• Home
  • About Us
  • Redaksi
  • Media Kit
  • Kebijakan
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
JurnalPost
JurnalPost
JurnalPost
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil

PENGEMBANGAN MEDIA URBAN FARMING SEBAGAI SOLUSI PANGAN MANDIRI DI KAMPUNG PANCASILA

Editor Nadia
11 Desember 2025
in Artikel

¹Joe Martin Santoso, ²Mar’ie Araafiq Aslikh, ³M. Fashel Faiz Arifiyan, ⁴Sabrina Shangren Ayu Putri Asnaeni
¹Fakultas Hukum, Program Studi Ilmu Hukum, Indonesia
[email protected]
²Fakultas Teknik, Program Studi Teknik Industri, Indonesia
[email protected]
³Fakultas Hukum, Program Studi Ilmu Hukum, Indonesia
[email protected]
⁴Fakultas Psikologi, Program Studi Psikologi, Indonesia
[email protected]

Abstract
This study describes the development of physical media for urban farming to improve food independence in a densely populated neighborhood. The program is carried out in Kampung Pancasila Ngegel Rejo RW 4 RT 1, where residents face limited space and low knowledge of practical cultivation techniques. This research aims to design and implement applicable, efficient, and easy-to-use farming tools that can be directly adopted by the community. The method consists of observation, tool prototyping, community demonstration, and handover of the final products. Two prototypes are created, namely a Modular Vertical Garden System and a Simple Takakura Composting System. The Modular Vertical Garden System enables residents to grow vegetables vertically on narrow walls, supported by a simple drip irrigation mechanism. The Simple Takakura Composting System converts household organic waste into natural fertilizer for the residents’ crops. The results show that these tools stimulate participation, increase interest in household-scale farming, and support waste reduction efforts. The study concludes that practical media for urban farming promotes food independence and fosters environmentally responsible behavior among urban residents.

Keywords: urban farming; vertical garden; composting; food independence

Abstrak
Penelitian ini menggambarkan pengembangan media fisik untuk urban farming guna meningkatkan kemandirian pangan di kawasan permukiman padat. Program dilaksanakan di Kampung Pancasila Ngegel Rejo RW 4 RT 1, di mana masyarakat menghadapi keterbatasan lahan dan rendahnya pengetahuan terkait teknik budidaya praktis. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengimplementasikan alat bercocok tanam yang aplikatif, efisien, dan mudah digunakan. Metode penelitian meliputi observasi, pembuatan prototipe alat, demonstrasi kepada warga, dan penyerahan produk akhir. Dua prototipe yang dikembangkan ialah Modular Vertical Garden System dan Komposter Takakura Sederhana. Modular Vertical Garden System memungkinkan warga menanam sayuran secara vertikal pada dinding sempit, dilengkapi mekanisme irigasi tetes sederhana. Komposter Takakura Sederhana mengolah sampah organik rumah tangga menjadi pupuk alami untuk kebutuhan tanaman warga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alat tersebut mampu mendorong partisipasi, meningkatkan minat bertanam skala rumah tangga, serta mendukung pengurangan sampah. Penelitian menyimpulkan bahwa media praktis untuk urban farming mendorong kemandirian pangan dan membentuk perilaku masyarakat yang lebih peduli terhadap lingkungan.

Kata Kunci: urban farming; kebun vertikal; komposter; kemandirian pangan

PENDAHULUAN
Di tengah pesatnya urbanisasi dan pertumbuhan penduduk, ruang hijau yang dapat dimanfaatkan untuk bercocok tanam di kawasan perkotaan semakin menyusut. Menurut N. Othman, M. Mohamad, R.A.L., dan M.H.A. (2018), peningkatan densitas bangunan di kota besar menyebabkan masyarakat kehilangan akses terhadap lahan bercocok tanam yang memadai, sehingga peluang untuk memenuhi kebutuhan pangan secara mandiri menjadi terbatas. Kondisi serupa ditemui di Kampung Pancasila Ngegel Rejo RW 4 RT 1, Surabaya, kawasan permukiman padat tanpa pekarangan luas. Observasi awal tim menunjukkan bahwa sebagian besar rumah hanya memiliki sisa ruang 20–50 cm di sisi dinding luar, sehingga praktik budidaya tanaman secara konvensional hampir tidak dapat dilakukan.

