dan literasi kesehatan dan kebersihan. Beberapa pemaran ini penting disampaikan kepada para siswa, melihat bagaimana perkembangan era digitalisasi di zaman sekarang yang membuat banyak anak salah dalam pengunaan media elektronik. Banyak anak di zaman sekarang yang sudah melupakan nilai – nilai Pancasila dikarenakan tergerus dengan budaya barat yang semakin merebak.

Salah satu program yang mahasiswa bawakan adalah Literasi Kebangsaan. Metode pembelajaran ini menggunakan media interaktif yaitu berupa ppt. Literasi kebangsaan merupakan literasi tentang wawasan kebangsaan, ini merupakan salah satu program yang mahasiswa lakukan. Ini perlu untuk disampaikan ke siswa – siswi agar mereka paham dalam bersikap terhadap lingkungan sosialnya, dan ini merupakan bagian dari suatu budaya dan bangsa. Diharapkan adanya literasi kebangsaan juga membantu siswa dalam bertindak dan hidup bersosial yang mencerminkan warga negara yang baik dan berbudi pekerti luhur.

Program selanjutnya adalah pojok baca, karena melihat kondisi perpustakaan di SD Putra Wijaya 1 Surabaya yang sudah tidak digunakan selama 2 tahunan lebih. Mahasiswa membuat pojok baca pada kelas 3,4, dan 5. Adanya pojok baca, dikarenakan kondisi perpustakaan yang tidak memungkinkan untuk didatangi, selain karena tidak adanya petugas, tempatnya juga tidak terlalu luas. Adanya pojok baca memberikan dampak positif bagi siswa – siswi karena memudahkan mereka ketika ingin membaca tanpa harus ke perpustakaan. Dampak bagi sekolah adalah siswa memiliki pojok baca di kelasnya, sehingga ketika belajar jika memerlukan kamus atau materi tambahan dari buku lain bisa melihat dari pojok baca.
Dengan mengikuti program kampus mengajar memberikan pengalaman mahasiswa untuk memberikan solusi atas permasalahan yang terjadi di lapangan. Program ini membantu mahasiwa untuk dapat membangun relasi dan beradaptasi dengan orang baru. Program ini juga melatih teamwork yang baik, manajemen waktu, serta memberikan pembelajaran baru yang tidak di dapatkan ketika berada di kampus. Terimakasih Kampus Mengajar mahasiswa dapat belajar sambil berdampak.
Penulis : Yohana Fransiska Natalia
Jurusan : Akuntansi
Asal Kampus : Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya
#KitaUntagSurabaya #UntagSurabaya #KampusMengajar5 #UntukIndonesia
#UntagSurabayaKeren #EcoCampus #KampusKompeten #KampusMerdeka



