• Home
  • About Us
  • Redaksi
  • Media Kit
  • Kebijakan
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
JurnalPost
JurnalPost
JurnalPost
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil

Penguatan Branding dan Strategi Pemasaran Keripik Pisang Karangdiyeng sebagai Produk Unggulan Desa

Editor Redaksi
18 Juli 2025
in Artikel

Aprilia Pramudhita, Rona Jingga Putri Pratama, Abdul Rohman, Argananda Fasha Sadewa

Fakultas Ilmu Budaya  , Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya
Email : [email protected]
Fakultas Hukum, Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya
Email : [email protected]
Fakultas Teknik, Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya
Email : [email protected]
Fakultas Teknik, Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya
Email : [email protected]

Abstract
The development of local village products requires strong branding and marketing strategies to increase competitiveness and market reach. This community service activity focuses on enhancing the identity and promotion of ‘Kripik Pisang Karangdieng’ as a superior product of Karangdieng Village. The main issues addressed include the absence of a distinctive product logo, underdeveloped packaging design, ineffective marketing approaches, and the lack of a historical plaque that highlights the product’s background. The objectives of the activity are to design a representative logo, improve packaging to appeal to wider consumers, implement digital marketing strategies, and create a historical plaque to strengthen the product’s narrative. The methods used include participatory observation, mentoring, design workshops, and digital training. As a result, the product now has a visually attractive logo, improved packaging, a defined marketing plan, and promotional materials rooted in its local heritage. These efforts are expected to improve brand recognition, expand the customer base, and enhance the economic value of local businesses, ultimately supporting sustainable village development.

Keywords: branding, packaging design, local product, digital marketing, village development

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Desa Karangdiyeng memiliki potensi ekonomi lokal yang cukup besar, salah satunya melalui produk olahan keripik pisang yang dihasilkan oleh para pelaku UMKM setempat. Produk ini telah menjadi bagian dari identitas desa dan memiliki peluang untuk menjadi produk unggulan yang dikenal lebih luas. Namun, berdasarkan hasil observasi dan wawancara dengan pelaku usaha, ditemukan beberapa permasalahan mendasar yang menghambat perkembangan usaha ini, terutama dalam aspek branding dan pemasaran.

Permasalahan yang paling mencolok adalah belum adanya logo produk yang mampu merepresentasikan ciri khas dan keunikan Keripik Pisang Karangdiyeng. Selain itu, desain kemasan masih sederhana dan belum memenuhi standar estetika serta fungsionalitas yang dapat menarik perhatian konsumen. Strategi pemasaran yang digunakan pun masih bersifat konvensional, belum mengoptimalkan media digital dan platform online yang saat ini menjadi kunci pemasaran produk UMKM. Produk juga belum memiliki narasi sejarah yang kuat sebagai bagian dari identitas lokal yang dapat memperkuat daya tariknya. Hal ini ditandai dengan belum adanya plakat atau media informasi yang menjelaskan asal-usul dan keunggulan produk secara historis maupun kultural.

1.1 Gambar Bu Siti pemilik Usaha Keripik Pisang

Kegiatan pengabdian ini menjadi penting dan mendesak untuk dilaksanakan guna memperkuat daya saing Keripik Pisang Karangdiyeng sebagai produk unggulan desa. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mengembangkan identitas merek melalui pembuatan logo yang representatif, memperbaiki desain kemasan yang lebih menarik dan informatif, menyusun strategi pemasaran berbasis digital, serta membuat plakat sejarah yang dapat menjadi nilai tambah dalam promosi produk.

Rencana pemecahan masalah dilakukan melalui pendekatan partisipatif, dimulai dari pendampingan pembuatan logo dan kemasan oleh tim desain, pelatihan pemasaran digital kepada pelaku usaha, hingga pembuatan media promosi dan plakat sejarah yang bisa ditempatkan pada lokasi produksi atau pusat penjualan. Strategi ini mengacu pada pendekatan place branding dan value-based marketing yang dikembangkan dalam literatur pemasaran UMKM (Kotler & Keller, 2016), di mana narasi, desain, dan media digital berperan penting dalam membentuk persepsi dan loyalitas konsumen terhadap produk lokal.