Permasalahan lain muncul akibat rendahnya literasi bertanam di masyarakat. Ramzi et al. (2019) menegaskan bahwa kurangnya pengetahuan terkait teknologi budidaya perkotaan membuat kegiatan menanam hanya dilakukan oleh kelompok tertentu. Di Ngegel Rejo, meskipun minat warga terhadap bercocok tanam cukup tinggi, keterbatasan media tanam yang tepat dan minimnya pengetahuan teknis menjadi hambatan partisipasi mereka. Di sisi lain, warga menghasilkan sampah organik harian, seperti sisa sayur dan kulit buah, yang belum dimanfaatkan secara produktif sebagai pupuk.

Urban farming menjadi solusi alternatif bagi wilayah perkotaan yang memiliki keterbatasan lahan. Salim et al. (2019) menyatakan bahwa praktik urban farming mampu meningkatkan kemandirian pangan rumah tangga serta mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap pasar. Pemanfaatan teknologi vertikultur pada dinding rumah dapat meningkatkan produktivitas tanaman secara signifikan dibandingkan metode konvensional, sehingga metode ini relevan diterapkan di kawasan padat seperti Ngegel Rejo.

Selain itu, pengelolaan sampah organik melalui komposter rumah tangga juga mendukung keberhasilan pertanian perkotaan. Penggunaan komposter sederhana mampu menghasilkan pupuk organik berkualitas sekaligus menekan volume sampah rumah tangga. Integrasi pengolahan sampah organik dengan media urban farming tidak hanya mendukung budidaya tanaman, tetapi juga berkontribusi pada pengurangan limbah lingkungan.

Berdasarkan kondisi tersebut, kegiatan pengabdian ini bertujuan merancang, membangun, dan menyerahkan media fisik urban farming yang aplikatif berupa Modular Vertical Garden System dan Komposter Takakura Sederhana kepada masyarakat Kampung Pancasila Ngegel Rejo. Program ini diharapkan mendorong warga untuk bercocok tanam secara mandiri, memanfaatkan sampah organik sebagai pupuk alami, serta menciptakan lingkungan yang lebih hijau dan produktif sesuai dengan nilai-nilai Kampung Pancasila.

METODE
Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan untuk mengembangkan media urban farming berbasis vertikultur dan teknologi komposter rumah tangga bagi masyarakat Kampung Pancasila Ngegel Rejo RW 4 RT 1 Surabaya. Sasaran kegiatan adalah warga usia produktif hingga lanjut usia yang memiliki minat dalam budidaya tanaman namun belum memiliki pengetahuan serta media yang memadai. Pemilihan sasaran didasarkan pada kondisi permukiman padat dengan minimnya ruang terbuka, sehingga praktik pertanian konvensional sulit diterapkan di lingkungan tersebut.

Lokasi kegiatan berada pada kawasan hunian dengan karakteristik ruang terbatas, yakni hanya menyisakan ruang 20–50 cm pada dinding luar rumah. Kondisi ini melatarbelakangi pemanfaatan Modular Vertical Garden System sebagai media tanam yang dapat diaplikasikan pada dinding rumah tanpa membutuhkan lahan horizontal. Selain itu, masyarakat menghasilkan sampah organik dapur setiap hari yang belum dimanfaatkan secara produktif, sehingga teknologi Komposter Takakura Sederhana diperkenalkan sebagai langkah pengolahan sampah rumah tangga menjadi pupuk alami.

Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui proses observasi kebutuhan masyarakat dan karakteristik lingkungan, dilanjutkan dengan perancangan dan pembuatan modul vertikal serta komposter, kemudian memberikan pelatihan dan pendampingan praktik penggunaan media urban farming. Bahan utama yang digunakan meliputi pipa PVC diameter 3–4 inci yang disusun sebagai modul tanam vertikal, kain flanel sebagai sumbu pengalir nutrisi, serbuk kayu dan sekam padi sebagai campuran tanah, serta sampah organik rumah tangga sebagai bahan baku pupuk. Kuantitas bahan disesuaikan dengan skala rumah tangga, sehingga setiap rumah memperoleh satu modul vertikal yang memiliki 10–15 lubang tanam dan satu komposter yang dapat digunakan secara mandiri.

