
JurnalPost.com – Orang tua merupakan pendidik pertama dan yang terpenting bagi anak, anak belajar banyak dan berkembang berdasarkan pola asuh orang tua. Namun tak jarang orang tua bingung dalam menetukan pola asuh yang akan diterapkan pada anak, sehingga anak tidak berkembang dengan baik dan kesulitan saat menghadapi masalah kedepannya.
Salah satu penyebab kesalahan pola asuh pada orang tua saat ini adalah banyaknya orang tua yang workaholic atau biasa dikenal dengan gila kerja. Killinger (1997) mendefinisikan tentang workaholic,yaitu pola perilaku dalam bekerja yang ditandai dengan penggunaan waktu yangl ebih lama dalam bekerja, tuntutan pekerjaan yang berlebihan, dan mengesampingkan sebagian besar aktivitas di bidang kehidupan lain selain bekerja. Hal ini cenderung menghambat perkembangan karena kurangnya interaksi dan komunikasi pada anak, terlebih lagi pada masa sekarang anak dapat dengan mudah mengakses internet dan mencontoh apa yang dilihatnya disana.
Terdapat banyak dampak negatif yang dapat dialami oleh anak yang memiliki orang tua workaholic di antaranya adalah:
1. Tumbuh dengan rasa percaya diri yang cenderung rendah
Dampak ini terjadi disebabkan karena anak merasa tidak dihargai dan didengarkan,sehingga saat mereka menunjukkan pencapaian yang ia diraih dan respon orang tua tidak begitu menanggapi rasa percaya diri anak akan berkurang
2. Meningkatnya potensi kenakalan remaja pada anak
Banyak anak yang melakukan berbagai tindakan tercela demi mendapatkan perhatian orang tua nya, ketika ia melalukan tindakan terpuji dan tidak mendapat apresiasi yang sesuai maka sebagian anak cenderung salah arah dan memilih melakukan tindakan buruk seperti bolos sekolah, merokok, pergaulan bebas dan masih banyak lainnya.
3. Anak memiliki sifat love and hate pada orang tua
Dampak terakhir ini terjadi karena orang tua workaholic ini cenderung memberikan materi lebih pada anak dan menjadikan anak sebagai alasan untuk bekerja berlebihan, sehingga anak memiliki rasa bersalah pada orang tua dan memiliki kondisi psikologis yang buruk, tapi pada saat yang bersamaan anak juga memiliki rasa terimakasih pada orang tua atas materi yang diberikan.
Oleh karena itu orang tua yang bekerja diharapkan meluangkan waktu kepada keluarga dan menjadikan keluarga sebagai prioritas, sehingga anak tidak mengalami berbagai dampak buruk, karena bagaimanapun keluarga adalah hal yang paling berharga, teruslah dampingi anak dan berikan perhatian serta kasih sayang yang cukup demi perkembangan anak yang baik dan maksimal sebelum terlambat.
Oleh: Nisrin Syahrani
Referensi:
https://repository.unej.ac.id/jspui/bitstream/123456789/116545/3/Arindra%20Putri%20Oktavianti%20-%20190210201001.pdf
https://www.kompasiana.com/tiara110103/61b1e37e75ead658533cc492/orang-tua-workaholic-ini- dampaknya-pada-anak
https://ejournal3.undip.ac.id/index.php/empati/article/download/5247/5051 https://www.halodoc.com/artikel/pasangan-workaholic-berdampak-pada-perkembangan-anak