Melalui kegiatan ini, diharapkan terjadi peningkatan kesadaran merek (brand awareness), perluasan pasar, serta penguatan identitas lokal yang berkelanjutan. Penguatan branding dan strategi pemasaran tidak hanya memberikan manfaat ekonomi, tetapi juga memperkuat kebanggaan warga terhadap produk lokal desa mereka.

1.2 Gambar Produk Keripik Pisang tanpa Logo

1.2 Tujuan Kegiatan
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan daya saing dan nilai jual produk Keripik Pisang Karangdiyeng sebagai produk unggulan Desa Karangdiyeng melalui langkah-langkah sebagai berikut:

1. Mengembangkan identitas merek produk melalui pembuatan logo yang representatif dan mencerminkan nilai lokal.
2. Meningkatkan kualitas kemasan produk agar lebih menarik, informatif, dan memenuhi standar pemasaran modern.
3. Menyusun dan menerapkan strategi pemasaran digital dengan pelatihan penggunaan media sosial dan platform marketplace bagi pelaku UMKM.
4. Menghadirkan narasi historis melalui pembuatan plakat sejarah yang memperkuat cerita dan nilai budaya di balik produk.
5. Meningkatkan brand awareness dan kepercayaan konsumen terhadap produk UMKM lokal.

1.3 Rencana Pemecahan Masalah
Untuk menjawab tantangan yang dihadapi oleh UMKM Keripik Pisang Karangdiyeng, dilakukan pendekatan partisipatif dengan tahapan-tahapan berikut:

1. Observasi dan Analisis Masalah
Melakukan survei di lokasi untuk mengidentifikasi kendala utama seperti ketiadaan logo, desain kemasan yang tidak menarik, pemasaran yang belum digital, serta ketiadaan narasi sejarah produk.

2. Desain dan Pendampingan Visual Produk
a. Merancang logo baru yang mewakili identitas produk.
b. Mendesain ulang kemasan agar memiliki nilai estetika dan informatif.
3. Pelatihan Digital Marketing
a. Memberikan pelatihan kepada pelaku UMKM dalam penggunaan WhatsApp Business, Instagram, dan Shopee.
b. Pendampingan dalam mengelola konten dan interaksi di media sosial.
4. Pembuatan Plakat Sejarah (Storytelling Produk)
a. Menyusun narasi sejarah produk yang ditampilkan dalam bentuk plakat informatif.
b. Menempatkan plakat di lokasi produksi sebagai penguat cerita dan nilai jual.
5. Evaluasi dan Umpan Balik
a. Mengukur kepuasan, pemahaman, dan dampak dari kegiatan branding dan digital marketing melalui wawancara dan dokumentasi.
b. Membandingkan kondisi sebelum dan sesudah kegiatan terhadap peningkatan kualitas visual dan jangkauan pemasaran.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Landasan Teori

Kegiatan penguatan branding dan strategi pemasaran Keripik Pisang Karangdiyeng didasarkan pada beberapa teori yang relevan, antara lain teori branding, desain kemasan, pemasaran digital, dan pemberdayaan masyarakat.

Menurut Kotler dan Keller (2016), branding adalah proses pemberian makna terhadap produk atau jasa tertentu dengan cara menciptakan dan membentuk citra yang melekat dalam benak konsumen. Branding yang kuat mampu meningkatkan brand equity dan loyalitas pelanggan. Identitas visual seperti logo memainkan peran penting dalam membedakan produk dari pesaing serta memperkuat nilai emosional dan persepsi kualitas dari suatu merek. Dalam konteks UMKM, branding menjadi elemen strategis yang dapat meningkatkan daya saing dan memperluas jangkauan pasar.