Evaluasi keberhasilan kegiatan dilakukan secara deskriptif dan kualitatif berdasarkan peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan hasil budidaya peserta. Pengukuran dilakukan melalui kuesioner pre-test dan post-test untuk melihat perubahan tingkat literasi bertanam, serta melalui observasi langsung terhadap kemampuan peserta dalam merawat tanaman dan memproduksi pupuk organik dari sampah rumah tangga. Indikator keberhasilan terlihat dari perubahan perilaku warga dalam memanfaatkan ruang sempit sebagai area produktif, kemampuan mengolah sampah organik menjadi pupuk, dan manfaat ekonomi yang dapat diperoleh melalui pengurangan pengeluaran rumah tangga untuk pembelian sayuran.

HASIL DAN PEMBAHASAN
Pengabdian kepada masyarakat merupakan upaya nyata dalam menyebarluaskan ilmu pengetahuan, teknologi, serta seni yang dapat diaplikasikan secara langsung dalam kehidupan sosial. Pelaksanaan kegiatan pengabdian tidak hanya bertujuan memberikan solusi, tetapi juga harus mampu memberi nilai tambah bagi masyarakat dalam bentuk peningkatan kualitas hidup, efisiensi ekonomi, perubahan kebijakan, maupun perubahan perilaku yang lebih produktif. Dampak kegiatan pengabdian dapat terlihat dalam jangka pendek melalui pemanfaatan langsung teknologi atau pengetahuan yang diberikan, serta dalam jangka panjang melalui kemandirian dan kemampuan masyarakat dalam mengembangkan pengetahuan tersebut secara berkelanjutan. Oleh karena itu, keberhasilan pengabdian dinilai dari sejauh mana kegiatan mampu mendorong perubahan positif baik pada individu, kelompok masyarakat, maupun institusi terkait secara berkesinambungan.

Subbab I
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini berfokus pada peningkatan kualitas alat teknologi tepat guna yang digunakan untuk mendukung solusi dalam pengolahan air bersih. Pelaksanaan kegiatan diarahkan untuk memastikan alat dapat digunakan secara optimal oleh masyarakat serta memiliki ketahanan penggunaan jangka panjang. Penerapan teknologi ini menjadi langkah penting karena mampu memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat, khususnya dalam hal ketersediaan air yang lebih layak dan higienis untuk kebutuhan rumah tangga. Keberhasilan kegiatan dapat dilihat dari diterimanya alat oleh masyarakat, peningkatan efektivitas penggunaan alat, serta kemampuan masyarakat dalam mengoperasikan teknologi secara mandiri. Meskipun demikian, terdapat beberapa kendala teknis terkait penyesuaian alat dengan kondisi lingkungan dan edukasi mengenai perawatan alat, tetapi kendala tersebut membuka peluang pengembangan lebih lanjut dalam bentuk pendampingan atau inovasi lanjutan.

1.1 finishing hasil teknologi tepat guna

Pada tahap ini dilakukan penyempurnaan desain dan fungsi alat agar siap digunakan oleh masyarakat. Finishing meliputi pengecekan ulang komponen, penghalusan bagian sambungan, serta optimasi struktur alat agar lebih kuat dan aman digunakan. Tahap ini penting dilakukan sebagai upaya memastikan kualitas alat sebelum diserahkan kepada masyarakat sebagai luaran teknologi tepat guna.

2.2 Pemasangan Filter

Tahap pemasangan filter bertujuan untuk meningkatkan kualitas filtrasi sehingga air yang dihasilkan lebih jernih dan sesuai kebutuhan sanitasi. Pemasangan dilakukan secara sistematis dengan memperhatikan aliran air, daya serap material filtrasi, serta cara perawatan rutin yang mudah dipahami masyarakat. Selain pemasangan, tim juga melakukan edukasi singkat mengenai cara membersihkan filter serta cara mendeteksi penurunan kualitas filtrasi.

