
Oleh: Muhammad Fahri Nurrizqi Samsudin
JurnalPost.com – Seperti yang telah kita ketahui, iklan merupakan salah satu elemen yang sangat penting di dalam dunia pemasaran untuk mempromosikan suatu produk. Iklan dibuat agar calon konsumen bisa mendapat informasi tentang suatu produk dan menjadikan daya tarik agar calon konsumen tertarik untuk melakukan pembelian. Penempatan iklan sendiri bisa dengan berbagai cara, yaitu di media massa, media online atau ditempat umum.
Tujun utama iklan adalah untuk membangun Brand Awareness atau membangun kesadaran akan suatu merek. Brand awareness sendiri adalah kemampuan audiens untuk mengenali suatu merek, mulai dari warna, logo maupun jargon dari sebuah produk. Dengan cara seperti itu, perusahaan akan mendapat nilai lebih agar makin unggul dalam persaingan bisnis.
Dalam penggunaannya, iklan mengandung unsur komunikasi di dalamnya, seperti membuat kalimat persuasif untuk menarik perhatian calon konsumen. Seiring berkembangnya zaman, media yang digunakan dalam periklanan sangat beragam dan tidak hanya di media tadisional, tetapi memanfaatkan media modern seperti media sosial.
Menurut Kotler (2009:277) “periklanan adalah segala bentuk penyajian non-personal dan promosi ide, barang, atau jasa oleh suatu sponsor tertentu yang memerlukan pembayaran”. Lalu Menurut Ambadar, et al. (2007:667) “brand awareness adalah ukuran kekuatan eksistensi suatu merek di benak pelanggan. Brand awareness ini mencakup brand recognition (merek yang pernah diketahui pelanggan), brand recall (merek apa saja yang pernah diingat oleh pelanggan untuk kategori tertentu), top of mind (merek pertama apa yang disebut pelanggan untuk satu produk tertentu) dan dominant brand (satu-satunya merek yang diingat pelanggan)”. Intinya, iklan dan Brand Awareness saling berkaitan, Brand Awarenes adalah hasil dari penggunaan iklan.
Tantangan dan Peluang Iklan di Era Digital
Era digital telah merubah perilaku kebiasaan masyarakat secara fundamental, mulai dari cara bekerja, berkomunikasi, ataupun hanya sekedar mencari hiburan pasti akan lari ke media digital. Dalam perubahan yang signifikan ini, kemunculan tantangan dan peluang dari berbagai aspek mulai timbul, misalnya dalam dunia periklanan. Tantangan yang muncul bisa semakin rumit dibanding sebelumnya, namun peluang yang ada pun akan semakin tinggi juga.
Membangun Brand Awareness tidak selalu mudah dan dapat berjalan secara mulus. Banyak tantangan yang harus dilalui oleh pelaku usaha, seperti persaingan yang sengit dalam periklanan, anggaran yang terbatas, dan perubahan tren konsumen. Diharapkan, para pelaku usaha harus bisa mengidentifikasi aspek tersebut dan menyusun strategi pemasaran yang lebih kreatif dan membuat konsep yang matang meskipun dengan anggaran pembuatan iklan yang terbatas.
Peluang periklanan di dunia digital akan sukses, apabila dibarengi dengan keterampilan adapatasi dan pemahaman tentang penggunaan platform. Iklan yang dibuat di media digital pun lebih efektif, sebab dapat menjangkau pasar baru di seluruh dunia dan menciptakan kerjasama lintas negara. Konten iklan yang dibuat dalam berbagai format seperti video, gambar dan konten interaktif yang mengandung unsur kreatif dapat menarik audiens dan menciptakan Brand Awareness bagi suatu produk atau jasa yang diiklankan.
Strategi Efektif dalam Menggunakan Iklan Digtal untuk Membangun Brand Awareness
Brand Awareness merupakan sebuah kunci untuk menciptakan keberhasilan bisnis dalam jangka waktu yang panjang. Dalam era digital yang serba efisien, iklan digital memiliki peranan penting untuk membangun Brand Awareness. Strategi – strategi nya pun ada berbagai macam, seperti mengetahui kebutuhan calon konsumen, influencer marketing, memaksimalkan periklanan di media sosial yang relevan dengan calon konsumen.
Analisis konsumen merupakan bagian dasar dari membangun Brand Awareness. Analisis konsumen digunakan untuk membantu pihak perusahaan menentukan target konsumen dan membantu memasarkan produk yang tepat kepada mereka. Cara mengiklankan produk nya pun harus disesuaikan dengan rentang usia, bahasa, dan demografi calon konsumen.
Influencer cenderung memiliki pengikut yang loyal dan percaya pada mereka. Saat brand di promosikan oleh influencer, otomatis dapat dengan mudah mendapat kepercayaan khalayak dan berpotensi untuk meningkatkan value brand tersebut. Untuk hasil yang optimal, perusahaan harus memilih influencer yang sesuai dengan kriteria produk yang akan diiklankan.
Pemaksimalan iklan di media sosial dengan cara menganalisis data dan mengidentifikasi perilaku. Lalu penggunaan algoritma cerdas dapat mengoptimalisasi penempatan iklan di tempat yang tepat. Kendati demikian, pengoptimalan dan pengujian harus dilakukan secara terus menerus untuk menyesuaikan tren dan respon konsumen.
Kesimpulan
Jadi kesimpulannya, iklan dan Brand Awareness ini memiliki keterkaitan. Iklan yang menjadi alat utama untuk membangun kesadaran merek dapat secara aktif menjangkau target audiens. Dengan memberikan pengetahuan yang bersifat informatif dan persuasif dalam iklan, dapat membangun citra merek dan menambah pengetahuan terhadap produk tersebut.