Underwood dan Klein (2002) menyatakan bahwa kemasan memiliki peran sebagai media komunikasi non-verbal yang berfungsi menyampaikan informasi, menambah daya tarik visual, serta membentuk persepsi konsumen terhadap kualitas produk. Desain kemasan yang menarik, informatif, dan konsisten dengan identitas merek mampu mendorong keputusan pembelian dan meningkatkan nilai jual produk. Bagi UMKM, kemasan bukan hanya alat pelindung, tetapi juga strategi pemasaran visual yang efektif.

Chaffey dan Ellis-Chadwick (2012) menjelaskan bahwa digital marketing merupakan penggunaan media digital dan teknologi informasi untuk mempromosikan produk atau jasa secara efektif. Platform digital seperti media sosial, marketplace, dan aplikasi pesan instan memungkinkan interaksi langsung antara produsen dan konsumen dengan jangkauan pasar yang luas dan biaya yang relatif rendah. Pemasaran digital memberikan keunggulan dalam hal personalisasi pesan, pengukuran efektivitas kampanye, serta membangun hubungan jangka panjang dengan konsumen.

Zimmerman (1995) mendefinisikan pemberdayaan sebagai proses di mana individu atau kelompok memperoleh kontrol atas keputusan dan sumber daya yang memengaruhi kehidupan mereka. Dalam kegiatan pengabdian masyarakat, pendekatan pemberdayaan dilakukan melalui pelibatan langsung pelaku UMKM dalam proses pelatihan, pendampingan, dan pengambilan keputusan. Tujuannya adalah meningkatkan kapasitas lokal sehingga masyarakat mampu mengelola dan mengembangkan usahanya secara mandiri dan berkelanjutan.

Keempat teori ini saling melengkapi dalam mendukung transformasi UMKM desa melalui penguatan identitas visual, strategi promosi digital, dan pelibatan aktif masyarakat dalam proses pengembangan usaha.

2.2 Kajian Literatur
Penguatan identitas visual dan branding menjadi aspek penting dalam meningkatkan daya saing Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Berbagai studi telah menunjukkan bagaimana kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) berkontribusi signifikan terhadap proses pengembangan tersebut.

Batubara et al. (n.d.) menyoroti pentingnya pembuatan logo sebagai strategi pengembangan identitas visual UMKM di Desa Aras. Melalui pendekatan desain grafis yang aplikatif, UMKM dibantu untuk memiliki citra yang lebih profesional dan mudah dikenali oleh konsumen. Penelitian ini menunjukkan bahwa branding visual bukan hanya soal estetika, tetapi juga strategi komunikasi yang dapat meningkatkan kepercayaan pasar.

Dalam konteks yang serupa, Akbar et al. (n.d.) menjelaskan peran mahasiswa KKN dalam redesain produk dan branding di Desa Bojongmangu. Kegiatan ini bukan hanya memberikan pengalaman praktik lapangan bagi mahasiswa, tetapi juga secara langsung berdampak pada peningkatan nilai jual produk UMKM. Hasilnya menunjukkan bahwa sinergi antara mahasiswa dan pelaku UMKM dapat mempercepat transformasi visual dan identitas produk.

Selanjutnya, Usmar (n.d.) menekankan pentingnya branding logo dalam meningkatkan daya saing usaha UMKM di Desa Jayagiri. Pendampingan yang dilakukan dalam bentuk asistensi langsung kepada pelaku UMKM memperlihatkan hasil yang positif terhadap minat konsumen dan perluasan pasar lokal. Hal ini memperkuat argumen bahwa elemen visual memiliki peran strategis dalam pengembangan bisnis kecil.