2. SubBab II
Tabel dan gambar merupakan bagian penting dalam penyajian hasil pengabdian sehingga tidak dipisahkan dari naskah utama. Penyusunannya harus ditempatkan berdampingan dengan narasi agar mampu memperkuat penjelasan terkait proses kegiatan maupun capaian luaran yang diperoleh. Penomoran tabel dan gambar ditulis secara berurutan sesuai kemunculan dalam naskah dan disertai judul yang menggambarkan isi secara ringkas, jelas, serta relevan. Dengan demikian, penyajian visual tidak hanya menjadi pelengkap, tetapi memberikan informasi spesifik bagi pembaca untuk memahami proses pelaksanaan pengabdian.

Pada kegiatan pengabdian ini, tabel dan dokumentasi digunakan untuk memperjelas hasil dari dua kegiatan utama lanjutan, yaitu pembuatan media tanam berbahan galon bekas dan pemasangan media tanam sebagai implementasi teknologi tepat guna urban farming. Tabel digunakan untuk menampilkan data komponen bahan, jumlah, serta fungsi yang digunakan dalam kegiatan. Sedangkan dokumentasi gambar memperlihatkan proses pemotongan galon, perakitan media tanam, dan pemasangan filter pada rak urban farming agar dapat berfungsi optimal dan tahan lama.

Tabel 1.  Komponen Alat dan Bahan dalam Pembuatan Media Tanam dan Sistem Filtrasi Urban Farming

Komponen

 

Jumlah/Ukuran

 

Harga (Estimasi)

 

Fungsi Keterangan
Alat Filtrasi

 

 

3 unit (80k x 3)

240k Menyaring kotoran dan menjaga kualitas air Dipasang sebagai sistem sirkulasi air

 

Pipa PVC 4 Meter 30k Saluran distribusi air Menghubungkan filter ke wadah tanaman
Galon bekas 10 Unit – Wadah tanaman Dipotong dan digunakan sebagai media tanam

 

Shock pipa penyambung

 

4 unit (1 unit 10k)

 

10k Penyambung antar pipa

 

Memperkuat sambungan pipa

 

Knee pipa (L)

 

5 unit (4k x 5)

 

20l Tikungan aliran air

 

Membantu mengubah arah pemasangan pipa

 

Ember/Timba bekas

 

1 Unit 50k Penampung air

 

Berfungsi sebagai reservoir sistem filtrasi

 

Kabel + Stop Kontak

 

5 Meter 30k Sumber daya listrik untuk pompa/alat filtrasi

 

Digunakan untuk menyambung ke instalasi listrik

 

3.3 Pembuatan Wadah Tanaman Menggunakan Galon Bekas
Pembuatan wadah tanaman dilakukan dengan memanfaatkan galon bekas air mineral sebagai media tanam yang ramah lingkungan dan mudah diperoleh. Proses dimulai dengan membersihkan galon hingga bersih dari sisa air dan label, kemudian bagian atas galon dipotong untuk membentuk bukaan sebagai tempat menanam. Selanjutnya, beberapa lubang kecil dibuat di bagian dasar galon sebagai saluran drainase agar air tidak tergenang dan akar tanaman tetap sehat. Wadah ini kemudian diisi dengan media tanam berupa campuran tanah, kompos, dan sekam padi untuk mendukung pertumbuhan tanaman. Dengan metode ini, galon bekas yang sebelumnya menjadi sampah dapat diubah menjadi wadah tanaman yang fungsional dan mendukung kegiatan urban farming.

4.4 Hasil Teknologi Tepat Guna

Hasil dari penerapan teknologi tepat guna berupa wadah tanaman dari galon bekas menunjukkan dampak positif baik dari segi lingkungan maupun sosial. Secara lingkungan, penggunaan galon bekas sebagai media tanam membantu mengurangi limbah plastik dan memanfaatkan kembali barang yang tidak terpakai. Secara sosial, masyarakat dapat lebih mudah mengakses sarana berkebun di lahan terbatas, seperti pekarangan rumah atau lingkungan RW, sehingga meningkatkan kesadaran akan pentingnya ketahanan pangan dan kreativitas dalam memanfaatkan sumber daya yang ada. Hasil pengamatan juga menunjukkan bahwa tanaman yang ditanam dalam wadah ini tumbuh dengan baik, menunjukkan bahwa teknologi sederhana ini efektif dan praktis untuk diterapkan dalam kegiatan urban farming.

KESIMPULAN
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui penerapan media urban farming berbasis teknologi tepat guna di Kampung Pancasila Ngegel Rejo RW 04 RT 01 Surabaya telah memberikan dampak positif bagi masyarakat, khususnya dalam pemanfaatan lahan sempit dan peningkatan pengetahuan mengenai sistem pertanian perkotaan. Penerapan sistem filtrasi dan pemanfaatan galon bekas sebagai wadah tanaman menunjukkan bahwa teknologi sederhana dapat dimanfaatkan secara efektif untuk menciptakan media tanam yang fungsional dan hemat biaya.

Hasil kegiatan menunjukkan bahwa masyarakat mampu memahami cara kerja sistem filtrasi air, proses perakitan wadah tanam, serta strategi perawatan tanaman menggunakan metode urban farming. Selain meningkatkan kemampuan teknis, kegiatan ini juga menumbuhkan kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan limbah plastik, khususnya pemanfaatan barang bekas sebagai media tanam produktif. Dampak keberlanjutan terlihat dari adanya tindak lanjut masyarakat untuk mengembangkan sistem serupa pada skala rumah tangga.

Dengan demikian, kegiatan pengabdian ini dinilai berhasil dalam meningkatkan keterampilan, pengetahuan, serta partisipasi aktif masyarakat dalam mewujudkan lingkungan yang produktif dan ramah lingkungan. Ke depan, kegiatan ini berpotensi dikembangkan dengan menambah varietas tanaman, memperbaiki sistem filtrasi air yang lebih efisien, serta memperkuat kolaborasi dengan pemerintah setempat guna menciptakan kawasan urban farming berkelanjutan

SARAN
Agar program serupa dapat berjalan lebih optimal pada kegiatan selanjutnya, beberapa saran yang perlu diperhatikan antara lain:

  • Dilakukan pendampingan berkelanjutan bagi masyarakat untuk memastikan pemahaman dan keterampilan dalam perawatan media tanam vertikal serta penggunaan sistem filtrasi air berjalan efektif.
  • Pengembangan jenis tanaman yang dibudidayakan sebaiknya diperluas untuk meningkatkan keragaman pangan sekaligus nilai ekonomi rumah tangga.
  • Pelatihan lanjutan mengenai pemanfaatan limbah organik dan pembuatan pupuk cair atau kompos cair perlu dilakukan untuk mendukung keberlanjutan sistem urban farming.
  • Sistem irigasi dan filterasi air sebaiknya dievaluasi dan diperbaiki agar lebih efisien, hemat air, dan mudah digunakan oleh seluruh anggota keluarga, termasuk lansia.
  • Perlu adanya kolaborasi dengan pemerintah atau lembaga lokal untuk memperluas skala kegiatan sehingga kawasan urban farming dapat dikembangkan secara lebih merata, mendukung lingkungan hijau dan kemandirian ekonomi masyarakat.

DAFTAR PUSTAKA
N Othman, M Mohamad, R.A.L. and M.H.A. (2018) ‘Urban farming activity towards sustainable wellbeing of urban dwellers Urban farming activity towards sustainable wellbeing of urban dwellers’, IOP Conf. Series: Earth and Environmental Science [Preprint].

Ramzi, M. et al. (2019) ‘Community Perception and Participation of Urban Farming Activities’, International Journal of Recent Technology and Engineering (IJRTE), (May), pp. 341–345.

Salim, S.A. et al. (2019) ‘Urban Farming Activities in Southeast Asia : A Review and Future Research Direction’, MATEC Web of Conferences, 2010, pp. 1–5.

  • Home
  • About Us
  • Redaksi
  • Media Kit
  • Kebijakan
© 2025 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Halaman Depan Folder 4

© 2025 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.