Wardani et al. (2024) dalam jurnal terbitan terbaru mendalami branding sebagai strategi pemasaran kreatif dalam pemberdayaan UMKM di Desa Tukulrejo. Mereka menyampaikan bahwa pemanfaatan branding secara terarah dapat meningkatkan efektivitas pemasaran, terutama untuk UMKM yang sebelumnya belum memiliki identitas visual atau strategi promosi yang jelas. Penerapan branding juga memberikan ruang bagi UMKM untuk memperluas segmentasi pasar melalui pendekatan kreatif.

Terakhir, Widiarto et al. (n.d.) melalui kegiatan workshop digital marketing dan logo di Desa Bendungan menyoroti pentingnya edukasi pelaku UMKM terkait pemasaran digital. Branding tidak hanya dilakukan secara visual, tetapi juga melalui pemanfaatan media sosial dan platform digital untuk menjangkau audiens yang lebih luas. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan keterampilan digital di kalangan pelaku UMKM.

Secara keseluruhan, kajian-kajian ini menunjukkan bahwa branding—baik dalam bentuk logo, desain produk, maupun pemasaran digital—berperan signifikan dalam pengembangan UMKM. Kegiatan KKN dan workshop menjadi jembatan yang efektif untuk mentransfer pengetahuan branding dari akademisi kepada masyarakat pelaku usaha.

BAB III
METODE
3.1 Perencanaan

Tahap awal ini diawali dengan survei dan observasi di lokasi usaha mitra Keripik Pisang Karangdiyeng untuk mengidentifikasi berbagai permasalahan branding dan pemasaran, seperti tidak adanya logo produk, desain kemasan yang kurang menarik, serta belum adanya narasi historis yang mendukung identitas produk. Selain itu, dilakukan analisis kebutuhan dan potensi pemasaran digital yang sesuai dengan kapasitas pelaku UMKM di desa.

3.2 Implementasi
Pada tahap ini dilakukan beberapa kegiatan inti, antara lain:
1. Desain dan pembuatan logo produk yang merepresentasikan ciri khas Kripik Pisang Karangdiyeng.

2. Redesain kemasan dengan mempertimbangkan estetika, informasi produk, dan daya tarik visual.

3. Pelatihan pemasaran digital melalui media sosial dan marketplace (WhatsApp Business, Instagram, Shopee).

4. Pembuatan plakat sejarah yang menceritakan asal-usul dan keunikan produk sebagai bagian dari narasi lokal (local storytelling).
Kegiatan ini dilaksanakan di lokasi mitra UMKM dan balai desa dengan melibatkan pelaku usaha dan pemuda setempat.

3.3 Evaluasi
Evaluasi dilakukan melalui pengukuran tingkat kepuasan dan pemahaman mitra terhadap materi branding dan pemasaran yang telah diberikan. Selain itu, dilakukan analisis sebelum dan sesudah kegiatan terhadap kualitas visual produk (kemasan dan logo), jangkauan pemasaran digital, serta persepsi konsumen awal. Instrumen yang digunakan berupa dokumentasi, dan wawancara langsung.

3.4 Ruang Lingkup/Objek Kegiatan
Objek kegiatan adalah UMKM Keripik Pisang Karangdiyeng, yang berlokasi di Desa Karangdiyeng, Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan.

3.5 Bahan dan Alat Utama
Laptop, printer, perangkat desain grafis (Canva, Adobe Illustrator), kertas stiker label, bahan plakat akrilik, koneksi internet, kamera dokumentasi, dan alat tulis.

3.6 Definisi Operasional Variabel
a. Logo Produk: simbol visual yang digunakan sebagai identitas UMKM.
b. Kemasan Produk: desain visual dan material pembungkus produk.
c. Strategi Pemasaran Digital: kegiatan promosi dan distribusi melalui platform online.
d. Plakat Sejarah: media informasi yang berisi sejarah dan identitas lokal produk.

BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Hasil Kegiatan
Kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan di Desa Karangdiyeng menghasilkan beberapa capaian penting dalam penguatan branding dan strategi pemasaran produk Keripik Pisang Karangdiyeng. Adapun hasil yang diperoleh sebagai berikut:

No Komponen Kegiatan Capaian
1 Desain Logo Produk Logo baru yang mencerminkan identitas lokal dan tampilan profesional
2 Redesain Kemasan Kemasan lebih estetis, informatif, dan menarik perhatian konsumen
3 Pelatihan Pemasaran Digital Peningkatan pemahaman penggunaan WhatsApp Business, Instagram, Shopee
4 Plakat Sejarah Narasi historis produk ditampilkan secara menarik di lokasi produksi
1.3 Hasil redesain logo merk

4.2 Pembahasan
Penguatan visual branding melalui logo dan kemasan terbukti efektif membentuk persepsi positif dari konsumen. Sebagaimana diungkapkan oleh Batubara et al. (n.d.), logo bukan hanya simbol, tetapi alat komunikasi strategis yang mencerminkan nilai dan kualitas produk UMKM. Logo yang dirancang dalam kegiatan ini berhasil mengangkat ciri khas lokal desa dan mudah dikenali.

Desain kemasan yang menarik secara visual mampu meningkatkan daya jual produk. Hasil wawancara dengan konsumen menunjukkan bahwa mereka lebih percaya terhadap produk dengan tampilan profesional, sesuai dengan temuan Akbar et al. (n.d.), yang menyebut bahwa kemasan memiliki peran penting dalam persepsi kualitas oleh konsumen.

Dalam aspek digital marketing, pelaku UMKM menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan. Setelah pelatihan, mereka mulai aktif mengunggah produk dan berinteraksi dengan calon pelanggan di media sosial. Ini sejalan dengan Widiarto et al. (n.d.) yang menyebut bahwa edukasi digital sangat menentukan keberhasilan promosi produk UMKM saat ini. Bahkan meski proses masih awal, sudah terlihat dampak jangkauan yang meluas, terutama dari konsumen luar daerah.

Plakat sejarah yang ditempatkan di lokasi produksi menjadi elemen storytelling yang kuat. Hal ini sesuai dengan pendekatan value-based marketing (Kotler & Keller, 2016), di mana konsumen tidak hanya membeli produk, tetapi juga cerita dan nilai di baliknya. Penambahan narasi sejarah berhasil membangun keterikatan emosional antara produk dan pembeli, serta meningkatkan nilai jual produk dari aspek kultural.

4.3 Grafik Perkembangan Branding

1.4 Grafik perkembangan Brand Awareness

Berikut adalah grafik perkembangan branding yang menunjukkan perbandingan antara kondisi sebelum dan sesudah kegiatan:
Aspek yang diukur antara lain :

a. Brand Awareness
b. Desain Kemasan
c. Aktivitas Media Sosial
d. Kepercayaan Konsumen
Hasil menunjukkan adanya peningkatan signifikan di semua aspek setelah kegiatan penguatan branding dan pelatihan digital dilakukan.

4.4 Implikasi Temuan
Temuan ini menunjukkan bahwa pendekatan terpadu dalam branding mencakup desain visual, pemasaran digital, dan narasi lokal — dapat menjadi solusi efektif dalam pengembangan UMKM desa. Kolaborasi antara mahasiswa dan pelaku UMKM juga menjadi model pemberdayaan yang berdampak nyata, mempercepat proses transformasi bisnis kecil menjadi lebih kompetitif di era digital.

BAB V
KESIMPULAN

Kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan di Desa Karangdiyeng berhasil memberikan kontribusi nyata dalam penguatan branding dan strategi pemasaran produk UMKM, khususnya Keripik Pisang Karangdiyeng. Berdasarkan hasil implementasi dan evaluasi, dapat disimpulkan beberapa hal sebagai berikut:
1. Identitas produk telah diperkuat melalui pembuatan logo yang representatif dan berdaya tarik tinggi, yang mencerminkan nilai lokal dan meningkatkan citra profesional UMKM di mata konsumen.

2. Desain kemasan yang baru mampu memberikan tampilan visual yang lebih menarik dan informatif, sehingga meningkatkan minat beli dan persepsi kualitas produk.

3. Strategi pemasaran digital berhasil ditingkatkan melalui pelatihan dan pendampingan penggunaan platform online seperti WhatsApp Business, Instagram, dan Shopee, yang mulai digunakan secara aktif oleh pelaku usaha.

4. Plakat sejarah produk berfungsi sebagai media storytelling yang mendalam, menambah nilai kultural dan emosional terhadap produk, serta memperkuat identitas lokal yang menjadi daya saing tersendiri.

5. Peningkatan brand awareness dan kepercayaan konsumen ditunjukkan melalui umpan balik positif dari mitra UMKM dan masyarakat sekitar, sebagaimana juga tercermin dari hasil visual dan grafik perkembangan branding.

Secara keseluruhan, kegiatan ini membuktikan bahwa sinergi antara pendekatan visual, digital, dan naratif dapat mempercepat transformasi UMKM menjadi entitas usaha yang lebih kompetitif dan berkelanjutan. Ke depan, pendampingan lanjutan dan penguatan aspek produksi serta distribusi menjadi rekomendasi penting untuk menjaga keberlanjutan dampak kegiatan ini.

DAFTAR PUSAKA
Akbar, M. R., Tama, I. D., Lestari, A. D., Noviandini, S. S., Putri, S. M. P., Pitaloka, O. C., Inayah, Y., & Wiyatiah, A. S. (n.d.). Peranan mahasiswa KKN dalam kegiatan pengembangan UMKM di Desa Bojongmangu melalui branding dan redesign produk. \[Laporan kegiatan].
Batubara, C., Safitri, D., Sari, D. P., Luthfiah, H. T., & Putra, B. U. (n.d.). Strategi pengembangan identitas visual UMKM melalui pembuatan logo: Studi kasus pada program Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Aras. \[Artikel konferensi atau laporan kegiatan KKN].
Chaffey, D., & Ellis-Chadwick, F. (2012). Digital marketing: Strategy, implementation and practice (5th ed.). Pearson Education.
Kotler, P., & Keller, K. L. (2016). Marketing management (15th ed.). Pearson Education Limited.
Underwood, R. L., & Klein, N. M. (2002). Packaging as brand communication: Effects of product pictures on consumer responses to the package and brand. Journal of Marketing Theory and Practice, 10(4), 58–68. [https://doi.org/10.1080/10696679.2002.11501926](https://doi.org/10.1080/10696679.2002.11501926)
Usmar, A. (n.d.). Pendampingan branding logo sebagai peningkatan daya saing usaha UMKM, Desa Jayagiri, Panumbangan, Ciamis, Jawa Barat. \[Laporan kegiatan].
Wardani, J. P. A., Pramitha, D. K., Aryani, C. L., Putri, N. O. C., Dwiyanisufina, C., & Sudadi. (2024). Pemberdayaan UMKM melalui KKN di Desa Tukulrejo: Penerapan branding sebagai upaya pemasaran kreatif. Jurnal Pengabdian Masyarakat, 4(1).
Widiarto, S., Fodhil, M., Islachiyana, R., Rahmawati, L. A., Fauziya, S. L., Fi Jannah, H. R., & Maulidiah, E. A. (n.d.). Workshop membangun brand yang kuat melalui digital marketing dan logo pada UMKM di Desa Bendungan. \[Laporan kegiatan].
Zimmerman, M. A. (1995). Psychological empowerment: Issues and illustrations. American Journal of Community Psychology, 23(5), 581–599. [https://doi.org/10.1007/BF02506983](https://doi.org/10.1007/BF02506983)

  • Home
  • About Us
  • Redaksi
  • Media Kit
  • Kebijakan
© 2025 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Halaman Depan Folder 4

© 2025 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.